MAUMERE, TAJUKNTT-Kasus dugaan pengeroyokan terjadi di wilayah Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Kamis (30/4/2026) malam. Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berinisial TWN (25) dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Kapolres Sikka melalui Kasie Humas, Ipda Leonard Tunga, mengatakan laporan kasus ini diterima pihak kepolisian pada Jumat (1/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.32 Wita di ruang SPKT Polres Sikka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Benar, telah dilaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang terjadi di Jalan Karel Satsuit Tubun, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur,” ujar Ipda Leonard.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat korban yang sedang mengemudikan mobil menegur salah satu terlapor berinisial HME (19), yang memarkir sepeda motor di badan jalan sehingga menghambat pengguna jalan lain.
Teguran tersebut memicu emosi pelaku. Meski sempat memindahkan kendaraannya, HME justru melontarkan kata-kata kasar kepada korban. Tidak terima dengan makian tersebut, korban menanyakan alasan pelaku berkata kasar hingga keduanya terlibat pertengkaran.
“Dalam situasi itu, datang terlapor lain berinisial WAPB (21) yang langsung melempar batu ke arah korban dan mengenai bagian belakang kepala,” jelasnya.
Tidak hanya itu, beberapa orang lain yang belum diketahui identitasnya turut terlibat dengan melempar batu ke arah korban. Salah satu lemparan mengenai pelipis kiri korban.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada pelipis kiri, bengkak di bagian belakang kepala, memar di pinggang kanan, serta luka lecet di tangan kanan.
Korban sempat dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere untuk mendapatkan perawatan medis.
Kasus ini dilaporkan oleh seorang perempuan berinisial LTP (21) ke Polres Sikka dengan nomor laporan polisi LP/B/62/V/2026/SPKT/POLRES SIKKA/POLDA NTT.
Ipda Leonard menambahkan, pihak kepolisian telah mengambil sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerima laporan, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa korban dan saksi, hingga mengajukan permintaan visum et repertum.
“Penyelidikan masih terus dilakukan, termasuk mengidentifikasi pelaku lain yang terlibat dalam kejadian tersebut,” tegasnya.









