Kisah Perempuan Pemandu Lagu di Eltras Kafe; Dari Beli Susu Anak Hingga Bisa Beli Sawah dan Lunaskan Cicilan Rumah

- Reporter

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

MAUMERE-tajukntt, Apapun pekerjaan bila dijalankan dengan tulus dan telaten, pasti berbuah hasil yang baik. Ungkapan lama ini cukup untuk menggambarkan semangat dan kondisi Kirey dan Mega, dua karyawati di Eltras Kafe, Maumere.

Bersama 24 perempuan lainnya, Kirey dan Mega memilih untuk bekerja sebagai pemandu lagu/Ladies Compani (LC)-pekerjaan yang mungkin tidak semua perempuan berani menjalani karena dianggap sebagai sebuah pekerjaan yang masih tabu dan kurang direstui dalam ruang kehidupan sosial ke-timuran yang selalu mengedepankan etika dan moral sebagai standar tertinggi.

Kirey, perempuan 23 tahun asal Cianjur mengatakan, ia memilih menjadi LC demi kebutuhan hidup semenjak ayah dan ibunya berpisah. Ayahnya pergi bekerja ke Arab Saudi dan ibunya telah menikah lagi dan tinggal bersama suami barunya. Setelah ayah dan ibunya berpisah, ia tinggal dan dibesarkan oleh neneknya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menuturkan, kalau ia sudah hampir 2 tahun bekerja sebagai LC di Eltras Kafe. Sebelumnya, ia sudah pernah bekerja dua pub lain di Maumere. ia sempat pulang kampung. Lalu kembali lagi ke Maumere dan bekerja di Eltras Kafe.

“Waktu itu saya sempat pulang kampung. Lalu saya dengar dari teman yang juga dulu sempat kerja di pub di Maumere kalau mau bekerja di Eltras. Saya lalu hubungi pemilik Eltras Kafe kalau saya mau bekerja di Eltras. Lalu saya ke sini,” jelas Kirey kepada media beberapa waktu lalu.

Dari hasil pendapatan bulanan selama bekerja di Eltras Kafe, Kirey mengaku cukup untuk membiayai kebutuhan pribadinya, kirim ke keluarga dan sedikit buat tabungan. Ia bahkan bisa membeli 2 petak sawah di kampung halamanya.

“Untuk pendapatan bulanan, tergantung tamu. Tapi selama ini ya alhamdulillah. Bisa buat kebutuhan pribadi, kirim ke kampung, bisa beli sawah dan bisa untuk nambung. Sekarang sawah di kerjakan sama nenek,” ungkapnya menambahkan jika uang pembelian sawah tersebut juga hasil dari kas bon ke pemilik Eltras Kafe.

Ia mengaku nyaman bekerja di Eltras Kafe. “Semua serba gratis; mulai dari makan minum, kamar full AC, listrik dan air gratis. Bisa jalan jalan ke luar, belanja ke luar, pokoknya nyaman di sini. Kita kerja nggak tertekan,” ungkapnya.

Pengakuan yang sama juga disampaikan Mega 28 tahun asal Purwakarta. Ia sudah 4 tahun bekerja sebagai LC di Eltras Kafe. Sebelum bekerja di Eltras Kafe, ia pernah bekerja sebagai LC di salah satu pub di Sungai Liat, Kabupaten Bangka Belitung.

“Saya yang kontak pemilik Eltras kalau saya kepingin kerja di Eltras. Sebelum kerja kami tanda tangan kontrak dulu. Selama kerja di sini, saya juga bisa ambil libur, pulang kampung. Sudah 3 kali saya ambil libur ke kampung,” jelasnya.

Mega mengaku jika Suasana kerja di Eltras juga terasa nyaman. “Disini segalanya gratis. Tinggal gratis, makan gratis, kamar ada AC gratis, listrik gratis, air gratis. Kita bisa jalan jalan atau belanja di luar, tidak dilarang. Suasana kekeluargaan seperti di rumah sendiri. Asyik sih, nyaman banget. Orang orangnya baik baik. Kalau orangnya nggak baik, nggak mungkin dong aku nyaman di sini,” ujarnya.

Dari hasilnya bekerja di Eltras, ia bisa membiayai kehidupan anaknya yang lagi sekolah di Purwakarta. melunasi cicilan rumah senilai Rp.120 juta, mencicil mobil dan memenuhi kebutuhan pribadinya.

“Alhamdullilah, saya bisa punya rumah sendiri, nyicil mobil, biayai sekolah anak dan bisa buat nabung. Sebenarnya tergantung pribadi kita masing masing mengelola keuangan. Kan disini semuanya gratis. Kalau kita berhemat, kita pasti bisa punya sesuatu,” jelasnya.

Mega juga mengaku kalau selama bekerja di Eltras ia juga biasa minta kas bon ke pemilik Eltras bila ada kebutuhan yang sangat mendesak.

“Misalnya pas orang tuaku lagi butuh uang mendadak, aku chat whatsapp ke ibu (pemilik Eltras Kafe, red); ibu minta tolong kas bon. Biasanya ibu nanya untuk keperluan apa. Yang terbanyak aku pernah kas bon sampe 1 juta,” jelasnya.

Untuk pengembalian kas bon juga tidak dipatok bayar sekalian. “Kalo gajian, kami sampaikan ke ibu, bu potong dulu kas bon 500 ribu. Ibu tidak memaksakan harus bayar sekalian,” ungkapnya.

Senada dengan Kirey dan Mega, Nur H., perempuan 22 tahun asal Cianjur ini juga mengaku kalau merasa nyaman bekerja di Eltras Kafe. Ia bekerja dengan sistem kontrak dengan jangka waktu 5 bulan dan bisa diperpanjang.

“Setelah kontrak selesai, saya pulang kampung. Lalu datang lagi. Nggak ada larangan untuk pulang kampung,” jelasnya yang sudah 2 tahun bekerja di Eltras Kafe.

Ia mengaku kerja di Eltras tidak dikekang. Bisa ijin jalan jalan keluar. “Bosnya baik. Nggak dikekang. Pokoknya nyaman banget kerja disini,” jelasnya.

Sebelum bekerja di Eltras Kafe, ia pernah bekerja di salah satu pub di Maumere. Dari hasil kerjanya ia gunakan untuk kebutuhan pribadinya dan juga membiayai adik adiknya di kampung. “Aku kan punya adik adik. Setiap bulan harus kirim buat adik adik.Kadang sejuta atau dua juta,” jelasnya.

13 LC Diamankan di TRUK-F

Dari total 24 LC di Eltras Kafe, 13 LC kini diamankan di rumah aman Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), menyusul pengaduan TRUK-F ke Polres Sikka atas dugaan TPPO dan pelanggaran UU Ketenagakerjaan oleh Andi Wonasoba selaku pemilik Eltras Kafe. Sementara 11 LC lainnya memilih untuk tetap bekerja di Eltras Kafe sampai saat ini.

Persoalan tersebut mencuat setelah salah seorang LC Eltras Kafe bernama Indri Nuraeni alias Sofi mengirimkan pesan darurat kepada Ketua Tim TRUK-F pada Rabu 21/01/2026 yang mengaku kalau ia merasa takut, stress dan merasa terjebak oleh sistem kerja yang mengikat melalui utang. Ia meminta dijemput dan dikeluarkan dari mess tempatnya bekerja.

Sementara itu, dalam klarifikasi Tim Kuasa Hukum Andy Wonasoba-pemilik Eltras Kafe, membantah bila telah melakukan penjeratan hutang kepada Sofi. Yang terjadi adalah Sofi mengajukan kas bon melalui pesan whatsapp ke pemilik Eltras Kafe untuk keperluan pribadinya yang mendesak. Semua bukti percakapan whatsapp Sofi soal kas bon juga sudah diserahkan ke penyidik Polres Sikka.

Pihak Eltras Kafe bahkan baru mengetahui kalau Sofi sejatinya memiliki urusan hutang piutang sebesar Rp.9,5 juta dengan pemilik Red Bull Kafe Maumere setelah Sofi disomasi dan dipanggil memberikan klarifikasi di Polres Sikka perihal hutang piutang dengan pemilik Red Bull Kafe.

Tim Kuasa Hukum Andy Wonasoba juga membeberkan kalau pihaknya pernah didatangi oleh orang suruhan dari pengelola Pub Mawar Jingga, Labuan Bajo untuk menagih hutang Sofi. Sofi sendiri tercatat masih memiliki kas bon sebesar Rp.17 juta kepada pemilik Eltras Kafe.

Komentar FB

Penulis : Vianey

Editor : redaksi

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

14 Hari Pasca Penemuan Jasad Kasus Pembunuhan Remaja di Rubit, Polres Sikka Belum Temukan Barang Bukti Pakaian dan HP Korban
Polres Sikka Belum Bisa Pastikan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Remaja di Rubit Berlangsung di TKP
Polres Sikka: Anak dari Ayah yang Tikam Diri 5 Kali Cuma Tahu Kasus Pembunuhan Rubit dari Medsos
Kasus Pembunuhan Remaja di Rubit, Tim Kuasa Hukum Minta Polres Sikka Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana
Tikam Diri 5 Kali, Ayah dari Seorang Terduga Saksi Kasus Pembunuhan di Desa Rubit, Dilarikan ke RS Kewapante
Polres Sikka Tetapkan Ayah dan Kakek Remaja FRG Sebagai Tersangka Baru Kasus Pembunuhan di Rubit
Bukan Sekadar Pelaku Tunggal, Praktisi Hukum Endus Potensi “Obstruction of Justice” di Kasus Pembunuhan Rubit
Kuasa Hukum Keluarga Korban Pembunuhan Rubit Desak Polisi Terapkan Pasal Pembunuhan Berencana dan Usut Dugaan Perintangan Hukum
Berita ini 398 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:38 WITA

14 Hari Pasca Penemuan Jasad Kasus Pembunuhan Remaja di Rubit, Polres Sikka Belum Temukan Barang Bukti Pakaian dan HP Korban

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:09 WITA

Polres Sikka Belum Bisa Pastikan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Remaja di Rubit Berlangsung di TKP

Selasa, 10 Maret 2026 - 04:30 WITA

Polres Sikka: Anak dari Ayah yang Tikam Diri 5 Kali Cuma Tahu Kasus Pembunuhan Rubit dari Medsos

Selasa, 10 Maret 2026 - 03:19 WITA

Kasus Pembunuhan Remaja di Rubit, Tim Kuasa Hukum Minta Polres Sikka Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana

Jumat, 6 Maret 2026 - 03:42 WITA

Tikam Diri 5 Kali, Ayah dari Seorang Terduga Saksi Kasus Pembunuhan di Desa Rubit, Dilarikan ke RS Kewapante

Berita Terbaru