MAUMERE-TAJUKNTT-Kabupaten Sikka memperoleh kucuran anggaran sebesar Rp14.072.876.508 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI pada tahun 2025 untuk program revitalisasi sarana prasarana (sarpras) dan pembelajaran digital.
Tak berhenti di situ, pada 2026 pemerintah daerah kembali mengajukan total 149 sekolah untuk program serupa sebagai bagian dari percepatan peningkatan mutu pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menegaskan komitmen tersebut saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di Lapangan Apel SMPN Alok, Kecamatan Alok, Jumat (2/5/2026).
Menurutnya, pembangunan pendidikan harus dilakukan secara terstruktur melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, masyarakat hingga media.
“Sinergitas bersama akan membentuk ekosistem pendidikan yang terstruktur secara baik, menghasilkan manusia Indonesia berdaya saing dan berkualitas di berbagai bidang,” ujarnya.
Rp 14 Miliar untuk Revitalisasi dan Digitalisasi
Program yang dikucurkan Kemendikdasmen pada 2025 tersebut menyasar berbagai jenjang pendidikan. Rinciannya, 7 SD dengan anggaran Rp5.043.426.577, 9 SMP sebesar Rp7.885.774.931, 2 PAUD Rp507.405.000, serta 1 satuan PNF/SKB Rp636.270.000.
Selain pembangunan fisik, penguatan pembelajaran berbasis teknologi juga dilakukan melalui distribusi 425 unit papan interaktif digital ke sekolah-sekolah. Pemerintah juga menyalurkan perangkat laptop dan harddisk dengan progres distribusi mencapai 75 persen.
Memasuki 2026, Pemkab Sikka mengakselerasi program revitalisasi dengan mengajukan total 149 sekolah. Rinciannya, 87 usulan SD dengan 84 sekolah telah disetujui, 20 usulan SMP dan seluruhnya disetujui dengan 6 sekolah sudah menandatangani perjanjian kerja sama, serta 42 usulan PAUD dengan 34 sekolah disetujui.
Lonjakan jumlah usulan ini menunjukkan tingginya kebutuhan perbaikan sarana pendidikan di Sikka sekaligus keseriusan pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan program revitalisasi.
Dalam waktu dekat, empat sekolah akan menerima bantuan air bersih dan sanitasi dari yayasan gereja. Pemerintah daerah juga mulai menghadirkan akses internet berbasis Starlink secara bertahap untuk menjangkau sekolah-sekolah di wilayah blank spot.
Lanjutnya, Pemkab Sikka juga menaruh perhatian pada pembentukan karakter siswa guna mencegah kekerasan dan perundungan. Upaya ini dilakukan melalui penguatan regulasi sekolah, sistem pelaporan, serta peningkatan kapasitas guru dalam deteksi dini.
Bupati juga menyoroti pentingnya penempatan guru berbasis domisili agar distribusi tenaga pendidik lebih efektif dan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran.
“Dari ruang-ruang kelas hari ini, kita sedang menyiapkan masa depan Sikka yang lebih maju dan bermartabat,” tutupnya.
Upacara Hardiknas tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sikka, unsur DPRD, Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh pendidikan, hingga komunitas literasi di Kabupaten Sikka.










