Petugas Perumda Wairpuan Tertibkan Pelanggan Nakal di Kampung Wuring, Kedapatan Sedot Air Dari Pipa SR Pakai Mesin Hisap

- Reporter

Sabtu, 30 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak sejumlah mesin hisap air yang diamankan petugas Perumda Wairpuan

Tampak sejumlah mesin hisap air yang diamankan petugas Perumda Wairpuan

SIKKA, Petugas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wairpuan menyita 19 unit mesin hisap air dari sejumlah pelanggan di Kampung Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kabupaten Sikka, Jumat, 29/08/2025 lantaran kedapatan menyedot air langsung dari pipa sambungan rumah (SR).

Tindakan tersebut dilakukan menyusul keluhan dari warga setempat terhadap distribusi air di wilayah Kampung Wuring yang sering terganggu.

“Dari hasil identiikasi, tim kita menemukan ada sejumlah pelanggan yang menggunakan mesin hisap menyedot air langsung dari pipa SR tanpa melalui meter air. Hal ini yang menyebabkan pasokan air di wilayah Kampung Wuring sering terganggu. Dimana ada warga yang tidak kebagian air. Maka itu, tim langsung mengamankan,” jelas Direktur Perumda Wairpuan, Fransiskus Laka, ST, MT., Sabtu, 30/08/2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menariknya, di antara pelanggan nakal tersebut ternyata ada oknum anggota polisi. Mirisnya lagi, praktik tersebut juga terjadi di salah satu sarana ibadah di Kampung Wuring.

Frans mengatakan, praktik tersebut sudah berlangsung lama. Petugas sudah sering mendapati dan memberi peringatan kepada para pelanggan nakal. “Lantaran karena sering terjadi, maka kita ambil tindakan tegas dengan menyita mesin hisap tersebut,” tegasnya.

Dikatakan, kebutuhan air untuk pelanggan di wilayah Kampung Wuring dan sekitar dipasok dari 1 sumur pompa dengan kapasitas 7,5 liter per detik dengan sistem pompa langsung ke SR tanpa melalui bak reservoar. Dengan kapasitas pompa tersebut semestinya pasokan air untuk Kampung Wuring lebih dari cukup dan tidak terganggu. Sebab jumlah pelangan khusus di Kampung Wuring sendiri tak sampai 700 SR. Apalagi khusus untuk Kampung Wuring, pelayanan air dilakukan selama 5 jam setiap hari. Berbeda dengan wilayah lain yang rata rata hanya 2 sampai 3 jam perhari.

“Kalaupun pasokan terganggu, itu gangguan teknis seperti kebocoran pipa atau listrik padam sehingga sumur pompa tidak bisa beroperasi. Tapi meski tidak ada gangguan teknis, tetapi ada warga yang mengeluh tidak kebagian air. Ternyata itu karena ada praktik sedot langsung dari pipa SR. Akibatnya, warga yang lain tidak kebagian air,” jelasnya.

Parahnya lagi kata Frans, praktik tersebut bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga saja, tetapi malah di jual ke kapal kapal nelayan.

“Ada pelanggan yang gunakan mesin hisap kapasitas 2 dim yang sedot air dari pipa SR untuk dijual ke kapal kapal nelayan. Bahkan ada beberapa pipa dari mesin hisap yang dibiarkan ke laut. Ironisnya ada meteran air yang dibuka. Ada yang meterannya dibalik lalu gunakan mesin hisap. Ini fakta yang kita temukan di lapangan,” jelasnya.

Fransiskus Laka, ST., MT.

Terhadap pelanggan nakal, Frans mengatakan sesuai dengan aturan maka sambungan airnya diputus untuk sementara. “Untuk sementara kita stopkan pelayanan untuk pelanggan nakal. Tim kita sedang melakukan perhitungan terhadap potensial loss yang dialami dari praktik tersebut,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada pelanggan Perumda Wairpuan untuk bijak menggunakan air. “Benar bahwa pelanggan berhak menggunakan air. Tetapi harus bijak sebab jangan sampai hak kita malah mengorbankan hak pelanggan lain. Ke depan kita berencana untuk menggandeng pihak Kejaksaan Negeri Sikka dalam rangka penertiban terhadap praktik praktik serupa,” jelasnya. (VT)

 

Komentar FB

Penulis : Vianey

Editor : redaksi

Sumber Berita : hukrim

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soroti Vonis Kasus Pembunuhan Noni, Emanuel Herdiyanto Minta Keluarga Ajukan Banding atau Bukti Baru
Ditpolairud Polda NTT Tetapkan Nelayan Parumaan, Sikka DPO Kasus Penangkapan Ikan dengan Bom
Dua Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Noni, Bantu Anak Pelaku Kabur ke Ende
Muncul Tudingan Suap Rp 5 Juta ke Penyidik dalam Kasus Pembunuhan Noni, Wakapolres Sikka: Saksi Alami Halusinasi
Niat Minta Ongkos Pulang Saat Ditilang, Anak di Sikka Diduga Dianiaya Oknum Polantas
Buruh Logistik yang Meninggal Jatuh dari Mobil Box di Sikka Ternyata Tulang Punggung Keluarga, Tinggalkan Orang Tua Lansia yang Hidup Sendirian
Buruh Logistik Terjatuh dari Mobil Box di Bolawolon, Sikka, Mengalami Pendarahan Serius di Kepala dan Meninggal Dunia
Saksi Kunci Tak Hadir di Sidang Ketiga Kasus Pembunuhan STN, Kuasa Hukum Nilai Polres Sikka Lalai
Berita ini 158 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 14:28 WITA

Soroti Vonis Kasus Pembunuhan Noni, Emanuel Herdiyanto Minta Keluarga Ajukan Banding atau Bukti Baru

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:49 WITA

Ditpolairud Polda NTT Tetapkan Nelayan Parumaan, Sikka DPO Kasus Penangkapan Ikan dengan Bom

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:20 WITA

Dua Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Noni, Bantu Anak Pelaku Kabur ke Ende

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:49 WITA

Muncul Tudingan Suap Rp 5 Juta ke Penyidik dalam Kasus Pembunuhan Noni, Wakapolres Sikka: Saksi Alami Halusinasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:12 WITA

Niat Minta Ongkos Pulang Saat Ditilang, Anak di Sikka Diduga Dianiaya Oknum Polantas

Berita Terbaru