Kodim 1603/Sikka Targetkan 80 Gerai Koperasi Merah Putih Rampung Juli 2026, 23 Koperasi Dalam Proses Pembangunan Fisik

- Reporter

Rabu, 25 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan Koperasi Merah Putih Kelurahan Wuring dalam proses penyelesaian.

Bangunan Koperasi Merah Putih Kelurahan Wuring dalam proses penyelesaian.

 

MAUMERE-TAJUKNTT-Komando Distrik Militer (Kodim) 1603/Sikka tengah memacu akselerasi pembangunan infrastruktur ekonomi kerakyatan di wilayah Kabupaten Sikka. Dandim 1603/Sikka, Letkol Ar Denny Riesta Permana, menegaskan target pembangunan 80 gerai Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih ditargetkan rampung pada Juli 2026 mendatang.

Hingga saat ini, sebanyak 23 gerai telah memasuki tahap konstruksi fisik. Salah satu progres yang paling signifikan terpantau di wilayah Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat yang saat ini sudah mulai memasuki tahap pengatapan bangunan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendala Lahan

Dalam keterangannya pada Rabu (25/3/2026), Letkol Denny Riesta Permana mengungkapkan bahwa kendala utama di lapangan adalah penyediaan lahan. Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2026, dan surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri, tanggung jawab penyediaan lahan berada di bawah kewenangan Pemerintah Daerah melalui Satgas Penyediaan Lahan yang dipimpin Bupati di tingkat kabupaten dan Camat di tingkat kecamatan.

“Kami dari TNI AD bersama PT Agrinas melakukan MoU untuk mengawasi agar pembangunan akuntabel, layak guna, dan tidak bermasalah secara hukum. Namun, karena kami militer tidak bisa masuk terlalu jauh ke ranah sipil, kami terus mendorong Satgas Kabupaten untuk aktif bergerak,” ujar Letkol Denny.

Strategi “Jemput Bola” Babinsa

Dandim 1603/Sikka, Letkol Ar Denny Riesta Permana

Mengingat sulitnya ketersediaan lahan di Kabupaten Sikka, jajaran Kodim 1603/Sikka tidak tinggal diam. Para Babinsa dikerahkan untuk melakukan strategi “jemput bola” dengan mencari lahan yang statusnya benar-benar aman (clean and clear).

Kriteria lahan yang diincar meliputi, aset pemerintah desa atau kabupaten, lahan BUMD atau lahan milik pemerintah provinsi, tanah negara di bawah pengawasan Danantara atau lahan hibah dari masyarakat atau tanah adat.

Menariknya, program ini mulai memicu inisiatif warga. Di beberapa lokasi seperti Desa Reroroja dan desa di Kecamatan Kangae, masyarakat secara sukarela menghibahkan tanah mereka untuk desa demi pembangunan koperasi. Bahkan, di Desa Tanaduen, warga mengusulkan penggunaan lahan adat.

“Danramil kami juga sudah mendapatkan beberapa titik lahan di Lela, di Pruda, di Werang, dan Desa Tuabao. Desa-desa sudah mulai sadar dan merasa pentingnya pembangunan koperasi ini bahkan di Desa Burabekor, Pak Blasius membeli lahan dan kemudian meyerahkan untuk dibangun koperasi desa. Pak Blasius menyadari kalau sampai koperasinya jadi, maka desanya akan maju dan ramai,” ujarnya.

Untuk menyiasati lahan yang sempit, Kodim Sikka juga mengusulkan adanya prototipe bangunan baru terutama untuk wilayah pesisir kepulauan.

“Prototipe standar membutuhkan lahan 1.000 meter persegi dengan ukuran bangunan gerai 30×20 meter. Namun untuk daerah seperti Desa Pemana yang berada di pesisir, kami berkomunikasi dengan PT Agrinas agar bisa dibangun dengan ukuran lebih kecil (15×20 meter) namun tetap fungsional,” tambahnya.

Letkol Denny menegaskan bahwa TNI tidak akan memulai pembangunan jika dasar hukum lahan belum jelas. Hal ini dilakukan karena setelah bangunan selesai, aset tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Desa atau Kelurahan.

“Kami tidak menggunakan sistem kontrak lahan. Harus ada surat hibah atau alas hukum yang kuat. Jika sudah jelas ‘hitam di atas putih’, barulah kami bangun,” pungkasnya.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah
Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH
Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu
12 Guru Mogok Mengajar, Dinas PKO Sikka Akui Ada Masalah Internal di SMPN Nuba Arat
LPDB Koperasi Datangi Kopdit Obor Mas, Buka Peluang Pinjaman Baru untuk Dorong Ekonomi Anggota
Bupati Sikka Bertemu Wamen Pekerjaan Umum, Dorong Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Daerah
Rekan Kerja Meninggal Tak Wajar, Guru SMPN Nuba Arat Mogok Kerja dan Datangi Dinas PKO Sikka
Bupati Sikka Temui Wakil Menteri Perhubungan, Perjuangkan Percepatan Pembangunan Pelabuhan Aewige
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 00:24 WITA

Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah

Kamis, 16 April 2026 - 13:14 WITA

Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH

Kamis, 16 April 2026 - 01:32 WITA

Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu

Kamis, 16 April 2026 - 00:30 WITA

12 Guru Mogok Mengajar, Dinas PKO Sikka Akui Ada Masalah Internal di SMPN Nuba Arat

Rabu, 15 April 2026 - 11:19 WITA

LPDB Koperasi Datangi Kopdit Obor Mas, Buka Peluang Pinjaman Baru untuk Dorong Ekonomi Anggota

Berita Terbaru