SIKKA TAJUKNTT.ID – Kabupaten Sikka ditetapkan sebagai salah satu daerah yang akan mendapat giliran pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke – 127 pada tahun 2026. Hal itu disampaikan langsung oleh Letkol Arm, Denny Riesta Permana, Komandan Kodim 1603/Sikka, kepada TajukNTT, Kamis, 4 Desember 2025 usai mengikuti rapat paripurna TMMD 2025 bersama Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi, dan perwakilan dari Bappeda Litbang.
Rapat Paripurna (Rapurna) yang ke-46 berlangsung di Aula Makodim sekaligus menjadi evaluasi kegiatan yang telah berjalan sepanjang tahun 2025.
“Pertemuan ini sekaligus penyampaian bahwa Kabupaten Sikka telah ditetapkan sebagai salah satu daerah yang mendapat giliran pelaksanaan TMMD pada tahun 2026. Proses TMMD akan berlangsung dari 10 Februari-11 Maret 2026.” Letkol Arm, Denny.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kata dia, meskipun akan dilaksanakan tahun depan namun proses perencanaan dan persiapan sudah dilakukan pada tahun ini. Permintaan dan penentuan lahan dilakukan oleh masyarakat Desa persiapan Weran Gete di wilayah Kecamatan Waiblama.
“Lokasinya sudah disetujui melalui Musrembangdes. Ya, secara anggaran mereka tidak mampu makanya diteruskan ke Pemda,” kata Denny.
Adapun sasaran fisik TMMD 2026 adalah pembangunan jalan penghubung ke desa persiapan Weran Gete sepanjang enam kilometer.
“Tim TNI bersama Dinas PUPR telah meninjau langsung medan tersebut. Hasil tinjauan itulah yang menjadi dasar penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan proposal ke pemerintah daerah.”
Lanjutnya, anggaran yang diterima untuk TMMD 2026 adalah sebesar, Rp1,5 miliar, sementara TNI akan memimpin penuh proses pembangunan, dibantu masyarakat setempat.
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD 2026 juga direncanakan menghadirkan sejumlah kegiatan non-fisik, seperti penyuluhan kesehatan, pencegahan narkoba, wawasan kebangsaan, serta edukasi mengenai stunting.
“Kami berencana untuk melibatkan mahasiswa dan organisasi kepemudaan untuk memperkaya materi wawasan kebangsaan dan kegiatan sosial lainnya,” ujar Denny.
Dalam menjalankan program tersebut, TMMD akan masuk ke tahap persiapan sebelum pelaksanaan resmi di Februari 2026. Sebagaimana biasanya, akan ada Pra-TMMD yang dapat berlangsung selama dua minggu hingga satu bulan, tergantung kondisi medan.
Penulis : Mia Margaretha Holo
Editor : Mia Margaretha
Sumber Berita : Liputan










