MAUMERE-TAJUKNTT-Kondisi sarana prasarana di RSUD Tc Hillers Maumere mendapat perhatian serius dari pihak donor internasional. Lantai 2 dan lantai 3 gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit milik Pemkab Sikka tersebut diketahui mengalami kerusakan dan belum dimanfaatkan secara optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyikapi hal tersebut, perwakilan Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir melakukan kunjungan langsung ke RSUD Tc Hillers pada Selasa (05/05/2026).
Tim yang terdiri dari Yos Enos Kusumo serta dua sukarelawan asal Amerika Serikat, Mr. Daniel Wayne Stead dan Mrs. La Dawn Turley Stead, meninjau langsung kondisi fisik bangunan dan lokasi rencana bantuan.
Dalam kunjungan yang didampingi oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, rombongan bertemu langsung dengan Direktur RSUD Tc Hillers, dr. Atanasius P.K. Lameng, S.Ked, MPH.
Berdasarkan pantauan media, tim melihat secara dekat kondisi lantai 2 dan 3 IGD yang terbengkalai karena tidak layak dan mengalami kebocoran di berbagai sisi.
Direktur RSUD Tc Hillers, dr. Atanasius P.K. Lameng dalam wawancara, menjelaskan bahwa dalam diskusi tersebut pihaknya mengusulkan dua poin utama yang mendesak, yakni pembenahan bangunan IGD dan penambahan sumur bor guna mengatasi krisis air bersih.
“Dalam usulan proposal, kami menambahkan tambahan sumur bor baru dan juga perbaikan jaringan instalasi air bersih dan limbah. Kurang lebih itu prioritas yang kami usulkan,” ujar dokter Lameng.
Ia merincikan bahwa usulan perbaikan bangunan IGD diperkirakan menelan biaya Rp1,2 miliar, sementara pembangunan sumur baru sebesar Rp490 juta. Namun, pihak yayasan berkomitmen memberikan hasil yang maksimal dengan menerjunkan tim konsultan ahli.
“Hanya memang pada perkembangan diskusi, mereka menyampaikan untuk yang IGD ini perlu untuk ditelaah lebih lanjut, mereka akan mengirimkan konsultan ahlinya untuk melihat sejauh mana kebutuhan, apakah anggaran itu sesuai atau butuh lebih. Mereka ingin perbaiki IGD dengan kualitas terbaik,” jelasnya.
Terkait kondisi gedung IGD, dr. Atanasius membenarkan bahwa fasilitas yang terdiri dari basement serta lantai 1, 2, dan 3 tersebut hanya bisa dimanfaatkan sebagian. Lantai 2 dan 3 tidak difungsikan sama sekali akibat kebocoran bangunan.
“Untuk basement kami manfaatkan jadi gudang sementara lantai 2 dan lantai 3 tidak dimanfaatkan sejak selesai dibangun. Pada waktu itu, saya juga belum bertugas di sini,” ungkapnya.
Meski demikian, secara struktur bangunan tersebut dinilai masih baik. Jika bantuan perbaikan ini terealisasi, kapasitas pelayanan rumah sakit akan meningkat secara signifikan.
“Jika telah selesai diperbaiki, lantai 2 dan lantai 3 akan mengkomodir untuk ruangan operasi, untuk ruangan ICU, PICU dan untuk perawatan intensif lainnya. Semoga dengan pembenahan ini disetujui, RSUD Tc Hillers bisa memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat Kabupaten Sikka,” tambahnya.
Dihubungi terpisah, Perwakilan Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir, Yos Enos Kusumo, menegaskan bahwa pihaknya sangat memahami kendala yang dihadapi rumah sakit, terutama mengenai akses air bersih sebagai kebutuhan primer medis.
“Kami telah berdiskusi bersama apa yang menjadi prioritas mereka, karena kami sebagai yayasan tentu punya dana terbatas, apa yang kami kerjakan adalah yang menjadi skala prioritas, dan saat ini prioritas mereka adalah air dan kami sangat memahami permasalahan tersebut. Kami berencana untuk membangun satu titik sumur bor di situ dan juga memperbaiki sumber air mereka yang lama,” pungkas Yos Enos Kusumo.









