Maumere, Sikka, 17, September 2025– Proyek pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Desa Ladolaka, Kecamatan Palu’e, Kabupaten Sikka, senilai Rp6,4 miliar kini jadi sorotan. Setelah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, menemukan adanya deviasi minus 3–4 persen dan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi, giliran DPRD Sikka mendesak agar kontraktor ditindak tegas.
Ketua Komisi I DPRD Sikka, Yoseph Karnianto Eri, menilai kontraktor pelaksana CV. Jati Mas tidak serius dalam melaksanakan pekerjaan. “Saya minta PPK tindak tegas kontraktor nakal yang kerja Puskesmas Tuanggeo. Bila perlu evaluasi total, lakukan pemutusan kontrak, dan cari kontraktor yang lebih jujur dan bertanggung jawab,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Temuan PPK: Besi Cincin Tak Sesuai Spek
Sebelumnya, PPK pembangunan Puskesmas Tuanggeo, Petrus Herlemus, mengungkap adanya penggunaan cincin besi yang tidak sesuai standar pada struktur lantai dua. Seharusnya dipakai besi ukuran 6 ulir, namun ditemukan yang digunakan hanya besi 6 biasa.
“Semua tiang sudah dicor, saya perintahkan untuk bongkar. Dalam waktu dua sampai tiga hari, pembongkaran sudah dilakukan dan sekarang struktur utama kembali dibangun sesuai spesifikasi,” jelas Petrus. Sebelumnya, (16/25)
Ia menambahkan bahwa tulang utama bangunan tetap sesuai standar, hanya pada cincin besinya yang tidak memenuhi syarat. “Saya tegaskan, tidak ada kepentingan saya di proyek ini. Fokus saya hanya pada kualitas pekerjaan dan penyelesaian yang baik,” tandasnya.
DPRD Desak Transparansi
Yoseph Karnianto Eri, yang akrab disapa Manto Eri, juga meminta agar video pembongkaran besi cincin yang tidak sesuai standar dipublikasikan ke masyarakat. Hal ini, menurutnya, penting untuk menjaga transparansi dan memberikan efek jera kepada kontraktor yang abai terhadap kualitas.
“Puskesmas ini dibangun untuk kepentingan masyarakat. Jangan sampai proyek yang menelan miliaran rupiah justru dikerjakan asal-asalan. DPRD akan kawal penuh sampai selesai,” ujar Manto Eri.
Kendala di Lapangan
Pembangunan Puskesmas Tuanggeo sejak awal menghadapi berbagai kendala. Mulai dari keterbatasan pasokan air, material, bahan bakar minyak (BBM), hingga akses jalan yang sulit. Polemik sempat muncul terkait pengadaan batako, namun akhirnya diputuskan mendatangkan dari Maumere.
Meski demikian, Petrus Herlemus tetap optimistis progres pekerjaan bisa kembali sesuai target setelah dilakukan penjadwalan ulang (reschedule). “Penjadwalan ulang diharapkan bisa mengurangi deviasi negatif hingga 3–4 persen pada minggu berikutnya,” ujarnya.
DPRD dan PPK Sepakat Jaga Kualitas
Baik PPK maupun DPRD Sikka sepakat bahwa kualitas pembangunan Puskesmas Tuanggeo tidak boleh ditawar. Langkah korektif dengan pembongkaran struktur yang tidak sesuai, serta dorongan DPRD agar ada transparansi publik, menjadi bukti bahwa pengawasan proyek infrastruktur kesehatan ini semakin diperketat.
Penulis : Wiliam
Editor : Wiliam
Sumber Berita : Liputan










