Proyek Jalan Desa Rusak Pipa Perumda Wair Puan, Begini Penjelasan Kades Nirangkliung

- Reporter

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sikka-Proyek pembangunan jalan di Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, disebut-sebut merusak pipa distribusi Perumda Air Minum Wair Puan. Akibatnya, aliran air bersih ke 1.023 pelanggan terganggu hingga dua minggu terakhir.

Penjabat Kepala Desa Nirangkliung, Herman Alisari, menegaskan pemerintah desa prihatin atas terhentinya pasokan air bersih bagi masyarakat. Ia menjelaskan, kebocoran pipa ditemukan di jalur pekerjaan jalan pada 25 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Atas bocornya pipa di areal badan jalan yang kami kerjakan, pada 25 Agustus 2025 kami telah membongkar kembali jalan yang sudah dikerjakan dan menemukan pipa bocor. Kegiatan itu disaksikan pengurus Perumda Wair Puan Sikka bersama enam staf, Ketua BPD, RT setempat, masyarakat, dan saya sendiri,” ungkap Herman, Kamis (4/9/2025).

Menurutnya, hasil kesepakatan bersama perwakilan PAM Nita, pipa bocor akan segera dilas oleh tim Perumda Wair Puan dengan target perbaikan pada 26 Agustus 2025.
“Kami tegaskan lagi sebenarnya bukan pipa patah, tetapi pipa bocor sehingga sebagian air keluar, tapi sebagian air masih mengalir dalam pipa,” jelasnya.

Herman juga menepis tudingan bahwa terhentinya aliran air sepenuhnya akibat proyek jalan. Ia menyebut, penutupan katup air di bendungan Nirangkliung oleh Perumda pada 25 Agustus 2025 sekitar pukul 16.00 WITA ikut memperparah kondisi.

“Sejak katup ditutup, air memang tidak mengalir sama sekali, sehingga masyarakat ditelantarkan dan tidak mendapatkan pelayanan air bersih,” tegasnya.

Lebih lanjut, Herman menyatakan pihaknya memberi waktu dua minggu kepada Perumda untuk mencari solusi jalur pipa baru jika kesepakatan awal tidak dilaksanakan.

“Sebab lokasi jalan bukan jalur pipa. Pemilik lahan juga tidak memberi izin lagi. Selain itu, ada pipa-pipa yang berada di atas badan jalan maupun melintang di Kali Detuara sehingga menghalangi kendaraan dan alat berat,” jelasnya.

Pemerintah desa juga menyoroti kontribusi Perumda kepada masyarakat. Menurut Herman, perusahaan air minum daerah itu mendapat keuntungan besar dari penjualan air bersih, namun pemilik sumber mata air dan warga setempat tidak mendapat kompensasi yang layak.

“Janji awal berupa pembangunan jalan hotmix ke Nirangkliung, pembuatan drainase, serta pembagian keuntungan air bersih bagi masyarakat harus segera direalisasikan,” tandasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan melayangkan surat resmi kepada manajemen PDAM Wair Puan Sikka, ditembuskan kepada Bupati Sikka, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, Dewan Pengawas Perumda, Kepala BPMD, Camat Nita, hingga Kapolsek Nita.

Pemdes Nirangkliung berharap persoalan ini segera ditindaklanjuti agar masyarakat tidak lagi kesulitan mengakses air bersih, serta ada kejelasan terkait kompensasi dari pemanfaatan sumber air di desa tersebut.

Sebelumnya, Direktur PDAM Wair Puan, Frans Laka, menyebut pengerjaan jalan Desa Nirangkliung tidak disampaikan kepada manajemen PDAM.

“Material batu dan tanah hasil penggusuran jalan dibuang ke sisi jalan di pinggir kali, turut mengubur pipa sedalam 3-4 meter,” jelasnya.

Akibat kerusakan itu, distribusi air tidak hanya terganggu di wilayah IKK Nita, tetapi juga hingga Kota Maumere. PDAM ditaksir mengalami kerugian Rp 75 juta karena 17.766 meter kubik air tidak terdistribusi. Sebanyak 2.423 pelanggan terdampak, termasuk 358 pelanggan di Desa Tilang, 308 di Desa Lusitada, 143 di Bao Pa’at, dan 214 pelanggan di Desa Hepang.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah
Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH
Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu
12 Guru Mogok Mengajar, Dinas PKO Sikka Akui Ada Masalah Internal di SMPN Nuba Arat
LPDB Koperasi Datangi Kopdit Obor Mas, Buka Peluang Pinjaman Baru untuk Dorong Ekonomi Anggota
Bupati Sikka Bertemu Wamen Pekerjaan Umum, Dorong Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Daerah
Rekan Kerja Meninggal Tak Wajar, Guru SMPN Nuba Arat Mogok Kerja dan Datangi Dinas PKO Sikka
Bupati Sikka Temui Wakil Menteri Perhubungan, Perjuangkan Percepatan Pembangunan Pelabuhan Aewige
Berita ini 155 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 00:24 WITA

Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah

Kamis, 16 April 2026 - 13:14 WITA

Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH

Kamis, 16 April 2026 - 01:32 WITA

Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu

Rabu, 15 April 2026 - 11:19 WITA

LPDB Koperasi Datangi Kopdit Obor Mas, Buka Peluang Pinjaman Baru untuk Dorong Ekonomi Anggota

Rabu, 15 April 2026 - 07:41 WITA

Bupati Sikka Bertemu Wamen Pekerjaan Umum, Dorong Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Daerah

Berita Terbaru