
Sikka-Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Maumere menggelar kegiatan Kelas Artificial Intelligence (AI) perdana di Aula SMA Negeri 2 Maumere, Sabtu (6/9). Program ini diikuti puluhan guru dari jenjang TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Mafindo Maumere, Karlin Karmadina, mengatakan kegiatan ini bertujuan membekali tenaga pendidik dengan pemahaman dasar mengenai kecerdasan buatan. Dengan begitu, para guru dapat lebih adaptif menghadapi perkembangan teknologi sekaligus mengantisipasi dampak negatif penyalahgunaan AI, termasuk penyebaran hoaks di lingkungan pendidikan.
“Kami ingin para pendidik tidak hanya melek digital, tetapi juga kritis dan bijak dalam memanfaatkan teknologi AI. Guru adalah garda terdepan dalam membentuk literasi digital bagi generasi muda,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi pemaparan materi dasar AI, praktik penggunaan aplikasi sederhana, hingga diskusi mengenai etika pemanfaatan teknologi. Suasana kelas terlihat hidup, para peserta aktif bertanya serta berbagi pengalaman tentang tantangan pembelajaran di era digital.
Salah satu peserta, Revi Guru yang mengabdi di SPNF SKB Sikka, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat.
“Selama ini kami banyak mendengar tentang AI, tapi belum tahu cara menggunakannya dengan tepat. Lewat kelas ini, kami jadi punya gambaran jelas sekaligus termotivasi untuk mengajarkannya kepada siswa,” katanya.
Kelas AI yang digagas Mafindo Maumere ini merupakan bagian dari program literasi digital nasional. Ke depan, Mafindo berencana memperluas kegiatan serupa ke sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat di Kabupaten Sikka.










