Usai Galang Dana Sepekan, Forum Pemuda Hoder Antar Uluran Kasih Warga untuk Korban Gempa di Palue

- Reporter

Wednesday, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAUMERE-Kepedulian terhadap warga yang terdampak gempa bumi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, datang dari sejumlah pemuda di Desa Hoder, Kecamatan Waigete.

Sejumlah remaja dan pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Hoder berinisiatif menggalang dana untuk membantu warga terdampak bencana gempa di Kecamatan Palue.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama sepekan, para pemuda berdiri di jalur utama Trans Maumere-Larantuka dengan membawa spanduk sebagai penanda aksi kemanusiaan. Mereka mengajak pengguna jalan yang melintas untuk menyisihkan sebagian rezeki bagi warga Palue yang sedang menghadapi dampak bencana.

Aksi tersebut dilakukan secara sederhana. Namun, dari tangan ke tangan, kepedulian warga kemudian terkumpul dan diubah menjadi berbagai kebutuhan yang bisa langsung digunakan oleh masyarakat terdampak.

Koordinator kegiatan, Marianus Benykor Sino, mengatakan aksi tersebut merupakan inisiatif para pemuda Desa Hoder sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Palue.

“Semua yang kami berikan ada uluran kasih dari semua saudara kita yang sempat melibatkan diri lewat pemberian sumbangan dengan hati yang ikhlas untuk saudara kita di Kecamatan Palue,” ujar Bento, demikian ia disapa.

Ia menuturkan, kegiatan penggalangan dana berlangsung selama satu minggu. Dari aksi tersebut, keseluruhan dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp3.575.000.

Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan dasar yang dinilai dapat membantu warga terdampak gempa.

Bantuan yang disiapkan antara lain 24 dos air mineral Aqua, 24 lembar tikar, popok anak, sabun mandi Nuvo, pasta gigi Pepsodent, sikat gigi, Top Kopi Susu, biskuit, makanan ringan, deterjen Rinso Daia, dan susu Indomilk.

Bagi para pemuda, barang-barang tersebut menjadi bentuk nyata dari kepedulian warga yang sebelumnya diberikan dalam bentuk sumbangan.

“Sebagian orang mungkin memberi tidak banyak, tetapi ketika dikumpulkan bersama, akhirnya bisa menjadi bantuan yang bisa kita bawa untuk saudara-saudara kita di Palue,” kata Bento.

Wilibordus Nong Ipir, salah satu inisiator Forum Pemuda Hoder mengungkapkan, aksi tersebut juga bukan hanya tentang mengumpulkan dana. Para pemuda ingin menunjukkan bahwa masyarakat di desa pun dapat mengambil bagian dalam membantu sesama, terutama ketika terjadi bencana.

Ia berharap bantuan yang telah disiapkan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh warga yang menerimanya.

“Bantuan ini memang sederhana, tetapi ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan kami. Kami berharap apa yang kami antar ini bisa sedikit meringankan kebutuhan saudara-saudara kita di Palue,” ujarnya.

Bento mengatakan bantuan tersebut rencananya diantarkan langsung ke Palue pada hari ini. Tujuannya adalah Desa Lidi, khususnya Dusun Natahabi.

“Bantuan tersebut rencananya diantarkan langsung ke Palue pada hari ini, dengan tujuan Desa Lidi, khususnya Dusun Natahabi,” ungkapnya.

Ia berharap bantuan yang dikumpulkan dari kepedulian warga tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak gempa.

Menurut Bento, meskipun bantuan yang diberikan tidak besar, proses penggalangan dana tersebut menunjukkan adanya kepedulian dan kebersamaan masyarakat untuk membantu sesama yang sedang menghadapi bencana.

“Semua doa dan harapan dari kami, semoga keikhlasan kami ini bermanfaat bagi saudara kami yang terdampak,” katanya.

Setelah sepekan menggalang dana di jalan, para pemuda Hoder kini telah membawa bantuan tersebut menuju Palue dengan menumpang kapal motor Candityo malam ini.

Mereka berharap uluran kasih warga yang dititipkan melalui aksi tersebut dapat sampai kepada korban bencana yang membutuhkan.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nakes Menumpuk di Kota, Puskesmas Pulau Kekurangan, DPRD Sikka Minta Pemkab Evaluasi Penempatan
Seleksi Sekda Sikka, Femmy Bapa, Putu Botha dan Paul Prasetya Raih Nilai Tertinggi
Di Tengah Puskesmas Kepulauan Kekurangan Nakes, 6 Puskesmas Dekat Kota Maumere Justru Kelebihan, Nakes Muda Menumpuk di Kota
Fasilitas dan Nakes Puskesmas Kojagete Masih Kurang, Kadinkes Sikka: Harus Bersabar, Ini Bertahap
Selain Minim Fasilitas, Puskesmas Kojagete Hanya Punya 15 Nakes, Tak Ada Dokter, Warga Pilih Berobat ke RS Kewapante dan Puskesmas Watubaing
Layani 3 Desa Kepulauan, Puskesmas Kojagete, Sikka Tanpa Ambulans dan Mess Nakes, Listrik Masih Pinjam Genset Warga
Berstatus Desa Tertinggal, Warga Desa Kojagete, Sikka Masih Pakai Lampu Pelita, Kades Malik: Kami Diminta Bersabar oleh Pemerintah
Warga Pulau Dambila, Sikka Harus Seberangi Laut Cari Air, PMI Siapkan Respon Bantu Air Bersih
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 7 September 2026 - 23:49 WITA

Nakes Menumpuk di Kota, Puskesmas Pulau Kekurangan, DPRD Sikka Minta Pemkab Evaluasi Penempatan

Monday, 7 September 2026 - 11:26 WITA

Seleksi Sekda Sikka, Femmy Bapa, Putu Botha dan Paul Prasetya Raih Nilai Tertinggi

Monday, 7 September 2026 - 10:24 WITA

Di Tengah Puskesmas Kepulauan Kekurangan Nakes, 6 Puskesmas Dekat Kota Maumere Justru Kelebihan, Nakes Muda Menumpuk di Kota

Monday, 7 September 2026 - 02:54 WITA

Selain Minim Fasilitas, Puskesmas Kojagete Hanya Punya 15 Nakes, Tak Ada Dokter, Warga Pilih Berobat ke RS Kewapante dan Puskesmas Watubaing

Monday, 7 September 2026 - 00:04 WITA

Layani 3 Desa Kepulauan, Puskesmas Kojagete, Sikka Tanpa Ambulans dan Mess Nakes, Listrik Masih Pinjam Genset Warga

Berita Terbaru