
TAJUKNTT-SIKKA-Pemerintah Kabupaten Sikka saat ini tengah mempercepat pembangunan gerai sembako Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang rencananya akan diresmikan pada 31 Januari 2026.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Sikka, Verdi Lepe mengatakan, saat ini pihaknya bekerja marathon untuk mengejar target pembangunan di Kabupaten Sikka karena berdasarkan agenda nasional, semua gerai yang sedang dibangun itu akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam konferensi pers di Kantor Disperindak Sikka pada Rabu,17 Desember 2025, Verdi menerangkan sebanyak delapan gerai dalam proses pembangunan, sementara yang lainnya sedangkan dalam persiapan lahan dan galian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kata dia, menurut data per 15 Desember, delapan gerai yang dalam proses pembangunan adalah gerai di Kelurahan Kota Uneng dengan lokasi sebelah Timur Rumah Sakit TC Hillers Maumere dengan presentase pengerjaan fisiknya sudah 4,7 persen.
“Di kelurahan Madawat, 10,5 persen, Kelurahan Wuring, progresnya 9,2 persen, Kelurahan Wolomarang progresnya 11,1 persen dan Desa Tilang 5,6 persen.”
Sementara itu untuk desa Egon, persiapan lahan 5 persen, di Desa Werang persiapan lahan dan galian progresnya 3 persen dan di Desa Bura Bekor, Kecamatan Bola, persiapan lahan sudah final dan akan segera lanjutan dengan penggalian pondasi.
“Di Desa Geliting dan Desa Koting B masih ada pembersihan dan proses persiapan lahan. Sedangkan di 10 lokasi sudah mulai ada pengerjaan,” terang Verdi.
Kata dia, sesuai dengan petunjuk teknis pelaksana kegiatan, PT.Agrinas Pangan Nusantara selaku BUMN ditunjuk untuk menangani pembangunan fisik dan akan dibantu oleh Komandan Kodim 1603 Sikka serta jajarannya.
Verdi mengungkapkan, sejak awal Mei, Pemkab Sikka telah menyelenggarakan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan program prioritas dari Presiden Prabowo ini.
“Pada awal Mei kami selenggarakan musyawarah mengenai koperasi Merah Putih ini dan pada 31 Mei Kabupaten Sikka dinyatakan 100 persen telah menyelanggaran musyawarah. Dalam musyawarah itu terbentuknya pengurus dan pengawas. Pada awal Junii hingga 31 Juni, kita terbitkan akta sehingga semua desa kelurahan saat ini telah memiliki akta pendirian. Totalnya 181 desa dan 13 kelurahan dari sisi legalitasnya sudah terbentuk.”
Kata dia, pihaknya juga telah melakukan pelatihan dan diikuti oleh 388 pengurus. Para pengurus tersebut pun kini telah dilantik.
Penulis: Mia Margaretha
Editor: Redaksi










