
Sikka-Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, menegaskan pentingnya percepatan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai kunci keberhasilan berbagai program prioritas pembangunan daerah.
Penegasan ini disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para camat se-Kabupaten Sikka, Rabu, 11 Juni 2025, di Ruang Egon, Lantai 3 Kantor Bupati Sikka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Didampingi Sekretaris Daerah Sikka, Adrianus Firminus Parera, S.E., M.Si., Wabup Simon menyoroti langsung kondisi PAD yang belum mencapai target, terutama di sektor-sektor strategis seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta retribusi sampah.
“Kondisi realisasi PAD kita belum menggembirakan. Untuk mendukung pelaksanaan program-program pembangunan daerah, setiap OPD dan camat harus terlibat aktif mengawal dan mendorong percepatan realisasi PAD, meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan,” tegas Wabup Simon dalam siaran pers Dinas Kominfo Sikka.
Secara khusus, Wabup menyoroti rendahnya capaian PBB di tiga kecamatan utama yakni Alok, Alok Barat, dan Alok Timur, yang dinilainya masih jauh dari target. Ia juga mengungkapkan bahwa serapan retribusi sampah baru menyentuh angka 50 persen.
Wabup turut menekankan pentingnya optimalisasi sektor pertanahan. Ia meminta agar dilakukan pendataan ulang terhadap tanah bersertifikat yang masih tersimpan di Badan Pertanahan dan penyelesaian terhadap sekitar 400 bidang tanah yang belum bersertifikat agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung PAD.
Selain fokus pada PAD, rapat koordinasi juga membahas Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sikka Tahun 2025–2029. Wabup menyampaikan apresiasi kepada BAPERIDA dan tim penyusun RPJMD yang telah menyelesaikan draft awal tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kepala BAPERIDA dan seluruh tim atas kerja kerasnya menyusun Ranwal RPJMD 2025–2029. Saya minta semua OPD menyiapkan rencana kerja yang selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sikka,” ujar Wabup.
Ia juga menekankan tiga program prioritas yang harus menjadi perhatian serius perangkat daerah, yaitu:
Program 1 KK 1 Sarjana untuk keluarga miskin ekstrem.
Penyelesaian program rumah layak huni.
Validasi data keluarga miskin secara menyeluruh di Kabupaten Sikka.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, S.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga triwulan I tahun 2025, realisasi PAD baru mencapai 24,50 persen.
“Capaian ini masih sangat rendah. Harapannya, pada akhir triwulan II atau semester I, kita bisa menembus angka 40–50 persen,” jelas Benyamin.
Rakor ini dihadiri oleh Sekda Sikka, pimpinan perangkat daerah pengelola PAD, dan seluruh camat se-Kabupaten Sikka.








