
Sikka-Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Pengda Flores I pada Sabtu (20/9/2025) pagi menggelar rangkaian kegiatan untuk memeriahkan peringatan hari ulang tahun ke-38 IPPAT.
Kegiatan dimulai dengan jalan santai sejauh 2,5 kilometer yang diikuti oleh para Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) beserta staf, Kepala Kantor Pertanahan (BPN/ATR) Sikka dan jajaran, serta dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere.
Jalan santai ini mengambil rute start dari Dapur Sunda-Patung Kristus Raja-Gelora Samador-Patung Kuda dan kembali finish di Dapur Sunda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana jalan santai yang dikawal Patwal Satlantas Polres Sikka kian meriah dengan iringan sound horeg sepanjang rute yang dilewati.
Sesi foto bersama, joget bersama Jai hingga prosesi potong tumpeng dan kue ulang tahun terut menambahkan kemeriahan acara.
Ketua IPPAT Pengda Flores I, Cindy Cephanie Manek, S.H, M.Kn., dalam rangka HUT IPPAT ke-38, pihaknya di IPPAT Pengda Flores I menggelar kegaiatan jalan santai 2,5 KM, potong tumpeng dan kebersamaan semua anggota IPPAT dan mitra kerja.
Lanjutnya, momen ulang tahun ini tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga wadah mempererat kolaborasi dengan mitra kerja.
“Dengan hadirnya Kantor Pertanahan Sikka dan Fakultas Hukum Unipa, harapannya bisa membangun kebersamaan yang lebih kokoh untuk meningkatkan kerja dan kinerja kami, sekaligus menjaga harkat dan martabat PPAT,” ujarnya.

IPPAT Pengda Flores I saat ini memiliki sekitar 20 anggota PPAT dan 1 anggota ALB yang tersebar di Kabupaten Ende, Sikka, Flores Timur, dan Lembata.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka, Herman Adianto Oematan, S.SIT., mengucapkan selamat ulang tahun ke-38 kepada IPPAT. Ia berharap momentum ini semakin memperkuat sinergi antara IPPAT dan BPN dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Ada beberapa kegiatan yang memang melibatkan PPAT, misalnya hak tanggungan dan perolehan hak tanah atau jual beli. Setiap peralihan hak harus menggunakan akta PPAT, sehingga akta yang dibuat harus berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” jelas Herman.
Ia juga menambahkan bahwa sejak bulan lalu, BPN NTT telah melaksanakan peralihan hak secara elektronik dengan sistem antrian online. Menurutnya, terdapat tujuh layanan prioritas yang melibatkan PPAT, di antaranya surat keterangan pendaftaran tanah, roya, peralihan hak tanggungan, pendaftaran SK, serta pengecekan sertifikat.
“Kolaborasi antara Kantor Pertanahan Sikka dan PPAT saat ini bahkan menempatkan Sikka pada urutan pertama di NTT dalam layanan prioritas tersebut,” pungkasnya.








