MAUMERE-tajukntt, Panjang jalan Kabupaten Sikka yang terkategori rusak mencapai 80 Km. Jumlah tersebut tersebar di 25 ruas jalan di seluruh wilayah Kabupaten Sikka. Untuk membenahi infrastruktur yang menjadi urat nadi mobilitas warga tersebut, setidaknya membutuhkan anggaran Rp. 165 miliar.
Demikian penyampaian Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sikka sekaligus Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka, Femy Bapa dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sikka di Gedung DPRD Sikka, Kamis 13/08/2026.
Femy menjelaskan, 80 km jalan Kabupaten Sikka tersebut terkategori rusak dengan tingkat kerusakan di atas 75 %. Dengan asumsi biaya peningkatan Rp.1,5 miliar perkilometer, maka dibutuhkan anggaran sebesar Rp. 165 miliar .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Femy mengatakan, kondisi ruas jalan ini hal penting mengingat akan bersentuhan dengan berbagai usulan kegiatan strategis kabupaten Sikka ke pusat. “Biasanya segala usulan bagus dari Kabupaten Sikka akan susah terealisasi, salah satunya karena kondisi infrastruktur jalan,” jelasnya.
Untuk 2027 kata Femy, ruang fiskal untuk insfrastruktur jalan yang dialokasikan melalui Dinas PUPR Kabupaten Sikka hanya sebesar Rp.4,5 miliar. Dengan kondisi tersebut tentunya sangat sulit. Apalagi urusan insfrastruktur bukan hanya jalan, tetapi ada juga air bersih dan lainnya.
Sehingga solusinya kata Femy, adalah dengan memperbesar ruang fiskal atau meminta intervensi lebih dari pemerintah pusat.
“Ini menjadi keprihatinan kami untuk bisa memetakan secara strategis berdasarkan prioritas, sebab tuntutan masyarakat soal insfrastruktur jalan bukan hanya melalui DPRD Sikka saja, tetapi juga langsung ke kami di Dinas PUPR,” ujarnya.
Penulis : Vianey
Editor : redaksi
Sumber Berita : daerah










