Maumere, Sikka tajukntt.id — Vox Point Indonesia Sikka kembali meneguhkan eksistensinya sebagai organisasi awam Katolik yang aktif di ranah sosial, politik, dan kebangsaan. Pada Jumat, 5 Desember 2025, organisasi ini menggelar rangkaian acara penting yang meliputi pengukuhan Panitia Konferensi Wilayah (Konferwil), perayaan Dies Natalis ke-4, serta penyerahan hadiah Lomba Menulis Pesan Natal bagi pemimpin daerah tingkat sekolah dasar.
Acara dibuka dengan ibadat singkat yang dipimpin Pastor Moderator Rikard Muga. Nuansa khidmat tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa gerak langkah Vox Point Indonesia selalu berakar pada spiritualitas, kemanusiaan, dan komitmen kebangsaan.
Memperkuat Misi Kebangsaan dari Sikka
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Didirikan pada 12 Maret 2016, Vox Point Indonesia hadir untuk memperluas partisipasi umat Katolik dalam kehidupan berbangsa. Organisasi ini menjadikan empat pilar kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—sebagai dasar perjuangan.
Di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sikka, Vox Point aktif menggerakkan pendidikan politik, dialog lintas agama, hingga aksi sosial kemanusiaan. Vox Point Indonesia Sikka sendiri tercatat sebagai salah satu daerah dengan aktivitas paling intens, terutama dalam merespons berbagai kejadian bencana dan kondisi darurat.
“Perjalanan organisasi memang naik turun, tetapi Vox Point Indonesia Sikka tetap eksis. Kami berkontribusi di Lewotobi, kebakaran, dan pasca Covid-19 kami tetap hadir untuk masyarakat,” ujar Ketua Vox Point Indonesia Sikka, Raf Martin.
Ia menegaskan bahwa siapa pun yang kelak memimpin, Vox Point harus terus menyala:
“Nyala api tidak boleh padam—banyak orang masih membutuhkan suara kita.”
Pengukuhan Panitia Konferwil: Langkah Menuju Regenerasi
Momen utama acara adalah pengukuhan Panitia Konferwil Vox Point Indonesia Sikka. Sejumlah tokoh daerah hadir memberikan dukungan, termasuk: Romanus Woga, mantan Wakil Bupati Sikka sekaligus Ketua Dewan Pakar Ir. Simon Subandi Supriadi, Wakil Bupati Sikka
Para pengurus, direktur, anggota, dan simpatisan Vox Point Indonesia Sikka
Perayaan ini juga ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun ke-4, sebuah simbol perjalanan organisasi yang terus matang dan relevan bagi kehidupan masyarakat Sikka.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Konferwil, Gregorius Cristison, menegaskan bahwa usia empat tahun adalah fase “balita” yang menentukan arah pertumbuhan Vox Point Indonesia Sikka ke depan.
“Konferwil kali ini menjadi momentum penting untuk melahirkan pemimpin ideal yang mampu meneruskan tongkat estafet perjuangan Vox Point,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh anggota untuk bersatu memastikan Konferwil berjalan optimal.
“Kolaborasi semua pihak dibutuhkan agar keputusan terbaik bagi organisasi dapat dihasilkan,” tegasnya.
Lomba Pesan Natal: Suara Tulus Anak-anak Sikka
Salah satu acara yang menarik perhatian publik adalah pengumuman pemenang Lomba Menulis Pesan Natal untuk Pemimpin tingkat SD. Kompetisi literasi ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi terhadap pemerintah daerah.
Para pemenang adalah:
1. Juara 1: Odilia Maria Athalia P.J. Silewe (OM Atalia)
2. Juara 2: Cester Namang Jawa Gudipung
3. Juara 3: Kadek Kolin Gudipung
4. Juara 4: Aleksander Ejal Natanael
Pesan Natal karya OM Atalia, siswi SDK Bhaktyarsa 143, menjadi sorotan. Dalam tulisannya, ia menitipkan harapan agar pemerintah memberi perhatian lebih kepada anak-anak di pelosok, memperbaiki infrastruktur jalan, meningkatkan layanan kesehatan, dan melindungi anak dari kekerasan maupun perundungan.
Ia menutup pesannya dengan salam hangat untuk Natal dan Tahun Baru, sembari menyebut tanah kelahirannya: Nian Tana Sikka.
Suara Anak, Harapan Masa Depan
Kegiatan literasi ini bukan hanya ajang kreativitas, tetapi juga pengingat bahwa suara generasi muda perlu didengar dalam proses pembangunan. Vox Point Indonesia Sikka menunjukkan bahwa partisipasi publik, termasuk dari anak-anak, merupakan fondasi bagi daerah yang inklusif dan berkeadaban.
Perayaan HUT ke-4 ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian menuju Konferwil yang diharapkan melahirkan energi baru bagi pelayanan dan karya sosial-politik Gereja di Kabupaten Sikka.
Dengan spirit yang kembali ditegaskan oleh Ketua Panitia:
“100% Katolik, 100% Indonesia, 100% Sikka.”
Vox Point Indonesia Sikka menempatkan dirinya sebagai satu dari sedikit organisasi awam yang mampu merawat dialog, memperkuat kebangsaan, dan menghidupkan kembali peran warga dalam ruang publik—dari Sikka, untuk Indonesia.
Penulis : Reporter: Tim Redaksi tajukntt.id
Editor : Wiliam
Sumber Berita : Liputan










