Niat Minta Ongkos Pulang Saat Ditilang, Anak di Sikka Diduga Dianiaya Oknum Polantas

- Reporter

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAUMERE,TAJUKNTT -Tindakan tidak terpuji diduga dilakukan oleh seorang oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sikka berinisial WJAS. Oknum tersebut dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sikka atas dugaan penganiayaan terhadap seorang remaja berusia 14 tahun berinisial AHD.

Insiden ini terjadi di depan Barak Bujang Polres Sikka, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 08.30 WITA.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 Kasie Humas Polres Sikka, Ipda Leonard Tunga, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat WJAS menghentikan korban, AHD, yang kedapatan berkendara tanpa mengenakan helm. Petugas kemudian membawa sepeda motor korban ke Kantor Satlantas untuk diproses tilang.

Setelah proses penilangan, terlapor menyuruh korban pulang ke rumah untuk mengambil surat-surat kendaraan. Namun, karena tidak memiliki biaya untuk ongkos pulang, korban berinisiatif meminta uang Rp10.000 kepada terlapor.

“Oleh terlapor, permintaan korban dikira ajakan bercanda. Terlapor kemudian memukul korban secara berulang kali mengenai bagian kepala dan pipi sebelah kiri, lalu mencekik korban,” ungkap Ipda Leonard.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar pada bagian belakang telinga kiri serta rasa sakit di pipi kiri. Korban yang tidak terima kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada ayah kandungnya, RW, sebelum akhirnya mendatangi Mapolres Sikka untuk menempuh jalur hukum.

Menanggapi laporan tersebut, Kasie Propam Polres Sikka, AKP Fransiskus Somba Say, menegaskan bahwa pihaknya akan memproses kasus ini dengan serius. Ia memastikan tidak ada ruang bagi anggota yang melakukan kekerasan saat bertugas.

“Tidak dibenarkan melakukan aniaya dengan alasan apapun. Penindakan kepada pengendara harus sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tegas AKP Fransiskus.

Saat ini, kasus dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut tengah ditangani oleh pihak berwajib untuk memastikan keadilan bagi korban serta sanksi bagi oknum yang terlibat.

 

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Noni, Bantu Anak Pelaku Kabur ke Ende
Muncul Tudingan Suap Rp 5 Juta ke Penyidik dalam Kasus Pembunuhan Noni, Wakapolres Sikka: Saksi Alami Halusinasi
Buruh Logistik yang Meninggal Jatuh dari Mobil Box di Sikka Ternyata Tulang Punggung Keluarga, Tinggalkan Orang Tua Lansia yang Hidup Sendirian
Buruh Logistik Terjatuh dari Mobil Box di Bolawolon, Sikka, Mengalami Pendarahan Serius di Kepala dan Meninggal Dunia
Saksi Kunci Tak Hadir di Sidang Ketiga Kasus Pembunuhan STN, Kuasa Hukum Nilai Polres Sikka Lalai
Seorang Petani di Sikka Ditemukan Meninggal di Kebun, Keluarga Tolak Dilakukan Otopsi
Dakwaan Jaksa di Sidang Perdana STN: Kekerasan Seksual, Pembunuhan, dan Upaya Hilangkan Jejak
Barang Bukti Dipertanyakan, Kasat Reskrim Polres Sikka: Kayu 1,5 Meter Digunakan Menutup Jenazah
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:20 WITA

Dua Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Noni, Bantu Anak Pelaku Kabur ke Ende

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:12 WITA

Niat Minta Ongkos Pulang Saat Ditilang, Anak di Sikka Diduga Dianiaya Oknum Polantas

Senin, 11 Mei 2026 - 13:06 WITA

Buruh Logistik yang Meninggal Jatuh dari Mobil Box di Sikka Ternyata Tulang Punggung Keluarga, Tinggalkan Orang Tua Lansia yang Hidup Sendirian

Senin, 11 Mei 2026 - 10:47 WITA

Buruh Logistik Terjatuh dari Mobil Box di Bolawolon, Sikka, Mengalami Pendarahan Serius di Kepala dan Meninggal Dunia

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:27 WITA

Saksi Kunci Tak Hadir di Sidang Ketiga Kasus Pembunuhan STN, Kuasa Hukum Nilai Polres Sikka Lalai

Berita Terbaru