Pembangunan Puskesmas Tuanggeo Berpotensi Bermasalah, DPRD Sikka Minta Kontraktor Nakal Ditindak Tegas

- Reporter

Rabu, 17 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Maumere, Sikka, 17, September 2025– Proyek pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Desa Ladolaka, Kecamatan Palu’e, Kabupaten Sikka, senilai Rp6,4 miliar kini jadi sorotan. Setelah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, menemukan adanya deviasi minus 3–4 persen dan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi, giliran DPRD Sikka mendesak agar kontraktor ditindak tegas.

Ketua Komisi I DPRD Sikka, Yoseph Karnianto Eri, menilai kontraktor pelaksana CV. Jati Mas tidak serius dalam melaksanakan pekerjaan. “Saya minta PPK tindak tegas kontraktor nakal yang kerja Puskesmas Tuanggeo. Bila perlu evaluasi total, lakukan pemutusan kontrak, dan cari kontraktor yang lebih jujur dan bertanggung jawab,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan PPK: Besi Cincin Tak Sesuai Spek

Sebelumnya, PPK pembangunan Puskesmas Tuanggeo, Petrus Herlemus, mengungkap adanya penggunaan cincin besi yang tidak sesuai standar pada struktur lantai dua. Seharusnya dipakai besi ukuran 6 ulir, namun ditemukan yang digunakan hanya besi 6 biasa.

“Semua tiang sudah dicor, saya perintahkan untuk bongkar. Dalam waktu dua sampai tiga hari, pembongkaran sudah dilakukan dan sekarang struktur utama kembali dibangun sesuai spesifikasi,” jelas Petrus. Sebelumnya, (16/25)

Ia menambahkan bahwa tulang utama bangunan tetap sesuai standar, hanya pada cincin besinya yang tidak memenuhi syarat. “Saya tegaskan, tidak ada kepentingan saya di proyek ini. Fokus saya hanya pada kualitas pekerjaan dan penyelesaian yang baik,” tandasnya.

DPRD Desak Transparansi

Yoseph Karnianto Eri, yang akrab disapa Manto Eri, juga meminta agar video pembongkaran besi cincin yang tidak sesuai standar dipublikasikan ke masyarakat. Hal ini, menurutnya, penting untuk menjaga transparansi dan memberikan efek jera kepada kontraktor yang abai terhadap kualitas.

“Puskesmas ini dibangun untuk kepentingan masyarakat. Jangan sampai proyek yang menelan miliaran rupiah justru dikerjakan asal-asalan. DPRD akan kawal penuh sampai selesai,” ujar Manto Eri.

Kendala di Lapangan

Pembangunan Puskesmas Tuanggeo sejak awal menghadapi berbagai kendala. Mulai dari keterbatasan pasokan air, material, bahan bakar minyak (BBM), hingga akses jalan yang sulit. Polemik sempat muncul terkait pengadaan batako, namun akhirnya diputuskan mendatangkan dari Maumere.

Meski demikian, Petrus Herlemus tetap optimistis progres pekerjaan bisa kembali sesuai target setelah dilakukan penjadwalan ulang (reschedule). “Penjadwalan ulang diharapkan bisa mengurangi deviasi negatif hingga 3–4 persen pada minggu berikutnya,” ujarnya.

DPRD dan PPK Sepakat Jaga Kualitas

Baik PPK maupun DPRD Sikka sepakat bahwa kualitas pembangunan Puskesmas Tuanggeo tidak boleh ditawar. Langkah korektif dengan pembongkaran struktur yang tidak sesuai, serta dorongan DPRD agar ada transparansi publik, menjadi bukti bahwa pengawasan proyek infrastruktur kesehatan ini semakin diperketat.

Komentar FB

Penulis : Wiliam

Editor : Wiliam

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Somasi Tak Dijawab, Tim Hukum Andi Wonasoba Adukan Novi ke Polres Sikka Atas Dugaan Fitnah
Terima Paket Diduga Narkoba, Oknum PPPK Pemkab Sikka Ditangkap Polisi
HUT ke-12, AWAS Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran di Desa Heopuat
Sebut Jadi “Kuburan” Janin dan Ada Oknum Polisi Terlibat Mengelola Eltras Kafe, Kuasa Hukum Andi Wonasoba Minta Novi Buktikan 1 X 24 Jam
Momentum HPN 2026, Bupati Juventus Ajak Pers Sikka Kawal Pembangunan Lewat Kritik Konstruktif
Kantor Imigrasi Maumere Ikuti Penguatan Tugas dan Fungsi Keimigrasian Secara Daring, Ini Tujuannya
Kantor Imigrasi Maumere Teguhkan Komitmen Integritas melalui Penandatanganan Pakta Integritas
Dinas PUPR Sikka Temukan Tumpukan Sampah dan Sedimen Jadi Pemicu Utama Banjir Kota Maumere, Siapkan Langkah Strategis Penanganan
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:53 WITA

Somasi Tak Dijawab, Tim Hukum Andi Wonasoba Adukan Novi ke Polres Sikka Atas Dugaan Fitnah

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:10 WITA

Terima Paket Diduga Narkoba, Oknum PPPK Pemkab Sikka Ditangkap Polisi

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:23 WITA

HUT ke-12, AWAS Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran di Desa Heopuat

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:28 WITA

Sebut Jadi “Kuburan” Janin dan Ada Oknum Polisi Terlibat Mengelola Eltras Kafe, Kuasa Hukum Andi Wonasoba Minta Novi Buktikan 1 X 24 Jam

Senin, 9 Februari 2026 - 12:18 WITA

Kantor Imigrasi Maumere Ikuti Penguatan Tugas dan Fungsi Keimigrasian Secara Daring, Ini Tujuannya

Berita Terbaru