
Tim bola voli dari Kecamatan Waiblama kalah tiga set langsung melawan tim dari Kecamatan Nele pada pertandingan babak penyisihan grub D antar kecamatan memperebutkan Bupati Cup 2025, Jumat, 7 November 2025, di lapangan voli Gelora Samador Maumere.Meski demikian, Waiblama menjadi runner-up dan menemani tim Nele yang keluar sebagai juara grub pool D.
Pemain Nele bermain santai pada pertandingan tersebut, mengikuti ritme permainan yang ditunjukan oleh tim Kecamatan Waiblama. Serangan yang tidak sempurna dari pemain Waiblama serta kontrol tempat yang tidak maksimal membuat Nele dengan cepat menyudahi pertandingan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatih Waiblama, Hendrikus Floren Goban mengapresiasi timnya yang sudah berjuang dan meskipun kala tetap masuk ke babak selanjutnya yakni babak knock-out delapan besar.
“Kami senang sebagai tim debutan bisa lolos sampai delapan besar. Ini luar biasa menurut kami. Malam ini kami melawan tim besar Kabupaten Sikka dan meskipun kalah tetapi kami tetap bersyukur bisa berhadapan dengan mereka. Kami bisa petik pelajaran dari pertandingan ini,” kata Hendrik.
Ia menilai tim-nya masih banyak kekurangan yakni pada lini serang dan kontrol bola yang selalu meleset.
“Mental pemain juga menjadi catatan bagi kami untuk menyiapkan tim ini secara baik karena sebagian mereka yang bertanding ini adalah anak-anak sekolah yang masih perlu di motivasi apalagi menghadapi tim besar seperti Nele.”
Sementara itu Pastor Paroki Nele, Pater Fabianus, MSsCc, yang bertindak sebagai manajer tim mengungkapkan penampilan Nele hanya berkisar 60 persen dari yang diharapkan.
“Mungkin karena perlawanan dari tim Waiblama yang juga tidak terlalu menyerang sehingga tempo permainan dari Nele pun ikut terbawa. Namun untuk menghadapi tim lain di babak delapan besar kami tentu saja sudah mempersiapkan diri,” ucap Pater Fabianus.
Baginya final sudah di depan mata, ia yakin tim Nele akan melaju ke babak final. Ia mengungkapkan sejak 2021 ketika menjadi pastor paroki di Paroki Nele, ia sudah melihat potensi besar anak-anak muda di bidang bola voli. Antusiasme para pemain dengan latihan rutin selalu memberikan hasil yang baik dalam setiap pertandingan baik untuk klub maupun kecamatan.
“Nele selalu diunggulkan karena komitmen mereka sangat besar untuk ikut dalam pertandingan. Apalagi selalu menghadiri sesi latihan dengan tertib. Nele punya kaderisasi pemain bagus setiap tahunnya sehingga memang kami mesti percaya diri.”
Sementara itu, Arianto salah satu pemain dari tim Waiblama mengaku tim-nya berada pada performa kurang maksimal pada pertandingan melawan Nele.
“Kami akui keunggulan Nele. Kami harus banyak berbenah salah satunya mental kami kala menghadapi lawan-lawan yang punya pengalaman bertanding tinggi,” kata Ari.
Antusiasme Penonton

Antusias para penonton terutama penonton dari Waiblama selalu memenuhi tribun setiap kali tim tersebut bertanding. Meskipun harus menempuh perjalanan jauh, mereka selalu setia berteriak dari pinggir lapangan untuk mendukung tim-nya. Selain masyarakat, camat Waiblama juga selalu setia berada di tribun penonton.
Arnold Delfi, salah satu suporter mengatakan tim Waiblama baru kali ini mengikuti ajang turnamen voli di tingkat Kabupaten sehingga perlu didukung, apalagi sebagian besar pemain adalah anak-anak sekolah.
“Kami tidak terlalu peduli dengan jarak, yang penting kami bisa nonton anak-anak muda kami bermain. Kami memberikan dukungan dan motivasi sehingga mereka tidak merasa sendiri.”
Delfi juga mengatakan akan hadir saat lagi saat pertandingan delapan besar dan memastikan animo penonton dari Waiblama akan lebih banyak dari sebelumnya.
“Masuk ke babak delapan besar kami sudah senang sekali. Kami berharap bisa menang dan bisa lanjut ke babak berikut. Kali depan penonton akan lebih banyak lagi dari Waiblama,” tutup Delfi.










