
Gunung berapi Lewotobi Laki-laki di Flores Timur dilaporkan mengalami kenaikan Gempa Vulkanik dalam yang signifikan berjumlah 18 kejadian.
Hal ini terjadi dalam kurun waktu enam jam terakhir dan dapat berpotensi terjadinya erupsi yang tiba-tiba, kata Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid dalam keterangan resminya kepada TajukNTT, Jumat, 25 Juli 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Badan Geologi mencatat data kegempaan dari tanggal 24-25 Juli hingga pukul 18.00 WITA yaitu, tujuh kali gempa Hembusan, dua kali Gempa Harmonik, 55 kali Gempa Tremor Non-Harmonik, 14 kali Gempa Low Frequency (LF), 32 kali Gempa Vulkanik Dalam, 2 kali tektonik lokal dan 12 kali Gempa Tektonik Jauh.
“Secara visual, aktivitas pelepasan gas tampak dalam bentuk uap air bertekanan yang membentuk asap putih tebal, menunjukkan adanya peningkatan suhu di area kawah,” ujar Wafid.
Lanjutnya, dari data seismik tercatat penurunan aktivitas Gempa Low Frequency, “namun terjadi peningkatan signifikan pada gempa non harmonik.”
Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas magmatik masih cukup kuat pada kedalaman dangkal, namun pelepasan gas mengalami hambatan yang kemungkinan disebabkan oleh adanya sumbatan. Hal ini sejalan dengan menurunnya secara signifikan gempa hembusan.
“Sumbatan tersebut dapat meningkatkan potensi terjadinya erupsi eksplosif akibat akumulasi gas yang tertahan. Di sisi lain, suplai magma teridentifikasi berada pada kedalaman dalam hingga dangkal, dan menunjukkan pergerakan ke arah permukaan,” ungkap Wafid.
Berpotensi Erupsi Eksplosif
Wafid berkata, gunung api dengan ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu berpotensi mengarah pada erupsi eksplosif.
Hal ini dilihat dari kombinasi data deformasi yang menunjukkan hasil pemantauan Global Navigation Satellite System (GNSS) yang merekam pola inflasi yang berlangsung selama sepekan terakhir.
“Ini mengindikasikan adanya migrasi magma dari kedalaman menuju zona yang lebih dangkal. Indikasi ini diperkuat oleh tren kenaikan data tiltmeter pada periode yang sama, meskipun dalam dua hari terakhir trennya mulai mendatar,” ujar Wafid.
Wafid bilang, lokasi tiltmeter berada lebih dekat ke kawah, yakni pada radius sekitar 4 kilometer, dibandingkan dengan stasiun GNSS yang berjarak sekitar 6,5 km dari kawah.
Dari pengamatan visual dan instrumental tersebut, kata Wafid, aktivitas gunung api Lewotobi Laki-laki masih tinggi, sehingga tingkat aktivitas Gunung api Lewotobi Laki-laki masih ditetapkan pada Level IV (Awas).
“Jadi rekomendasinya tidak boleh melakukan aktivitas dalam radius enam kilometer dan sektoral barat daya – timur laut 7 kilometer dari pusat erupsi, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah,” kata Wafid.
Penulis: Mia Margaretha
Editor:Redaksi








