Warga Kota Maumere yang Tinggal Sendirian Ditemukan Membusuk di Dalam Rumahnya, Diduga Akibat Sakit Komplikasi

- Reporter

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

MAUMERE,TAJUKNTT-Warga di Jalan Gajah Mada, RT/RW 005/005, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam sebuah rumah pada Jumat pagi, 17 April 2026. Korban yang diketahui berinisial GB (57), seorang petani setempat, ditemukan warga dalam kondisi sudah membusuk di atas tempat tidurnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasie Humas Polres Sikka, Ipda Leonard Tunga, kepada media mengtakan, peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 07.00 WITA ketika salah seorang tetangga korban, Polikarpus Samsu Bari, mencium aroma busuk yang sangat menyengat bersumber dari rumah korban.

Merasa curiga, Polikarpus meminta adiknya untuk mengecek, namun karena bau yang terlalu tajam, mereka segera melaporkan hal tersebut kepada Ketua RT dan pihak kepolisian. Di saat yang hampir bersamaan, saksi lain bernama Marta Martini yang baru saja pulang jalan pagi juga merasakan kecurigaan serupa. Marta kemudian memberanikan diri membuka pintu rumah dan mendapati korban sudah tidak bernyawa di ruang tengah.

Saat ditemukan, jenazah GB dalam posisi berbaring telentang menghadap langit-langit rumah. Korban tampak mengenakan jaket bergaris warna oranye, hitam, dan biru serta celana olahraga panjang berwarna hitam.

Kondisi jenazah dilaporkan sudah mengalami pembusukan yang cukup parah, terutama pada bagian perut hingga kepala yang sudah mulai menghitam.

Berdasarkan keterangan saksi Magdalena Bona, korban diketahui memang memiliki riwayat penyakit kronis. Pada tahun 2025, korban sempat mengeluhkan sakit lambung dan asma, bahkan sempat menjalani pengobatan medis. Memasuki tahun 2026, kondisi kesehatan korban dikabarkan kembali menurun dengan keluhan sakit perut dan kesulitan buang air besar (BAB).

Selama ini, para tetangga kerap memberikan bantuan berupa obat-obatan tradisional maupun kebutuhan pokok untuk meringankan beban korban yang tinggal sendiri.

Aparat dari Polres Sikka yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.

“Setelah proses identifikasi awal selesai, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD TC. Hillers Maumere untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis guna memastikan penyebab pasti kematiannya,” ungkap Ipda Leonard Tunga.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saksi Kunci Tak Hadir di Sidang Ketiga Kasus Pembunuhan STN, Kuasa Hukum Nilai Polres Sikka Lalai
Seorang Petani di Sikka Ditemukan Meninggal di Kebun, Keluarga Tolak Dilakukan Otopsi
Dakwaan Jaksa di Sidang Perdana STN: Kekerasan Seksual, Pembunuhan, dan Upaya Hilangkan Jejak
Barang Bukti Dipertanyakan, Kasat Reskrim Polres Sikka: Kayu 1,5 Meter Digunakan Menutup Jenazah
Banyak Kejanggalan, Jaringan HAM Sikka Minta Pasal Pembunuhan Remaja di Desa Rubit Ditinjau Ulang
Update Kasus Pembunuhan di Rubit: Kejari Sikka Tambah Pasal Sangkaan dan Berkas Akan Segera Dilimpahkan ke PN Maumere
P-21 yang Dipaksakan? Kuasa Hukum Anak Korban STN Beberkan 8 Alasan Berkas Belum Layak P-21
Mobil Pick Up Terjun ke Jurang di Pantai Tanjung Kajuwulu, Sopir Tewas
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:27 WITA

Saksi Kunci Tak Hadir di Sidang Ketiga Kasus Pembunuhan STN, Kuasa Hukum Nilai Polres Sikka Lalai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:08 WITA

Seorang Petani di Sikka Ditemukan Meninggal di Kebun, Keluarga Tolak Dilakukan Otopsi

Rabu, 29 April 2026 - 13:03 WITA

Dakwaan Jaksa di Sidang Perdana STN: Kekerasan Seksual, Pembunuhan, dan Upaya Hilangkan Jejak

Rabu, 29 April 2026 - 01:59 WITA

Barang Bukti Dipertanyakan, Kasat Reskrim Polres Sikka: Kayu 1,5 Meter Digunakan Menutup Jenazah

Kamis, 23 April 2026 - 04:14 WITA

Banyak Kejanggalan, Jaringan HAM Sikka Minta Pasal Pembunuhan Remaja di Desa Rubit Ditinjau Ulang

Berita Terbaru