Warga Talibura Diserang Buaya Saat Mandi Laut di Pesisir Pantai Nangamerah

- Reporter

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAUMERE-TAJUKNTT-Seorang warga Dusun Nebe A, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, mengalami luka serius setelah diserang buaya saat mandi di pesisir Pantai Nangamerah, Rabu (22/4/2026) petang.

Korban berinisial NN (61), seorang petani asal Habilopong, diketahui pergi mandi laut sekitar pukul 18.00 Wita. Namun, sekitar pukul 19.00 Wita, korban kembali ke rumah dalam kondisi berlumuran darah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan keterangan saksi yang juga istri korban, Bernadeta Bona (47), korban mengaku diserang seekor buaya yang tiba-tiba muncul saat dirinya sedang mandi. Meski sempat digigit, korban berhasil menyelamatkan diri dan pulang ke rumah untuk meminta pertolongan.

“Korban langsung menyampaikan bahwa dirinya digigit buaya saat mandi di laut,” ungkap salah satu saksi.
Korban kemudian segera dilarikan ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami luka serius dan harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap guna mengantisipasi infeksi serta pendarahan.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan warga kepada pihak Kepolisian Sub Sektor Nebe. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, memeriksa kondisi korban, serta mencatat identitas korban dan para saksi.

Kasie Humas Polres Sikka, Iptu Leonard Tunga, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa ini merupakan kali kedua insiden warga digigit buaya di lokasi yang sama.

“Korban diketahui baru pertama kali mandi di lokasi tersebut. Namun sebelumnya sudah pernah terjadi kejadian serupa,” jelasnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di wilayah pesisir, terutama di lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Sikka Butuh Hampir Rp 10 Miliar Gaji 727 PPPK Paruh Waktu, Sekda: Kemampuan Fiskal Hanya Rp 600 Ribu per Bulan
Lara Guru PPPK Paruh Waktu Sikka: Diangkat 5 Januari 2026, Hingga April Belum Terima Gaji
Nasib Miris 207 Guru dan Tenaga Kependidikan PPPK Paruh Waktu di Sikka: Digaji Rp 600 Ribu, DPRD Sebut Tidak Manusiawi
Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah
Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH
Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu
12 Guru Mogok Mengajar, Dinas PKO Sikka Akui Ada Masalah Internal di SMPN Nuba Arat
LPDB Koperasi Datangi Kopdit Obor Mas, Buka Peluang Pinjaman Baru untuk Dorong Ekonomi Anggota
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 03:57 WITA

Warga Talibura Diserang Buaya Saat Mandi Laut di Pesisir Pantai Nangamerah

Senin, 20 April 2026 - 07:54 WITA

Pemkab Sikka Butuh Hampir Rp 10 Miliar Gaji 727 PPPK Paruh Waktu, Sekda: Kemampuan Fiskal Hanya Rp 600 Ribu per Bulan

Senin, 20 April 2026 - 04:58 WITA

Lara Guru PPPK Paruh Waktu Sikka: Diangkat 5 Januari 2026, Hingga April Belum Terima Gaji

Senin, 20 April 2026 - 01:56 WITA

Nasib Miris 207 Guru dan Tenaga Kependidikan PPPK Paruh Waktu di Sikka: Digaji Rp 600 Ribu, DPRD Sebut Tidak Manusiawi

Jumat, 17 April 2026 - 00:24 WITA

Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah

Berita Terbaru