
Sikka-Setelah mengalami deflasi dalam dua bulan terakhir, Kota Maumere kembali mencatatkan inflasi pada bulan Juni 2025. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sikka, inflasi month to month (m-to-m) tercatat sebesar 0,99 persen, sementara inflasi year on year (y-on-y) mencapai 3,44 persen.
Kepala BPS Sikka, Kristanto Setyo Utomo, menjelaskan bahwa kenaikan harga secara umum pada bulan Juni dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni momen pesta sambut baru yang marak dirayakan masyarakat serta awal musim angin tenggara yang berdampak pada distribusi dan pasokan barang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi tahunan di antaranya adalah ikan segar, beras, dan cabai rawit,” jelas Kristanto. “Sementara untuk inflasi bulanan, pendorong utamanya adalah tarif angkutan udara, beras, ikan segar, serta berbagai komoditas hortikultura seperti sawi hijau, wortel, tomat, dan cabai merah,” ungkapnya Selasa (1/7/2025).
Meskipun inflasi tahunan tercatat cukup signifikan, Kristanto menekankan bahwa angkanya masih berada dalam batas toleransi target inflasi nasional. Namun, ia juga mengingatkan agar seluruh pihak, terutama pemangku kepentingan di Kabupaten Sikka, dapat memantau dan menjaga kestabilan harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga.
“Kenaikan harga ini harus menjadi early warning bagi kita semua untuk meningkatkan koordinasi dalam menjaga pasokan dan mengendalikan harga di pasaran,” pungkasnya.










