SDN Hepang di Sikka Dapat Bantuan Smart TV, Padahal Tak Ada Listrik

- Reporter

Thursday, 15 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAUMERE-Bantuan perangkat pembelajaran digital berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau Smart TV di SDN Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, belum dapat dimanfaatkan akibat ketiadaan akses listrik.

Maria Ayuningsih Larasati, siswi kelas IV SDN Hepang, mengatakan dirinya bersama teman-teman belum menggunakan papan digital tersebut dalam kegiatan belajar mengajar di kelas karena sekolah mereka belum memiliki pasokan listrik yang memadai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, para siswa masih mengikuti pembelajaran dengan cara konvensional, menggunakan papan tulis seperti yang selama ini dilakukan.

Kondisi tersebut membuat siswa belum bisa merasakan manfaat teknologi pembelajaran digital yang telah tersedia di sekolah mereka.

Kepala SDN Hepang, Paulus Arabaha, membenarkan bahwa perangkat tersebut belum digunakan secara optimal. Menurut dia, sekolah sesekali mengoperasikannya menggunakan generator set (genset), tetapi penggunaannya sangat terbatas karena biaya bahan bakar yang cukup mahal.

“Sepanjang saat ini kami menggunakan genset, tapi sekali-sekali mungkin dalam satu bulan satu kali, untuk istilahnya pemanasan saja,” kata Paulus, Rabu (15/12026) pagi.

Interactive Flat Panel merupakan layar interaktif digital yang mendukung pembelajaran melalui tampilan materi visual, tulisan, gambar, dan konten elektronik. Perangkat ini diharapkan membantu guru menyampaikan materi secara lebih interaktif.

Namun, karena pasokan listrik belum memadai, kegiatan belajar mengajar di SDN Hepang masih mengandalkan papan tulis putih atau whiteboard.

“KBM-nya masih manual, pakai whiteboard. Kalau mau pakai elektrik, kendalanya di listrik saja,” ujar Paulus.

Ia menjelaskan, penggunaan genset selama beberapa jam, mulai pagi hingga siang, dapat menghabiskan biaya bahan bakar hingga ratusan ribu rupiah. Di Dusun Hepang, bahan bakar yang dijual dalam kemasan botol air mineral mencapai Rp 20.000 per botol.

Biaya tersebut membuat sekolah tidak bisa mengoperasikan perangkat digital setiap hari. Akibatnya, fasilitas yang disediakan pemerintah belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang pembelajaran.

Keterbatasan listrik di sekolah tidak terlepas dari kondisi Dusun Hepang yang sebagian besar wilayahnya belum terjangkau jaringan listrik. Dari tiga dusun di Desa Nenbura, hanya Hepang yang sebagian besar warganya belum menikmati layanan listrik secara memadai.

Berdasarkan data pemerintah desa, Dusun Hepang dihuni 159 kepala keluarga atau sekitar 600 jiwa yang menempati 102 rumah. Dari jumlah tersebut, baru 12 rumah yang telah teraliri listrik. Sebagian warga lainnya masih mengandalkan lampu pelita atau perangkat penerangan tenaga surya yang sebagian telah rusak.

Kondisi ini tidak hanya menghambat pemanfaatan teknologi di sekolah, tetapi juga menyulitkan siswa belajar pada malam hari karena keterbatasan penerangan di rumah.

Paulus berharap persoalan listrik di Dusun Hepang mendapat perhatian agar sekolah dapat memanfaatkan perangkat pembelajaran digital secara rutin.

Pengadaan teknologi pendidikan, menurut dia, perlu didukung infrastruktur dasar listrik yang memadai agar manfaatnya benar-benar dirasakan guru dan siswa.

“Harapan saya sebagai kepala sekolah supaya akses pembelajaran lebih maksimal itu paling tidak harus ada listrik. Alangkah baiknya secepatnya, mudah-mudahan pada Natal ini sebagai kado buat masyarakat Dusun Hepang bisa menikmati listrik,” ungkapnya.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CT Scan RSUD TC Hillers Masih Tunggu Suku Cadang dari China
PGRI dan TaGSi Sikka Kecam Keras Dugaan Guru Dikatai “Monyet” oleh Oknum Pegawai Kemenag Sikka, Sebut Ada Indikasi Rasis dan Bullying
442 Pendaftar Beasiswa “Satu KK Miskin, Satu Sarjana” Diseleksi Ketat, Kabag Kesra Setda Sikka: Hanya 327 yang Akan Ditetapkan
BPJS Kesehatan Luncurkan NADI JKN, Peserta Kini Bisa Menabung untuk Bayar Iuran
Kelas Ibu Hamil di Kelurahan Kota Uneng, Edukasi Manfaat Buah Bit untuk Cegah Anemia
16 Sekolah di Sikka Terima Bantuan Revitalisasi Tahap I 2026, Ini Daftar Penerima dan Besaran Anggarannya
Membuka Jalan Masa Depan: Yoseph Karmianto Eri Prakarsai Beasiswa Pelatihan Komputer untuk Pemuda Sikka
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 15 October 2026 - 01:50 WITA

SDN Hepang di Sikka Dapat Bantuan Smart TV, Padahal Tak Ada Listrik

Friday, 14 August 2026 - 03:31 WITA

CT Scan RSUD TC Hillers Masih Tunggu Suku Cadang dari China

Thursday, 6 August 2026 - 23:52 WITA

PGRI dan TaGSi Sikka Kecam Keras Dugaan Guru Dikatai “Monyet” oleh Oknum Pegawai Kemenag Sikka, Sebut Ada Indikasi Rasis dan Bullying

Thursday, 6 August 2026 - 13:08 WITA

442 Pendaftar Beasiswa “Satu KK Miskin, Satu Sarjana” Diseleksi Ketat, Kabag Kesra Setda Sikka: Hanya 327 yang Akan Ditetapkan

Wednesday, 5 August 2026 - 02:40 WITA

BPJS Kesehatan Luncurkan NADI JKN, Peserta Kini Bisa Menabung untuk Bayar Iuran

Berita Terbaru