Dokter Hewan Asal Sikka Jadi Korban Tewas Penembakan di Papua, Bupati Juventus Berduka dan Minta Negara Jangan Diam

- Reporter

Thursday, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

drh.Alfonsius Albinus Mehan

drh.Alfonsius Albinus Mehan

 

MAUMERE-Kabar duka datang dari Papua. Alvonsius Albinus Meha, seorang dokter hewan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi salah satu korban tewas dalam aksi penembakan terhadap tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (9/9/2026).

Alvonsius yang berusia 36 tahun tewas bersama dua rekannya, Aprida Rapi (49) dan Willi Mbuik (26). Ketiganya ditembak saat sedang menjalankan tugas mengantar bantuan bibit babi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tersebut terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Saat itu, ketiga korban bersama delapan orang lainnya sedang melakukan perjalanan dinas.

Rombongan tersebut kemudian dihadang oleh orang tidak dikenal (OTK) yang diduga merupakan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Ilham Datu Ramang menyebut, para korban sempat dipisahkan oleh kelompok bersenjata berdasarkan kategori Orang Asli Papua (OAP) dan non-OAP.

“Dihadang KKB dan dipisah antara orang asli Papua (OAP) dan non-OAP,” kata Ilham menjelaskan kronologi peristiwa tersebut.

Ketiga korban kemudian ditembak. Mereka sempat dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit, namun nyawa ketiganya tidak tertolong.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Faizal Ramadhani pada Kamis (10/9/2026) menyatakan, hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan keterlibatan KKB dari wilayah Nduga.

“Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh KKB dari wilayah Nduga,” kata Faizal dalam keterangan tertulisnya.

Dokter Hewan Asal Sikka

Dari tiga korban tewas, Alvonsius Albinus Meha merupakan satu-satunya dokter hewan. Ia merupakan tenaga yang ditugaskan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya pada Dinas Pertanian.

Alvonsius diketahui merupakan putra Nusa Tenggara Timur. Ia merupakan alumni SMAK Frateran Maumere. Profesi sebagai dokter hewan kemudian membawanya bertugas di Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Dalam insiden penembakan tersebut, Alvonsius dilaporkan terkena tembakan pada bagian kepala hingga menyebabkan dirinya meninggal dunia.

Sementara itu, Aprida Rapi merupakan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Jayawijaya. Ia merupakan sarjana peternakan lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 1996.

Sedangkan Willi Mbuik merupakan CPNS pada Dinas Pertanian Jayawijaya. Perempuan asal Kupang itu merupakan lulusan Universitas Nusa Cendana (Undana) dari bidang agribisnis.

Jenazah Willi telah diterbangkan ke Kupang untuk dimakamkan di kampung halamannya. Sementara jenazah Alvonsius dan Aprida masih berada di Wamena.

Bupati Sikka Sampaikan Belasungkawa

Kabar meninggalnya Alvonsius mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Alvonsius dan dua korban lainnya.

Bupati juga mengecam keras aksi penembakan tersebut dan meminta negara bertanggung jawab dalam menyelesaikan kasus itu.

“Sebagai pemerintah daerah Kabupaten Sikka, kami menyampaikan turut berduka cita dan juga mengecam keras pelaku dan menuntut kepada negara untuk bertanggung jawab terhadap penyelesaian kasus ini,” kata Bupati Sikka kepada media ini, Kamis (10/9/2026).

Menurut Bupati, negara tidak boleh membiarkan kekerasan bersenjata terus merenggut nyawa warga negara, terlebih mereka yang sedang menjalankan tugas kedinasan.

“Jadi tidak boleh diam, negara tidak boleh takut kepada kaum separatis,” ungkap Bupati Sikka.

Ia berharap kasus tersebut dapat ditangani secara serius oleh aparat keamanan dan pemerintah, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Rusak hingga Ban Pecah, Cerita Relawan PMI Sikka Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Pengungsi dan Warga Terdampak Gempa
PMI Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Family Kit untuk Kelompok Rentan di Pulau Dambila, Sikka
Dana Bantuan Presiden Rp 20 Miliar untuk Bencana Gempa di Sikka Baru Terpakai Rp 300 Juta, Ini Penjelasan Pemkab
HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Sikka: Politik Harus Hadir dengan Kerja dan Solusi
Nakes Menumpuk di Kota, Puskesmas Pulau Kekurangan, DPRD Sikka Minta Pemkab Evaluasi Penempatan
Seleksi Sekda Sikka, Femmy Bapa, Putu Botha dan Paul Prasetya Raih Nilai Tertinggi
Di Tengah Puskesmas Kepulauan Kekurangan Nakes, 6 Puskesmas Dekat Kota Maumere Justru Kelebihan, Nakes Muda Menumpuk di Kota
Fasilitas dan Nakes Puskesmas Kojagete Masih Kurang, Kadinkes Sikka: Harus Bersabar, Ini Bertahap
Berita ini 159 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 11 September 2026 - 02:52 WITA

Jalan Rusak hingga Ban Pecah, Cerita Relawan PMI Sikka Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Pengungsi dan Warga Terdampak Gempa

Thursday, 10 September 2026 - 11:24 WITA

Dokter Hewan Asal Sikka Jadi Korban Tewas Penembakan di Papua, Bupati Juventus Berduka dan Minta Negara Jangan Diam

Thursday, 10 September 2026 - 09:19 WITA

PMI Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Family Kit untuk Kelompok Rentan di Pulau Dambila, Sikka

Thursday, 10 September 2026 - 00:40 WITA

Dana Bantuan Presiden Rp 20 Miliar untuk Bencana Gempa di Sikka Baru Terpakai Rp 300 Juta, Ini Penjelasan Pemkab

Monday, 7 September 2026 - 23:49 WITA

Nakes Menumpuk di Kota, Puskesmas Pulau Kekurangan, DPRD Sikka Minta Pemkab Evaluasi Penempatan

Berita Terbaru