Meriahkan HKN ke-62, Mahasiswa dan Dosen Tunjukkan Semangat “Gerak Sehat Bersama untuk Maumere Baru”

- Reporter

Saturday, 25 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maumere, TAJUKNTT.ID- 24 Juli 2026 – Semangat membangun masyarakat yang sehat dan produktif ditunjukkan oleh Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere (UMMA) melalui partisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 yang diselenggarakan di Maumere, Jumat (24/7/2026).

Mengusung tema “Gerak Sehat Bersama untuk Maumere Baru”, Prodi Administrasi Kesehatan tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga membawa pesan penting bahwa kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, melainkan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Pada perayaan HKN tahun ini, mahasiswa dan dosen Prodi Administrasi Kesehatan UMMA berpartisipasi dalam dua cabang perlombaan, yakni Mini Soccer Putra dan Tarian Kreasi Tradisional. Keikutsertaan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara kesehatan fisik, pelestarian budaya, serta semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang lebih sehat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere, Yohanes Paulus Mae, S.Kep., M.K.M., yang akrab disapa Loleck Mae, mengatakan bahwa tema HKN tahun ini sangat relevan dengan peran tenaga administrasi kesehatan dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan.

“Gerak Sehat Bersama untuk Maumere Baru mengajak kita semua untuk bergerak. Bergerak untuk sehat jasmani melalui olahraga, bergerak untuk sehat budaya melalui seni, dan bergerak untuk sehat sistem melalui administrasi yang baik. Maumere Baru yang kita cita-citakan tidak akan terwujud tanpa sistem kesehatan yang kuat, dan sistem yang kuat dimulai dari administrasi yang tertib,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan sivitas akademika dalam kegiatan olahraga dan seni bukan sekadar mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam menanamkan budaya hidup sehat kepada mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa Prodi Administrasi Kesehatan UMMA akan terus mencetak lulusan yang unggul secara akademik, memiliki kesehatan jasmani yang baik, serta berjiwa pengabdian untuk mendukung pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Sikka dan Indonesia.

“Hari ini kita bergerak bersama di lapangan dan di panggung. Besok kita bergerak bersama di Puskesmas, Rumah Sakit, dan Dinas Kesehatan untuk melayani masyarakat. Itulah semangat Hari Kesehatan Nasional 2026,” tambahnya.

Hari Kesehatan Nasional: Momentum Memperkuat Sistem Kesehatan

Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati setiap 12 November sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. Peringatan ini berawal dari keberhasilan Indonesia dalam memberantas wabah malaria pada dekade 1960-an dan berkembang menjadi gerakan nasional yang mendorong kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan bangsa.

Lebih dari sekadar seremoni tahunan, HKN menjadi refleksi atas berbagai capaian pembangunan kesehatan sekaligus pengingat bahwa tantangan di sektor kesehatan terus berkembang dan membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Tantangan Besar Kesehatan Indonesia

Memasuki era pembangunan kesehatan modern, Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan yang memerlukan perhatian serius, antara lain:

Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke yang terus meningkat akibat pola hidup tidak sehat.

Stunting pada anak, yang masih menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Ketimpangan akses layanan kesehatan, terutama di wilayah kepulauan, perbatasan, dan daerah terpencil yang masih kekurangan tenaga kesehatan maupun fasilitas pelayanan.

Kesehatan mental, yang semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya tekanan sosial, ekonomi, dan perubahan gaya hidup masyarakat.

Transformasi digital kesehatan, yang membutuhkan sumber daya manusia kompeten dalam pengelolaan data, administrasi, dan tata kelola layanan kesehatan.

Penguatan administrasi dan manajemen pelayanan kesehatan, karena sistem yang baik menjadi fondasi pelayanan yang cepat, transparan, dan berkualitas.

Dalam konteks tersebut, keberadaan tenaga Administrasi Kesehatan menjadi semakin strategis. Mereka berperan memastikan pelayanan kesehatan berjalan efektif melalui pengelolaan data, perencanaan program, pembiayaan, pengendalian mutu, hingga evaluasi kebijakan kesehatan.

Membangun Maumere Baru Dimulai dari Gerakan Bersama

Keikutsertaan Prodi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere dalam HKN ke-62 menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Melalui olahraga, seni, dan penguatan kapasitas akademik, mahasiswa dipersiapkan menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat melayani masyarakat.

Semangat “Gerak Sehat Bersama untuk Maumere Baru” diharapkan tidak berhenti pada perayaan Hari Kesehatan Nasional semata, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Maumere yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

“Masyarakat sehat lahir dari sistem kesehatan yang kuat, dan sistem kesehatan yang kuat dibangun oleh sumber daya manusia yang profesional, administrasi yang tertib, serta kolaborasi semua pihak.” Dengan semangat tersebut, Prodi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi penggerak pembangunan kesehatan Indonesia.

Komentar FB

Penulis : TajukNTT.id

Editor : TajukNTT.id

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nakes Menumpuk di Kota, Puskesmas Pulau Kekurangan, DPRD Sikka Minta Pemkab Evaluasi Penempatan
Seleksi Sekda Sikka, Femmy Bapa, Putu Botha dan Paul Prasetya Raih Nilai Tertinggi
Di Tengah Puskesmas Kepulauan Kekurangan Nakes, 6 Puskesmas Dekat Kota Maumere Justru Kelebihan, Nakes Muda Menumpuk di Kota
Fasilitas dan Nakes Puskesmas Kojagete Masih Kurang, Kadinkes Sikka: Harus Bersabar, Ini Bertahap
Selain Minim Fasilitas, Puskesmas Kojagete Hanya Punya 15 Nakes, Tak Ada Dokter, Warga Pilih Berobat ke RS Kewapante dan Puskesmas Watubaing
Layani 3 Desa Kepulauan, Puskesmas Kojagete, Sikka Tanpa Ambulans dan Mess Nakes, Listrik Masih Pinjam Genset Warga
Berstatus Desa Tertinggal, Warga Desa Kojagete, Sikka Masih Pakai Lampu Pelita, Kades Malik: Kami Diminta Bersabar oleh Pemerintah
Warga Pulau Dambila, Sikka Harus Seberangi Laut Cari Air, PMI Siapkan Respon Bantu Air Bersih
Berita ini 83 kali dibaca
PRODI ADMINISTRASI KESEHATAN UMMA SIAPKAN GENERASI PENGGERAK KESEHATAN

Berita Terkait

Monday, 7 September 2026 - 23:49 WITA

Nakes Menumpuk di Kota, Puskesmas Pulau Kekurangan, DPRD Sikka Minta Pemkab Evaluasi Penempatan

Monday, 7 September 2026 - 11:26 WITA

Seleksi Sekda Sikka, Femmy Bapa, Putu Botha dan Paul Prasetya Raih Nilai Tertinggi

Monday, 7 September 2026 - 10:24 WITA

Di Tengah Puskesmas Kepulauan Kekurangan Nakes, 6 Puskesmas Dekat Kota Maumere Justru Kelebihan, Nakes Muda Menumpuk di Kota

Monday, 7 September 2026 - 02:54 WITA

Selain Minim Fasilitas, Puskesmas Kojagete Hanya Punya 15 Nakes, Tak Ada Dokter, Warga Pilih Berobat ke RS Kewapante dan Puskesmas Watubaing

Monday, 7 September 2026 - 00:04 WITA

Layani 3 Desa Kepulauan, Puskesmas Kojagete, Sikka Tanpa Ambulans dan Mess Nakes, Listrik Masih Pinjam Genset Warga

Berita Terbaru