
Sikka-Tim Alok Timur B tampil sebagai kampiun Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Sikka 2025 setelah menaklukkan PS Alok dalam laga final dramatis lewat adu penalti dengan skor 4-2 di Gelora Samador, Maumere, Minggu (3/8/2025).
Kemenangan ini mengantarkan Alok Timur B meraih piala bergilir, piala tetap, medali, piagam penghargaan, serta uang pembinaan senilai Rp 25 juta. Penyerahan piala tetap dilakukan langsung oleh Kepala Bank NTT Cabang Sikka, Yosefina G. Lely, sementara piala bergilir diserahkan oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, SH.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laga final antara dua tim asal wilayah Alok ini berlangsung ketat. Kedua kesebelasan bermain penuh determinasi dan berimbang sepanjang waktu normal hingga perpanjangan waktu, yang berakhir imbang 1-1. Adu penalti pun menjadi penentu, di mana PS Alok Timur B tampil lebih tenang dan berhasil menyarangkan empat gol, sedangkan PS Alok hanya mencetak dua.
Tak hanya memboyong trofi juara, PS Alok Timur B juga menyabet gelar Best Player melalui pemain andalannya, Caesar Gawu, yang dinilai tampil konsisten sepanjang turnamen.
Sementara itu, PS Alok harus puas sebagai runner-up dengan membawa pulang piala tetap, piagam, medali, dan uang pembinaan sebesar Rp 15 juta. Hadiah diserahkan oleh Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi.
Adapun penghargaan individu lainnya adalah:
Top Skor: Fandy Sambi (PS Alok)
Kiper Terbaik: Tim Nita FC
dan Best Player:Caesar Gawu

Turnamen yang berlangsung selama 31 hari ini menyedot perhatian besar publik sepakbola Sikka. Ribuan penonton memadati stadion dan menyaksikan langsung laga pamungkas, bersama jajaran pejabat daerah, termasuk Wakil Bupati Sikka, Kapolres, Danlanal Maumere, anggota DPRD, Forkopimda, Direktur Bank NTT, para camat dan kepala desa.
Bupati Sikka, Juventus Kago, dalam sambutannya saat menutup turnamen menegaskan komitmennya untuk melanjutkan turnamen ini ke tahun depan. Ia menyatakan bahwa Piala Bupati Sikka 2026 akan kembali digelar sebagai bagian dari upaya membangkitkan kejayaan sepakbola Sikka.
“Kabupaten Sikka pernah dikenal sebagai lumbung atlet sepakbola berbakat. Kita harus kembalikan kejayaan itu dengan menyelenggarakan pertandingan kompetitif seperti ini,” kata Bupati.
Penutupan turnamen juga diwarnai selebrasi meriah para pendukung Alok Timur B yang membanjiri lapangan dengan sorak kemenangan dan semangat persaudaraan.
Ketua panitia pelaksana, Emanuel Kak Beda, mengingatkan seluruh peserta untuk tidak hanya mengejar hadiah, tetapi menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan.
“Hadiah hanyalah bonus. Yang utama adalah membangun karakter dan semangat sportivitas dalam olahraga,” ujarnya.
Penulis:Sonya Djati
Editor:Redaksi










