MAUMERE-Pemerintah Kabupaten Sikka memastikan bantuan seng untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki telah direalisasikan secara bertahap.
Dari total 33.000 lembar seng yang diusulkan Pemkab Sikka kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 10.000 lembar telah diterima dan didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu disampaikan Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka sekaligus Ketua Satgas Penanganan Bencana Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa atau akrab disapa Femy Bapa, dalam wawancara pada Selasa (25/8/2026) pagi.
Femy menjelaskan, usulan 33.000 lembar seng tersebut diajukan berdasarkan hasil pendataan kondisi masyarakat terdampak erupsi Lewotobi. Saat itu, kerusakan yang banyak dialami masyarakat berada pada bagian atap rumah.
“Pada saat itu masyarakat terdampak kebanyakan mengalami kerusakan di bagian atap seng. Kami selalu berkoordinasi dengan BNPB. Pada saat itu kita mengusulkan permohonan untuk bantuan seng sebanyak 33.000 lembar sesuai dengan kondisi yang ada,” jelasnya.
Usulan tersebut kemudian diverifikasi bersama oleh tim BNPB dan Pemerintah Kabupaten Sikka. Namun, karena kebutuhan masyarakat mendesak dan memasuki musim hujan, BNPB terlebih dahulu mendorong 10.000 lembar seng dari Huntara Flores Timur.
Menurut Femy, 10.000 lembar seng tersebut memiliki spesifikasi BJLS 0,2 dan telah disosialisasikan kepada masyarakat sebelum didistribusikan.
Ia menegaskan, seluruh bantuan tersebut telah disalurkan dan tidak ada seng bantuan yang menumpuk di gudang maupun Posko Pemerintah Kabupaten Sikka.
“Barang yang 10.000 itu langsung didistribusikan, pencatatannya kita lakukan dengan baik, dan kita laporkan ke BNPB,” katanya.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 23.000 lembar dari total usulan 33.000 lembar yang belum terpenuhi apabila dihitung berdasarkan jumlah usulan awal.
Femy menyebut, Pemkab Sikka telah kembali berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta pemenuhan kekurangan tersebut.
“Yang masih harus kita penuhi. Dan itu sudah kami koordinasikan. Jawabannya kita menunggu untuk bisa direalisasikan,” ujarnya.
Selain bantuan dari BNPB, masyarakat terdampak juga menerima bantuan seng dari sejumlah pihak lainnya, di antaranya Caritas dan Anggota DPR RI, DPR, Melchias Markus Mekeng Bapa.
Bantuan tersebut, kata Femy, turut membantu mengurangi kebutuhan seng masyarakat terdampak. Pemkab Sikka selanjutnya mengarahkan bantuan pemerintah kepada warga yang belum mendapatkan bantuan dari pihak lain.
Sementara itu, terkait jumlah kepala keluarga yang menerima distribusi 10.000 lembar seng, Femy mengatakan data tersebut masih dalam proses rekapitulasi oleh tim.
Ia juga menyampaikan, Pemkab Sikka akan menyiapkan kronologi lengkap mengenai proses penerimaan dan distribusi bantuan, termasuk dokumen serta surat-surat terkait.
Hal ini dilakukan untuk memberikan penjelasan secara utuh mengingat proses penanganan masyarakat terdampak erupsi Lewotobi telah berlangsung sejak akhir 2024.
Terkait kekurangan bantuan seng, Femy memastikan Pemkab Sikka akan kembali menyampaikannya kepada BNPB.
“Dimintakan lagi. Dan itu sudah kami koordinasikan. Kebetulan BNPB ada di sini, pasti nanti ini juga kami sampaikan kembali,” pungkasnya.









