MAUMERE, TAJUKNTT-Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Bupati Simon Subandi Supriadi, Pemerintah Kabupaten Sikka mencatatkan lompatan signifikan dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Berdasarkan laporan capaian kinerja periode 20 Februari 2025 hingga 20 Februari 2026, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sikka berhasil merangkak naik ke level 73,37 dari angka 69,96 pada tahun 2024.
Kenaikan IPM ini merupakan buah dari komitmen serius duet Juventus-Subandi dalam menjalankan Misi I RPJMD 2025-2029, yakni meningkatkan kualitas SDM yang unggul, inovatif, dan berkarakter sosial melalui penguatan sektor pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam setahun terakhir, Pemkab Sikka melakukan perbaikan besar-besaran terhadap sarana dan prasarana pendidikan. Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), sebanyak 96 unit ruang kelas telah direhabilitasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Tak hanya bangunan fisik, pemerintah juga menyalurkan 2.699 set mebeler (meja dan kursi) baru, membangun 5 unit Ruang Kelas Baru (RKB), serta merehabilitasi 5 unit ruang guru. Sementara itu, pada jenjang SMP, progres terlihat nyata dengan pembangunan 7 unit sekolah baru (USB) dan 12 unit Ruang Kelas Baru.
Peningkatan kualitas pendidikan di Sikka juga dibarengi dengan perhatian pada kesejahteraan garda terdepan pendidikan. Sebanyak 725 guru honorer dari tingkat PAUD hingga SMP telah mendapatkan peningkatan insentif. Langkah ini diambil untuk memastikan motivasi mengajar tetap terjaga demi mencetak generasi Sikka yang cerdas.
Selain insentif, Pemkab Sikka juga memfasilitasi pengembangan karir bagi 315 guru dan memberikan orientasi kepada 261 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dukungan pendidikan tinggi juga diberikan melalui bantuan belajar tugas akhir bagi 43 ASN yang menempuh jenjang D3 hingga S3.
Keberhasilan sektor pendidikan juga tercermin dari angka Harapan Lama Sekolah (HLS) yang mencapai 16,17 tahun dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di angka 9,39 tahun.
Sisi prestasi juga tidak luput dari perhatian, di mana tiga sekolah di Sikka berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata (Lomba Kebersihan Lingkungan), yakni SMPK Frater Maumere (Juara I), SMAK Bhaktyarsa (Juara II), dan SMKN 1 Maumere (Juara III). Untuk mendukung mobilitas siswa, Pemkab Sikka juga telah mengoperasikan 1 unit Bus Sekolah tambahan hasil hibah dari Kementerian Perhubungan.
“Capaian IPM sebesar 71,1 ini adalah bukti nyata bahwa investasi kita pada pendidikan dan kesejahteraan guru mulai membuahkan hasil. Kami akan terus memastikan infrastruktur sekolah merata hingga ke pelosok desa agar tidak ada lagi anak Sikka yang tertinggal,” ujar Bupati Juventus dalam laporan capaian kinerja tersebut.









