MAUMERE-Akses jalan yang terjal dan berbatu tak menyurutkan langkah Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, untuk menemui warga terdampak gempa di Desa Mahebora, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.
Pada Rabu (2/9/2026) malam, Bupati Juventus bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Desa Mahebora. Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan 80 paket bantuan sembako kepada warga yang terdampak gempa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyerahan bantuan berlangsung di Dusun Hagarahu. Puluhan warga berkumpul untuk menerima bantuan sekaligus menyampaikan kondisi yang mereka alami setelah gempa mengguncang wilayah Kabupaten Sikka.
Perjalanan menuju Dusun Hagarahu bukan perjalanan yang mudah. Rombongan Bupati harus melewati ruas jalan Nangablo-Hagarahu yang sebagian kondisinya terjal, berbatu dan berlubang.
Bahkan, kendaraan yang ditumpangi Bupati Juventus, Toyota Innova Zenix, sempat kesulitan saat melewati salah satu tikungan menanjak sebelum memasuki Dusun Hagarahu.
Kondisi jalan tersebut menjadi salah satu persoalan yang turut disampaikan warga kepada Bupati dalam kunjungan tersebut.
Penjabat Kepala Desa Mahebora, Yohanes Nurak, mengatakan selain persoalan akses jalan, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan milik warga, termasuk fasilitas umum.
Menurut Yohanes, berdasarkan data sementara pemerintah desa, terdapat 20 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Dari jumlah tersebut, lima rumah masuk kategori rusak berat, enam rumah rusak sedang dan sembilan lainnya mengalami rusak ringan.
“Totalnya 20 rumah. Rusak berat lima, sedang enam, dengan ringan sembilan,” kata Yohanes.
Ia menjelaskan, kerusakan pada rumah yang masuk kategori berat terutama terjadi pada bagian struktur bangunan.
“Struktur bangunan. Tembok semua,” ujarnya.
Selain rumah warga, bangunan kapela dan sekolah di wilayah tersebut juga mengalami kerusakan. Kapela dilaporkan mengalami retak, demikian pula bangunan sekolah.
Yohanes mengatakan, wilayah yang paling merasakan dampak gempa berada di Dusun Sara Jawa. Namun, bantuan sembako yang diserahkan dalam kunjungan Bupati kali ini baru diperuntukkan bagi warga di dua dusun.
“Untuk dua dusun, Dusun Hagarahu dan Batu Liting,” katanya.

Desa Mahebora sendiri memiliki 202 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 981 jiwa. Karena itu, menurut Yohanes, bantuan sebanyak 80 paket tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga yang membutuhkan.
“Iya, masih kurang,” ujarnya ketika ditanya apakah jumlah bantuan yang diterima masih belum mencukupi.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sikka yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada warga.
“Kalau tanggapan saya, saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena sudah memberikan bantuan kepada masyarakat, tetapi masih banyak KK yang memang harus membutuhkan bantuan sembako,” kata Yohanes.
Bupati Janji Turunkan Tim Teknis
Dalam pertemuan dengan warga, sejumlah masyarakat juga menyampaikan kondisi rumah mereka yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Bupati Juventus kemudian berjanji akan menurunkan tim teknis untuk melakukan verifikasi terhadap kerusakan bangunan yang dilaporkan warga.
Verifikasi tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi kerusakan setiap bangunan sekaligus menentukan penanganan yang diperlukan sesuai tingkat kerusakannya.
Selain persoalan rumah warga, kondisi jalan juga menjadi perhatian. Yohanes menyebut ruas Nangamblo-Hagarahu yang menjadi akses menuju wilayah tersebut memiliki panjang sekitar delapan kilometer.
Menurutnya, sebagian ruas jalan rabat tersebut kini sudah mengalami kerusakan dan terdapat banyak lubang.
“Delapan kilo. Itu yang ada, tapi ini jalan rabat yang sudah lubang banyak,” ujarnya.
Pemerintah desa berharap perhatian dan bantuan bagi warga terdampak dapat terus berlanjut, terutama bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan dan masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.










