Keterangan foto:Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada Rabu (15/102/2025). Foto:Mia Margaretha Holo.
Sikka- Gunung Api Lewotobi Laki-laki kembali memuntahkan material vulkanik pada Rabu (15/10/2025) pukul 09.21 WITA, disertai dentuman keras dan suara gemuruh yang terdengar hingga wilayah Kabupaten Sikka, berjarak sekitar 60 kilometer dari puncak gunung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, tinggi kolom abu mencapai 8.000 meter di atas puncak atau sekitar 9.584 meter di atas permukaan laut. Kolom abu tebal berwarna kelabu teramati condong ke arah utara dan barat laut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sekitar tiga menit satu detik.
Di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, warga yang mendengar letusan keras segera berhamburan keluar rumah. Tak lama berselang, hujan abu dan pasir mulai turun, menutupi atap rumah dan pekarangan warga.
Maria Yeni Wati (42), warga Kringa, menceritakan detik-detik kepanikan saat letusan terjadi.
“Saya sedang memasak di dapur, bayi saya tertidur di ayunan. Dentuman besar dan getaran tanah membuat saya panik dan segera berlari mengambil anak,” ujarnya.
“Saya pikir setelah erupsi akan terjadi gempa, jadi langsung lari keluar,” tambahnya.
Yeni juga menyebut, letusan dahsyat sudah terjadi sejak Selasa (14/10) malam sekitar pukul 21.00 WITA, membuat warga Boganatar terbangun dari tidur.
“Tiba-tiba dentuman keras membuat kami kaget dan lari keluar. Sekitar tiga jam kemudian, saat dini hari, gunung meletus lagi disertai gemuruh panjang,” kisahnya.
Akibat aktivitas vulkanik yang meningkat, Sekolah Dasar Katolik (SDK) Boganatar memutuskan memulangkan siswa lebih awal pada pukul 10.15 WITA.
Kepala Sekolah, Protus Didimus, mengatakan langkah itu diambil demi keselamatan anak-anak.
“Hari ini terpaksa pulang lebih cepat karena memang dentuman besar sekali tadi. Anak-anak takut dan kami harus pulangkan mereka,” ujar Protus.
“Kami juga khawatir material vulkanik seperti abu dan pasir bisa mengganggu kesehatan mereka,” tambahnya.
<
PVMBG menyatakan status Gunung Lewotobi Laki-laki kini berada pada Level IV atau Awas, setelah rekaman seismik menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas vulkanik.
Dalam periode 13–14 Oktober 2025, PVMBG mencatat: 1 kali Gempa Letusan, 4 kali Gempa Guguran, 9 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Harmonik, 23 kali Gempa Tremor Non-Harmonik, 1 kali Gempa Tornillo, 22 kali Gempa Vulkanik Dalam, 2 kali Gempa Tektonik Lokal, 11 kali Gempa Tektonik Jauh, dan 1 kali Getaran Banjir.
Aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa dangkal, menandakan adanya pergerakan magma menuju permukaan. Pada 14 Oktober, tercatat dua kali gempa vulkanik dalam (VA) dengan amplitudo overscale, yang memperkuat indikasi peningkatan suplai magma.
Penulis: Mia Margaretha Holo










