MAUMERE,TAJUKNTT-Warga Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, dikejutkan dengan peristiwa tragis yang menimpa seorang guru berinisial Y.A (34). Korban ditemukan dalam keadaan tergantung di dalam kamar rumahnya pada Minggu (12/4/2026) sore sekitar pukul 16.48 WITA.
Kapolres Sikka melalui Kasie Humas Polres Sikka, Ipda Leonard Tunga, mengonfirmasi kejadian tersebut. Korban diketahui merupakan seorang tenaga pendidik (Guru PPPK) yang bertugas di SMP Nuba Arat, Kecamatan Kangae.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat korban baru saja tiba di Maumere setelah melakukan perjalanan dari Kupang. Berdasarkan keterangan saksi, yakni kakak ipar korban (A.D) dan kakak kandung korban (A.H.S), mereka sebelumnya telah berkomunikasi untuk menjemput korban di Bandara Frans Seda Maumere.
Namun, setibanya di bandara, saksi tidak bertemu dengan korban. Melalui sambungan telepon, korban mengabarkan bahwa dirinya sudah berada di kediamannya di Watuliwung.
“Saksi kemudian menuju rumah korban. Setibanya di sana, mereka memanggil korban dari luar namun tidak ada jawaban. Saat pintu kamar dibuka, saksi mendapati korban sudah dalam posisi tergantung pada tiang kuda-kuda rangka baja ringan menggunakan tali nilon biru,” ujar Ipda Leonard Tunga.
Melihat kondisi korban, kedua saksi sempat berupaya melakukan penyelamatan. Saksi A.H.S memegang kaki korban yang dirasakan masih hangat dan berkeringat, sementara saksi A.D memotong tali menggunakan parang.
Keluarga sempat melarikan korban ke RSUD Tc. Hillers Maumere menggunakan mobil pick-up karena merasa denyut nadi korban masih ada. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis di ruang IGD, dokter menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.
Pihak Kepolisian Resor Sikka melalui Kanit Identifikasi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas mengamankan sejumlah barang bukti dan mencatat keterangan saksi-saksi di lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Polres Sikka, korban selama ini tinggal sendirian di rumahnya, sementara ibu kandungnya tinggal bersama kakak korban karena faktor kesehatan.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni. Keluarga menolak untuk dilakukan tindakan autopsi maupun visum luar dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan.
Saat ini, jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka di Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, untuk proses pemakaman selanjutnya.
“DISCLAIMER: Berita ini memuat isu tentang bunuh diri, yang dapat memicu dampak psikologis bagi sebagian orang. Informasi ini bertujuan untuk edukasi dan meningkatkan kepedulian, bukan untuk menginspirasi. Jika Anda merasa depresi atau membutuhkan dukungan psikologis, jangan ragu untuk menghubungi tenaga profesional.










