PMI Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Family Kit untuk Kelompok Rentan di Pulau Dambila, Sikka

- Reporter

Thursday, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pose bersama warga Pulau Dambila dan relawan PMI Sikka saat penyaluran bantuan air bersih, Kamis (10/9/2026). Foto: Mario Sina.

Pose bersama warga Pulau Dambila dan relawan PMI Sikka saat penyaluran bantuan air bersih, Kamis (10/9/2026). Foto: Mario Sina.

 

MAUMERE-Bagi warga Pulau Dambila, Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, air bersih bukan kebutuhan yang mudah didapat. Bertahun-tahun, mereka harus menyeberangi laut untuk mendapatkan air tawar yang digunakan untuk memasak dan minum.

Kondisi ini kembali mendapat perhatian setelah Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sikka menyalurkan bantuan air bersih sekaligus paket bantuan bagi kelompok rentan di Pulau Dambila, Kamis (10/9/2026) pagi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 9 orang relawan PMI Sikka dengan menumpang kapal motor dari Pelabuhan Nangahale, membawa air bersih untuk membantu warga Pulau Dambila. Setibanya di tambatan perahu Kampung Dambila, puluhan warga sudah menunggu kedatangan PMI Sikka. Sebelumnya kehadiran PMI Cabang Sikka telah dkomunikasikan dengan Penjabat Desa Parumaan, Yohanes Boli.

Warga Dambila bersama anak-anak PAUD dan beberapa siswa SDN Pangabatang juga telah ada di pesisir pantai. Sambil menunggu pemindahan air bersih dengan selang dari kapal ke bak pengisi yang telah disiapkan warga di tambatan perahu, 2 relawan PMI Sikka Sandri Parera dan Iin Koten memberikan sosialisasi singkat mengenai layanan Restoring Family Link (RFL) PMI.

Selanjutnya anak-anak bersama Relawan PMI Sikka bernyanyi. Usai itu, anak-anak juga diajarkan praktik mencuci tangan yang baik dan benar oleh Koordinator WASH dalam program TDB Bencana Gempa Bumi PMI Cabang Sikka, Helmi Boli.

Pada kesempatan itu, PMI Sikka juga menyerahkan bantuan 3 lembar terpal yang diperuntukkan bagi siswa dan guru di SDN Pangabatang yang mana sekolahnya mengalami retak saat bencana gempa melanda Kabupaten Sikka pada 15 Agustus 2026.

Paket bantuan famili kit yang diserahkan relawan PMI Sikka kepada salah satu warga Pulau Dambila.

Koordinator WASH dalam program TDB Bencana Gempa Bumi PMI Cabang Sikka, Helmi Boli, mengatakan pada awalnya PMI merencanakan distribusi sebanyak 5.000 liter air bersih.
Namun, jumlah tersebut harus disesuaikan dengan kapasitas kapal yang disewa untuk mengangkut air menuju pulau tersebut.

“Hari ini PMI Kabupaten Sikka melakukan distribusi bantuan air bersih ke Pulau Dambila, Desa Parumaan, di mana rencana awal menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih tetapi dalam pelaksanaan kapal yang kami sewa itu kapasitas muatan bisa 2.500 liter air. Jadi kami bisa bawa 2.500 liter ke Pulau Dambila,” kata Helmi.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 74 kepala keluarga di Pulau Dambila.
Selain air bersih, PMI Sikka juga memberikan perhatian kepada kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui.

“Sesuai data yang kami dapat dari Pemdes Parumaan, ibu hamil ada 1 orang sementara ibu menyusui ada 13 orang. Jadi, kita memberikan paket untuk ibu hamil dan ibu menyusui sejumlah 14 paket,” ungkapnya.

Paket yang diberikan berisi sejumlah kebutuhan dasar, antara lain sabun mandi, pasta gigi dan sikat gigi, susu untuk bayi, bubur Sun, sarung serta kelambu.

Koordinator Tanggap Darurat Bencana (TDB) Gempa Bumi PMI Sikka, Octavianus Aryo Adithyo, mengatakan penyaluran bantuan ke Pulau Dambila merupakan bagian dari upaya PMI membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana maupun masyarakat di wilayah yang memang memiliki keterbatasan akses.
Distribusi air bersih dan family kit dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga, terutama kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih selama masa tanggap darurat.

“PMI berupaya menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses, termasuk kawasan kepulauan, sehingga bantuan tidak hanya terpusat di wilayah yang mudah dijangkau,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan, penyaluran bantuan ke Pulau Dambila juga menjadi bagian dari upaya PMI untuk memastikan warga tetap mendapatkan dukungan selama masa tanggap darurat gempa bumi di Kabupaten Sikka.

Bertahun-tahun Cari Air dengan Kapal
Bantuan PMI tersebut menjadi penting bagi warga Pulau Dambila karena persoalan air bersih bukan masalah yang baru muncul setelah gempa bumi pada 15 Agustus 2026. Warga setempat telah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan sumber air tawar. Air sumur yang tersedia di Pulau Dambila lebih banyak digunakan untuk mandi dan mencuci karena rasanya payau dan tidak layak untuk kebutuhan konsumsi.

Untuk mendapatkan air minum dan memasak, warga harus menyeberangi laut menuju wilayah Dusun Nebura, Desa Kojagete.

Sumulia, warga Pulau Dambila, mengatakan kebutuhan air bersih selama ini menjadi salah satu persoalan utama masyarakat.

“Terima kasih PMI,” kata Sumulia.
Ia mengatakan, warga harus mencari air bersih ke wilayah lain karena tidak ada sumber air tawar yang dapat digunakan untuk konsumsi di Dambila.

“Kami sudah lama mengalami kekurangan air bersih, di Dambila tidak ada sumber air bersih, air sumur yang ada hanya bisa dipakai untuk mandi dan cuci karena air payau, sementara untuk air bersih untuk makan minum mesti ambil di Desa Kojagete,” ungkap Sumulia.

Anak-anak di Pulau Dambila saat bernyanyi dan belajar bersama relawan PMI Sikka saat penyaluran bantuan air bersih di Pulau Dambila, Kamis (10/9/2026).

Sebelumnya, persoalan tersebut juga terlihat dari aktivitas warga Dambila yang datang menggunakan kapal ke pesisir Dusun Nebura untuk mengambil air dari Mata Air Ledaune 1.
Air tersebut dibawa menggunakan jeriken dan kemudian diangkut kembali ke Dambila.

Warga bahkan harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkan air tersebut. Dalam kondisi normal, air dijual berdasarkan jumlah jeriken. Untuk jeriken berukuran sekitar 20 liter, harga air mencapai Rp 2.000.

Siti Susanti, warga Desa Parumaan, mengatakan dalam sekali perjalanan warga bisa membawa 10 hingga 20 jeriken atau bahkan lebih.

“Per jeriken itu hitungan sekarang sudah Rp 2.000,” katanya.
“20 liter,” ujarnya.

Menurut Siti, biaya yang dikeluarkan dalam sekali perjalanan dapat mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu.
“Iya, bisa sampai 30 ribu,” ujarnya.

Air yang dibawa dari Nebura tersebut terutama digunakan untuk memasak dan kebutuhan minum keluarga.

Kepala Seksi Pelayanan Pemdes Parumaan, Karim, mengatakan persoalan kebutuhan dasar di wilayah kepulauan tersebut sudah berlangsung sebelum gempa bumi 15 Agustus 2026.
Namun, gempa membuat warga kembali mengalami trauma, terutama karena mereka masih mengingat gempa besar tahun 1992.

Penyerahan bantuan terpal bagi SDN Pangabatang, Desa Parumaan oleh PMI Sikka pada Kamis (10/9/2026).

“Kalau terkait dengan bencana gempa bumi pada 15 Agustus lalu, warga khususnya di Desa Parumaan ini sangat ketakutan karena pertama mereka trauma dengan gempa tahun 1992, kemudian pada saat hari kejadian itu khususnya Desa Parumaan mereka banyak yang mengungsi,” ungkap Karim.

“Mereka mengungsi itu mereka cari daratan yang lebih tinggi karena awalnya itu kita dapat berita bahwa ada potensi tsunami makanya banyak warga yang mengungsi dengan tenda darurat seadanya,” lanjutnya.

Karim mengatakan kebutuhan air bersih di wilayah Desa Parumaan, termasuk Pulau Dambila dan Pangabatang, sebenarnya telah menjadi persoalan sejak sebelum bencana.

“Untuk memperoleh air bersih, kita mesti mengambil air bersih menggunakan perahu ke desa tetangga di Kojagete,” ujar Karim.

Menurut dia, warga yang membutuhkan air bersih tersebar di sejumlah wilayah dalam Desa Parumaan.

“Rata-rata semua kepala keluarga membutuhkan air bersih di mana di Dusun C ini ada 200 KK lebih yang mana mencakup Pulau Dambila dan Pulau Pangabatang,” tuturnya.

“Selaku Pemdes Parumaan, kami berharap baik pemerintah maupun yayasan atau pihak lainnya untuk bisa membantu kami di Pulau Dambila dan Pangabatang untuk bisa mendapatkan akses air bersih yang memadai,” ujarnya

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana Bantuan Presiden Rp 20 Miliar untuk Bencana Gempa di Sikka Baru Terpakai Rp 300 Juta, Ini Penjelasan Pemkab
HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Sikka: Politik Harus Hadir dengan Kerja dan Solusi
Nakes Menumpuk di Kota, Puskesmas Pulau Kekurangan, DPRD Sikka Minta Pemkab Evaluasi Penempatan
Seleksi Sekda Sikka, Femmy Bapa, Putu Botha dan Paul Prasetya Raih Nilai Tertinggi
Di Tengah Puskesmas Kepulauan Kekurangan Nakes, 6 Puskesmas Dekat Kota Maumere Justru Kelebihan, Nakes Muda Menumpuk di Kota
Fasilitas dan Nakes Puskesmas Kojagete Masih Kurang, Kadinkes Sikka: Harus Bersabar, Ini Bertahap
Selain Minim Fasilitas, Puskesmas Kojagete Hanya Punya 15 Nakes, Tak Ada Dokter, Warga Pilih Berobat ke RS Kewapante dan Puskesmas Watubaing
Layani 3 Desa Kepulauan, Puskesmas Kojagete, Sikka Tanpa Ambulans dan Mess Nakes, Listrik Masih Pinjam Genset Warga
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 10 September 2026 - 09:19 WITA

PMI Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Family Kit untuk Kelompok Rentan di Pulau Dambila, Sikka

Thursday, 10 September 2026 - 00:40 WITA

Dana Bantuan Presiden Rp 20 Miliar untuk Bencana Gempa di Sikka Baru Terpakai Rp 300 Juta, Ini Penjelasan Pemkab

Wednesday, 9 September 2026 - 06:34 WITA

HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Sikka: Politik Harus Hadir dengan Kerja dan Solusi

Monday, 7 September 2026 - 23:49 WITA

Nakes Menumpuk di Kota, Puskesmas Pulau Kekurangan, DPRD Sikka Minta Pemkab Evaluasi Penempatan

Monday, 7 September 2026 - 11:26 WITA

Seleksi Sekda Sikka, Femmy Bapa, Putu Botha dan Paul Prasetya Raih Nilai Tertinggi

Berita Terbaru