Perumda Wairpuan Sikka Desak Pemdes Nirangkliung Tanggung Jawab atas Kerusakan Pipa Akibat Proyek Jalan Desa

- Reporter

Sabtu, 6 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sikka-Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wairpuan Sikka menegaskan Pemerintah Desa (Pemdes) Nirangkliung harus kooperatif menyelesaikan masalah kerusakan jaringan pipa utama di jalur Nirangkliung-Nangablo yang diduga akibat aktivitas penggusuran proyek jalan desa.

Akibat insiden ini, ribuan pelanggan di wilayah Tilang, Baopaat, Lusitada, Hepang hingga Kota Maumere sempat berhari-hari tidak mendapatkan suplai air bersih.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Perumda Wairpuan, Frans Laka, menjelaskan kerusakan terjadi setelah peringatan 17 Agustus 2025. Pada 18 Agustus, penjaga sumber air melapor adanya pipa patah akibat pekerjaan jalan.

Sehari kemudian, kepala IKK mendapati aktivitas penggusuran masih berlangsung dan sempat berdebat dengan pihak pelaksana karena tidak ada pemberitahuan resmi kepada PDAM.

“Kami minta agar timbunan lebih dari 100 meter dibuka kembali karena pipa berada di kedalaman 3-4 meter. Itu agar bisa kami pindahkan ke permukaan untuk memudahkan pemeliharaan. Namun, permintaan kami ditolak bahkan pegawai kami sempat dimarahi,” tegas Frans, Kamis (4/9/2025).

Menurut Frans, PDAM telah berusaha menempuh jalur komunikasi. Pada 25 Agustus, staf PDAM kembali ke lokasi dan berdiskusi dengan penjabat kepala desa. Saat itu disepakati adanya penggusuran tambahan, tetapi yang dilakukan hanya sepanjang 20 meter.

“Masih ada 80 meter pipa yang tertimbun sangat dalam, tetapi mereka bersikeras tidak mau buka. Kami sudah layangkan surat resmi pengaduan, namun tidak pernah ditanggapi,” katanya.

Karena tidak ada penyelesaian, tim PDAM akhirnya turun langsung ke lokasi melakukan perbaikan darurat dengan cara pengelasan. Perbaikan ini membuat aliran air bisa kembali mengaliri pelanggan setelah hampir dua minggu terhenti.

Meski demikian, Frans mengingatkan kondisi pipa masih rawan bocor karena tekanan material tanah di sekitarnya.

“Kalau mereka timbun lagi, pipa itu pasti patah lagi. Yang kami lakukan hanya darurat,” ungkapnya.

Frans juga mengungkapkan jalur pipa Nirangkliung-Nangablo selama ini bermasalah karena ditemukan hampir 28 sambungan liar oleh warga, yang berulang kali ditertibkan PDAM. Ia menegaskan Perumda hanya menerima aset APBN yang sudah memiliki izin dan sah secara administrasi.

“Penjaga mata air di lokasi adalah warga desa yang juga keluarga pemilik lahan, jadi tidak benar kalau fasilitas ini berdiri tanpa izin,” tutup Frans.

Sebelumnya, Penjabat Kepala Desa Nirangkliung, Herman Alisari, mengatakan, pemerintah desa prihatin atas terhentinya pasokan air bersih bagi masyarakat. Ia menjelaskan, kebocoran pipa ditemukan di jalur pekerjaan jalan pada 25 Agustus 2025.

“Atas bocornya pipa di areal badan jalan yang kami kerjakan, pada 25 Agustus 2025 kami telah membongkar kembali jalan yang sudah dikerjakan dan menemukan pipa bocor. Kegiatan itu disaksikan pengurus Perumda Wair Puan Sikka bersama enam staf, Ketua BPD, RT setempat, masyarakat, dan saya sendiri,” ungkap Herman, Kamis (4/9/2025).

Menurutnya, hasil kesepakatan bersama perwakilan PAM Nita, pipa bocor akan segera dilas oleh tim Perumda Wair Puan dengan target perbaikan pada 26 Agustus 2025.

“Kami tegaskan lagi sebenarnya bukan pipa patah, tetapi pipa bocor sehingga sebagian air keluar, tapi sebagian air masih mengalir dalam pipa,” jelasnya.

Herman juga menepis tudingan bahwa terhentinya aliran air sepenuhnya akibat proyek jalan. Ia menyebut, penutupan katup air di bendungan Nirangkliung oleh Perumda pada 25 Agustus 2025 sekitar pukul 16.00 WITA ikut memperparah kondisi.

“Sejak katup ditutup, air memang tidak mengalir sama sekali, sehingga masyarakat ditelantarkan dan tidak mendapatkan pelayanan air bersih,” tegasnya.

Lebih lanjut, Herman menyatakan pihaknya memberi waktu dua minggu kepada Perumda untuk mencari solusi jalur pipa baru jika kesepakatan awal tidak dilaksanakan.

“Sebab lokasi jalan bukan jalur pipa. Pemilik lahan juga tidak memberi izin lagi. Selain itu, ada pipa-pipa yang berada di atas badan jalan maupun melintang di Kali Detuara sehingga menghalangi kendaraan dan alat berat,” jelasnya.

Pemerintah desa juga menyoroti kontribusi Perumda kepada masyarakat. Menurut Herman, perusahaan air minum daerah itu mendapat keuntungan besar dari penjualan air bersih, namun pemilik sumber mata air dan warga setempat tidak mendapat kompensasi yang layak.

“Janji awal berupa pembangunan jalan hotmix ke Nirangkliung, pembuatan drainase, serta pembagian keuntungan air bersih bagi masyarakat harus segera direalisasikan,” tandasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan melayangkan surat resmi kepada manajemen PDAM Wair Puan Sikka, ditembuskan kepada Bupati Sikka, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, Dewan Pengawas Perumda, Kepala BPMD, Camat Nita, hingga Kapolsek Nita.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah
Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH
Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu
12 Guru Mogok Mengajar, Dinas PKO Sikka Akui Ada Masalah Internal di SMPN Nuba Arat
LPDB Koperasi Datangi Kopdit Obor Mas, Buka Peluang Pinjaman Baru untuk Dorong Ekonomi Anggota
Bupati Sikka Bertemu Wamen Pekerjaan Umum, Dorong Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Daerah
Rekan Kerja Meninggal Tak Wajar, Guru SMPN Nuba Arat Mogok Kerja dan Datangi Dinas PKO Sikka
Bupati Sikka Temui Wakil Menteri Perhubungan, Perjuangkan Percepatan Pembangunan Pelabuhan Aewige
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 00:24 WITA

Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah

Kamis, 16 April 2026 - 13:14 WITA

Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH

Kamis, 16 April 2026 - 01:32 WITA

Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu

Rabu, 15 April 2026 - 11:19 WITA

LPDB Koperasi Datangi Kopdit Obor Mas, Buka Peluang Pinjaman Baru untuk Dorong Ekonomi Anggota

Rabu, 15 April 2026 - 07:41 WITA

Bupati Sikka Bertemu Wamen Pekerjaan Umum, Dorong Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Daerah

Berita Terbaru