Maumere -Tajukntt.id – Di tengah arus transformasi digital yang bergerak cepat, kebutuhan akan sumber daya manusia yang terampil bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, ikhtiar itu menemukan bentuknya melalui kolaborasi antara kebijakan publik dan pendidikan nonformal.
Adalah anggota DPRD Kabupaten Sikka Fraksi PKB, Yoseph Karminto Eri, yang sejak 2023 mengalokasikan anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) untuk mendukung pelatihan desain grafis dan aplikasi perkantoran bagi generasi muda. Program ini dilaksanakan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Karunia Bunda, yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Waioti, Maumere.
Menjawab Kesenjangan, Membuka Akses
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
LKP Karunia Bunda lahir dari kesadaran sederhana namun visioner: tidak semua lulusan SMA/SMK memiliki akses langsung ke pendidikan tinggi, sementara dunia kerja semakin menuntut kompetensi digital yang terukur. Di Flores bagian timur, kebutuhan akan pelatihan komputer yang terstruktur, terjangkau, dan berbasis sertifikasi menjadi ruang pengabdian yang nyata.
Sejak awal dekade 2010-an, lembaga ini konsisten menyelenggarakan pelatihan berbasis praktik, mulai dari aplikasi perkantoran, desain grafis, pengolahan video, hingga literasi digital untuk kebutuhan administrasi modern. Bukan sekadar transfer keterampilan teknis, melainkan pembentukan kompetensi kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Dengan terdaftar resmi dalam sistem pendidikan nasional dan mengantongi Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK), Karunia Bunda membuka peluang kolaborasi melalui program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK). Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional.
Kepercayaan sebagai tempat pelaksanaan uji kompetensi nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta desain grafis di wilayah Flores semakin menegaskan standar mutu yang dijaga lembaga ini.
62 Peserta dari 18 Kecamatan
Program yang didanai melalui Pokir Yoseph Karminto Eri tahun ini mencatat antusiasme tinggi. Lebih dari 200 pendaftar mengikuti proses seleksi, dan 62 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti pelatihan. Mereka berasal dari 18 dari total 21 kecamatan di Kabupaten Sikka.
“Sebanyak 62 peserta mengikuti pelatihan ini dari lebih 200 pendaftar. Mereka tersebar di 18 kecamatan. Ini menunjukkan semangat generasi muda Sikka untuk meningkatkan keterampilan digital sangat besar,” ujar Yoseph Karminto Eri.
Politisi yang juga pernah memimpin DPRD Sikka periode 2019–2024 itu menegaskan, dukungan anggaran Pokir bukan sekadar program rutin, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang membangun daya saing daerah.
“Karunia Bunda adalah laboratorium skill bagi generasi muda anak nian tanah Sikka. Di dalamnya ada ‘emas’ yang harus digerakkan. Kita ingin mereka meniti keterampilan, meniti skill, sehingga mampu bersaing di pasar digitalisasi,” ungkapnya di hadapan para peserta pelatihan (Kamis, 19 Februari 2026)
Keterampilan sebagai Jawaban Pasar Kerja
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Ferdinandus Lepe, menilai program ini sebagai langkah strategis di tengah ketatnya persaingan tenaga kerja.
“Program ini sangat luar biasa, terutama saat persaingan pasar tenaga kerja semakin ketat. Kebutuhan akan keterampilan, khususnya di bidang teknologi, menjadi sangat penting,” tegasnya saat membuka kegiatan pelatihan.
Menurutnya, peningkatan kapasitas melalui pelatihan berbasis kompetensi menjadi salah satu solusi konkret untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.
Ruang Tumbuh dan Mobilitas Sosial
Bagi banyak alumninya, Karunia Bunda bukan sekadar tempat kursus. Ia menjadi ruang tumbuh. Lulusannya kini tersebar di sektor pemerintahan, perbankan, lembaga swasta, bahkan merintis usaha mandiri berbasis digital. Sertifikat kompetensi yang mereka peroleh bukan hanya dokumen administratif, tetapi tiket menuju mobilitas sosial yang lebih baik.
Dalam situasi darurat sekalipun—seperti saat sejumlah sekolah terdampak bencana alam—lembaga ini pernah berperan sebagai mitra penyelenggara ujian kompetensi bagi siswa SMK, memastikan proses pendidikan tetap berlanjut.
Penulis : Wiliam
Editor : TajukNTT.id
Sumber Berita : Liputan








