Maumere-Tajukntt.id- Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Inerie II akhirnya bersandar di Pulau Palu’e, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran kapal tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Pulau Palu’e, terutama dalam mendukung kelancaran distribusi bantuan dan kebutuhan pokok masyarakat.
KMP Inerie II didatangkan untuk menggantikan KM Ile Ape yang saat ini naik docking atau menjalani perawatan. Dengan demikian, aktivitas transportasi laut menuju Pulau Palu’e tetap dapat berjalan dan kebutuhan masyarakat tidak terhambat selama KM Ile Ape menjalani proses perawatan.
Kehadiran KMP Inerie II juga tidak terlepas dari perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat Pulau Palu’e. Arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan akses distribusi bantuan ke wilayah kepulauan tetap berjalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Palu’e, Rudolfus Riba, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayahnya.
“Terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, Gubernur NTT Bapak Melkiades Laka Lena, Bapak Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, pihak ASDP Indonesia Ferry yang telah membantu akomodasi distribusi bantuan untuk warga Pulau Palu’e,” ungkap Rudolfus Riba.
Menurut Rudolfus, kehadiran KMP Inerie II bukan hanya berkaitan dengan transportasi, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi masyarakat Palu’e. Di tengah berbagai keterbatasan sebagai wilayah kepulauan, kelancaran jalur laut menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan warga.
Ia berharap pelayanan transportasi dan distribusi bantuan dapat terus berjalan dengan baik sehingga masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi berbagai kondisi yang ada.
“Bagi kami masyarakat Palu’e, hadirnya kapal ini adalah sebuah bentuk perhatian dan kepedulian. Kami menyambutnya dengan penuh syukur. Semoga semua pihak yang telah membantu terus diberi kesehatan dan kekuatan untuk melayani masyarakat,” tutur Rudolfus.
Ia juga mengajak masyarakat Palu’e untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman, tertib dan kondusif selama proses distribusi bantuan maupun aktivitas pelayaran berlangsung.
“Mari kita terima semua bantuan dengan hati yang tenang dan penuh rasa syukur. Apa yang datang hari ini adalah bentuk kepedulian untuk masyarakat. Kita jaga bersama agar distribusinya berjalan lancar dan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan,” katanya.
Rudolfus menambahkan, masyarakat Palu’e tidak hanya membutuhkan bantuan dalam bentuk barang, tetapi juga membutuhkan perhatian dan kepastian bahwa akses transportasi laut tetap tersedia.
Karena itu, pengoperasian KMP Inerie II diharapkan dapat menjadi solusi sementara selama KM Ile Ape menjalani docking, sekaligus memastikan roda kehidupan masyarakat di Pulau Palu’e tetap bergerak.
“Semoga kapal ini membawa manfaat, bukan hanya membawa barang. Semoga juga membawa harapan dan rasa bahwa masyarakat Palu’e selalu mendapat perhatian dari pemerintah dan semua pihak,” pungkasnya.
Kehadiran KMP Inerie II pun disambut sebagai kabar baik bagi warga. Kapal tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas Pulau Palu’e dengan wilayah daratan Flores, sekaligus memperlancar arus logistik dan bantuan bagi masyarakat.
Penulis : tajuk NTT
Editor : TajukNTT.id
Sumber Berita : Liputan










