MAUMERE, Tajukntt.id— Final Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 2026 mempertemukan dua rival klasik, Perse Ende dan Persami Maumere.
Kedua tim akan berhadapan di Stadion Gelora Samador, Maumere, Jumat (14/8/2026).
Pertandingan ini memiliki nilai historis karena mempertemukan kembali Perse Ende dan Persami Maumere di stadion yang sama, 11 tahun setelah keduanya bertemu pada final El Tari Memorial Cup (ETMC) 2015.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada final ETMC 2015, Persami Maumere berhasil mengalahkan Perse Ende dengan skor 2-1.
Kini, kedua tim kembali bertemu. Bedanya, para pemain yang tampil merupakan generasi baru yang sama-sama mengincar gelar juara Soeratin Cup U-17 2026.
Perse Ende Lolos Lewat Drama Adu Penalti
Perse Ende memastikan tempat di final setelah melalui pertandingan dramatis pada semifinal.
Laskar Kelimutu harus menjalani adu penalti saat menghadapi Citra Bakti Ngada.
Penentuan kemenangan akhirnya berada di kaki Gabriel Spagnaly Riwu.
Stopper Perse Ende yang juga merupakan pelajar SMK Negeri 3 Ekoae itu tampil tenang saat mengambil penalti terakhir.
Eksekusinya berhasil mengecoh penjaga gawang Citra Bakti Ngada, Arkadius Tiwu.
Perse Ende akhirnya menang 6-5 dan memastikan tiket ke partai puncak.
Selain Gabriel, penjaga gawang Kristianus Gavril Fua Mana juga menjadi salah satu pemain penting dalam keberhasilan Perse Ende.
Kristianus menggagalkan penalti Alexander Fono dalam drama tersebut.
Keduanya kemudian menjadi sorotan setelah Perse Ende memastikan langkah ke final.
Persami Datang dengan Modal Kemenangan 3-0
Sementara itu, Persami Maumere melaju ke final setelah tampil meyakinkan pada semifinal.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persami mengalahkan BMP Flores Timur dengan skor 3-0.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Persami sebelum menghadapi Perse Ende di partai puncak.
Status sebagai tuan rumah juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Persami. Dukungan suporter Maumere diprediksi membuat atmosfer Stadion Gelora Samador semakin panas.
Namun, keuntungan tersebut tidak serta-merta membuat Persami berada di posisi aman.
Perse Ende sudah memiliki pengalaman mengalahkan Persami pada fase grup.
Kedua tim sebelumnya tergabung di Grup A. Dalam pertemuan tersebut, Perse Ende menang tipis 1-0 atas Persami Maumere.
Adu Strategi Gusto Kadju dan Dasril
Pertandingan final juga akan menjadi pertarungan strategi dua pelatih, Gusto Kadju di kubu Perse Ende dan Dasril sebagai juru taktik Persami Maumere.
Gusto Kadju sebelumnya mengaku lebih memilih Persami sebagai calon lawan di final.
Menurut dia, baik Persami maupun BMP Flores Timur merupakan tim yang sama-sama kuat. Namun, Gusto menilai peluang Perse Ende lebih terbuka jika menghadapi Persami karena kedua tim sudah pernah bertemu di fase grup.
“Kalau disuruh memilih, saya lebih cenderung memilih Persami Maumere di partai final,” ujar Gusto.
Keinginan tersebut akhirnya terwujud.
Kini Gusto harus menyiapkan strategi untuk menghadapi Persami yang akan bermain di depan publik sendiri.
Di sisi lain, Dasril memiliki pekerjaan untuk memperbaiki permainan Persami setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Perse Ende di fase grup.
Sama-sama Memburu Gelar Pertama
Final Perse Ende melawan Persami Maumere bukan hanya soal rivalitas.
Kedua tim juga memiliki misi yang sama, yakni meraih gelar juara Piala Soeratin Cup.
Sejak turnamen tersebut digelar pada 2015, baik Perse Ende maupun Persami Maumere belum pernah mengangkat trofi Soeratin Cup.
Karena itu, pertandingan di Gelora Samador menjadi kesempatan bagi salah satu dari mereka untuk mencatat sejarah baru.
Persami memiliki keuntungan bermain sebagai tuan rumah. Sementara itu, Perse Ende membawa modal kemenangan pada pertemuan sebelumnya serta pengalaman melewati semifinal yang penuh tekanan.
Duel klasik yang pernah terjadi 11 tahun lalu kini kembali terulang.
Perse Ende atau Persami Maumere, siapa yang akan mengakhiri penantian dan menjadi juara Soeratin Cup U-17 NTT 2026?
Penulis : Wiliam
Editor : TajukNTT.id
Sumber Berita : Tajukntt.id










