MAUMERE-TAJUKNTT-Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengakui capaian literasi dan numerasi di Kabupaten Sikka masih tergolong rendah dibanding daerah lain di provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan itu disampaikan Bupati saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di Lapangan Apel SMPN Alok, Kecamatan Alok, Jumat (2/5/2026).
“Literasi dan numerasi kita masih rendah. Karena itu, perlu gerakan bersama untuk membangun kebiasaan belajar dan membaca sejak dini,” ujarnya.
Gong Literasi hingga Gerakan 30 Menit Membaca
Sebagai langkah konkret, Pemkab Sikka mencanangkan sejumlah program penguatan literasi dan numerasi. Salah satunya adalah Gerakan 30 Menit Membaca yang ditujukan untuk membangun budaya baca di lingkungan sekolah.
Tak hanya itu, Bupati juga secara simbolis meluncurkan program Gong Literasi, Wisata Literasi, Grab Literasi, serta Website Perpustakaan yang ditandai dengan pemukulan gong.
Peluncuran ini menjadi simbol dimulainya gerakan bersama dalam meningkatkan kemampuan literasi masyarakat, khususnya pelajar.
Dalam kesempatan tersebut, para kepala sekolah juga menandatangani komitmen bersama peningkatan literasi dan numerasi sebagai bentuk keseriusan seluruh satuan pendidikan.
Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Sikka juga diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Sikka kini menjadi lokasi percontohan program literasi dan numerasi bersama Tanoto Foundation dan UNICEF.
Selain itu, metode pembelajaran matematika Gasing yang dikembangkan Yohanes Surya mulai diterapkan untuk membantu siswa memahami konsep numerasi secara lebih mudah dan menyenangkan.
Pantauan media ini, peringatan Hardiknas 2026 di Sikka juga diisi dengan sejumlah kegiatan lain, di antaranya penyerahan SK purnabakti bagi ASN lingkup Dinas Pendidikan, penyerahan bantuan Paket School Kids dari PT Marine Life melalui Dompet Dhuafa untuk 100 anak (30 anak secara simbolis), serta pembagian susu bagi anak TK/PAUD.
Bupati menegaskan, pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan moral peserta didik.
“Dari ruang-ruang kelas hari ini, kita sedang menyiapkan masa depan Sikka yang lebih maju dan bermartabat,” tegasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sikka, unsur DPRD, Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh pendidikan, hingga komunitas literasi di Kabupaten Sikka.











