Maumere – Tajukntt.id – Di sebuah ruang kelas sederhana di Maumere, tangan kecil Odilia Maria Athalia Putri Jeremi Silewe bergerak perlahan, merangkai kata demi kata dengan tulisan tangannya yang masih tampak lugu. Siswi kelas VI dari SDK Bhaktyarsa 143 itu tak sekadar mengikuti lomba menulis. Ia sedang menyusun sebuah pesan yang lahir dari kepeduliannya terhadap sesama anak di Nian Tana Sikka.
Lomba Menulis Pesan Natal untuk Pemimpin, yang digagas Vox Point Indonesia Sikka, menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan suara hati yang jarang terdengar. Bukan sekadar lomba, kegiatan ini memberi kesempatan bagi generasi paling muda untuk berbicara langsung kepada para pemimpin daerah—tanpa podium, tanpa mikrofon, cukup dengan kertas putih dan keberanian.
Odilia, salah satu peserta, memilih menuliskan pesannya kepada Bupati dan Wakil Bupati Sikka. Dalam tulisannya, ia menyampaikan harapan sederhana namun kuat: perhatian bagi anak-anak yang tinggal di pelosok, yang hidup di pinggir jalan, dan teman-temannya yang kurang mampu. Ia berharap pemerintah memberi mereka rasa nyaman dan bangga sebagai bagian dari Nian Tana Sikka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak berhenti di situ, Odilia juga menyinggung persoalan yang sering tak terucap oleh anak-anak seusianya: jalan rusak, fasilitas kesehatan yang terbatas, hingga kekerasan dan perundungan yang masih terjadi di sekolah maupun lingkungan rumah. Dengan bahasa polos, ia menulis sebuah pesan yang sesungguhnya berat: “Saya juga ingin Bapak memperhatikan hak anak-anak dan teman-teman yang mendapatkan kekerasan dan pembullyan.”
Pesan Natal yang ditulis tangan itu bukan sekadar harapan seorang anak. Ia adalah cermin dari suara-suara kecil yang selama ini mungkin luput dari perhatian. Dengan caranya sendiri, Odilia mengingatkan bahwa Natal bukan hanya tentang sukacita, tetapi juga tentang kepedulian pada sesama—terutama mereka yang paling rentan.
Kegiatan lomba ini menjadi bagian dari rangkaian acara menyambut Natal 2025 yang diselenggarakan Vox Point Indonesia Sikka. Melalui tema sederhana, anak-anak diajak menyampaikan harapan untuk daerahnya, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk bersuara.
Di akhir tulisannya, Odilia menutup dengan salam hangat untuk para pemimpin daerah: selamat menyongsong Natal dan Tahun Baru. Sebuah ucapan penuh ketulusan, yang ditulis dengan hati yang jauh lebih besar daripada tubuh kecilnya.
Dan mungkin, di antara tumpukan kertas peserta lainnya, pesan Odilia adalah pengingat yang paling jernih: bahwa masa depan Sikka juga ditentukan oleh suara-suara kecil yang berani berharap.
Penulis : Reporter: Tim Redaksi tajukntt.id
Editor : Wiliam
Sumber Berita : Liputan










