SIKKA, Petugas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wairpuan menyita 19 unit mesin hisap air dari sejumlah pelanggan di Kampung Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kabupaten Sikka, Jumat, 29/08/2025 lantaran kedapatan menyedot air langsung dari pipa sambungan rumah (SR).
Tindakan tersebut dilakukan menyusul keluhan dari warga setempat terhadap distribusi air di wilayah Kampung Wuring yang sering terganggu.
“Dari hasil identiikasi, tim kita menemukan ada sejumlah pelanggan yang menggunakan mesin hisap menyedot air langsung dari pipa SR tanpa melalui meter air. Hal ini yang menyebabkan pasokan air di wilayah Kampung Wuring sering terganggu. Dimana ada warga yang tidak kebagian air. Maka itu, tim langsung mengamankan,” jelas Direktur Perumda Wairpuan, Fransiskus Laka, ST, MT., Sabtu, 30/08/2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menariknya, di antara pelanggan nakal tersebut ternyata ada oknum anggota polisi. Mirisnya lagi, praktik tersebut juga terjadi di salah satu sarana ibadah di Kampung Wuring.
Frans mengatakan, praktik tersebut sudah berlangsung lama. Petugas sudah sering mendapati dan memberi peringatan kepada para pelanggan nakal. “Lantaran karena sering terjadi, maka kita ambil tindakan tegas dengan menyita mesin hisap tersebut,” tegasnya.
Dikatakan, kebutuhan air untuk pelanggan di wilayah Kampung Wuring dan sekitar dipasok dari 1 sumur pompa dengan kapasitas 7,5 liter per detik dengan sistem pompa langsung ke SR tanpa melalui bak reservoar. Dengan kapasitas pompa tersebut semestinya pasokan air untuk Kampung Wuring lebih dari cukup dan tidak terganggu. Sebab jumlah pelangan khusus di Kampung Wuring sendiri tak sampai 700 SR. Apalagi khusus untuk Kampung Wuring, pelayanan air dilakukan selama 5 jam setiap hari. Berbeda dengan wilayah lain yang rata rata hanya 2 sampai 3 jam perhari.
“Kalaupun pasokan terganggu, itu gangguan teknis seperti kebocoran pipa atau listrik padam sehingga sumur pompa tidak bisa beroperasi. Tapi meski tidak ada gangguan teknis, tetapi ada warga yang mengeluh tidak kebagian air. Ternyata itu karena ada praktik sedot langsung dari pipa SR. Akibatnya, warga yang lain tidak kebagian air,” jelasnya.
Parahnya lagi kata Frans, praktik tersebut bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga saja, tetapi malah di jual ke kapal kapal nelayan.
“Ada pelanggan yang gunakan mesin hisap kapasitas 2 dim yang sedot air dari pipa SR untuk dijual ke kapal kapal nelayan. Bahkan ada beberapa pipa dari mesin hisap yang dibiarkan ke laut. Ironisnya ada meteran air yang dibuka. Ada yang meterannya dibalik lalu gunakan mesin hisap. Ini fakta yang kita temukan di lapangan,” jelasnya.

Terhadap pelanggan nakal, Frans mengatakan sesuai dengan aturan maka sambungan airnya diputus untuk sementara. “Untuk sementara kita stopkan pelayanan untuk pelanggan nakal. Tim kita sedang melakukan perhitungan terhadap potensial loss yang dialami dari praktik tersebut,” jelasnya.
Ia juga mengimbau kepada pelanggan Perumda Wairpuan untuk bijak menggunakan air. “Benar bahwa pelanggan berhak menggunakan air. Tetapi harus bijak sebab jangan sampai hak kita malah mengorbankan hak pelanggan lain. Ke depan kita berencana untuk menggandeng pihak Kejaksaan Negeri Sikka dalam rangka penertiban terhadap praktik praktik serupa,” jelasnya. (VT)
Penulis : Vianey
Editor : redaksi
Sumber Berita : hukrim










