Tikam Diri 5 Kali, Ayah dari Seorang Terduga Saksi Kasus Pembunuhan di Desa Rubit, Dilarikan ke RS Kewapante

- Reporter

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

MAUMERE, TAJUKNTT-Tabir gelap yang menyelimuti kasus pembunuhan remaja putri berinisial STN alias Noni di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, mulai tersingkap. Namun, perkembangan penyelidikan ini diiringi peristiwa tragis yang menimpa keluarga salah seorang terduga saksi.

Ayah dari terduga saksi tersebut, yang diidentifikasi sebagai Bapak Y, melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menikam dadanya sebanyak tiga kali dan paha sebanyak dua kali pada Rabu (4/3/2026). Ia kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit St.Gabriel Kewapante oleh istrinya untuk menjalani perawatan medis. Aksi nekat Bapak Y ini diduga kuat dipicu oleh tekanan mental yang hebat dan ancaman fisik dari pihak luar.

Munculnya saksi baru ini di luar lingkaran keluarga ketiga tersangka. Saksi tersebut adalah seorang remaja, putra dari Bapak Y. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari sumber terpercaya, remaja tersebut diketahui ikut bersama keluarga tersangka utama, FRG, dalam sebuah acara adat di Watudenak, Desa Kajowair. Sepulangnya dari acara tersebut, ia turut serta menuju rumah FRG, SG dan VS di Woloklereng, Desa Rubit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lokasi inilah, remaja itu diduga melihat atau mengetahui kondisi korban STN yang sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kehadiran remaja itu di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menjadikannya sosok krusial yang memegang fakta atas apa yang sebenarnya terjadi di rumah pelaku.

Kondisi menjadi pelik ketika keluarga dari remaja itu mulai mendapatkan intimidasi. Bapak Y merasa keselamatannya terancam setelah kediamannya didatangi oleh oknum tak dikenal yang membawa senjata tajam (parang).

“Y bersama istrinya sempat mendatangi rumah duka korban sambil menangis, menyampaikan bahwa mereka berada di bawah ancaman,” tulis laporan yang diterima redaksi.

Sebagai upaya perlindungan, pada Selasa (03/03/2026) dan Rabu (4/3/2026), Bapak Y memboyong anaknya ke Polres Sikka untuk menyampaikan apa yang diketahui anaknya terkait kejadian pembunuhan remaja STN serta mencari perlindungan dari polisi. Namun, saat itu pihak kepolisian meminta mereka untuk kembali ke rumah tanpa menggubris penyampaian mereka terkait ancaman intimidasi dan informasi terkait kasus pembunuhan remaja STN tersebut.

Setelah pulang ke rumah, Bapak Y kemudian melakukan percobaan bunuh diri dengan menikam tubuhnya dengan sebilah pisau sebanyak 5 kali. Aksi nekat ini menurut informasi media ini, dipicu tekanan psikologis yang bertubi-tubi antara rasa takut akan ancaman fisik dan beban moral sebagai keluarga saksi membuat kondisi mental Bapak L ambruk hingga akhirnya melakukan percobaan bunuh diri.

Saat ini, Bapak Y dilaporkan tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kewapante. Sementara itu, kondisi anaknya yang mengetahui kejadian pembunuhan tersebut belum diketahui.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soroti Vonis Kasus Pembunuhan Noni, Emanuel Herdiyanto Minta Keluarga Ajukan Banding atau Bukti Baru
Ditpolairud Polda NTT Tetapkan Nelayan Parumaan, Sikka DPO Kasus Penangkapan Ikan dengan Bom
Dua Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Noni, Bantu Anak Pelaku Kabur ke Ende
Muncul Tudingan Suap Rp 5 Juta ke Penyidik dalam Kasus Pembunuhan Noni, Wakapolres Sikka: Saksi Alami Halusinasi
Niat Minta Ongkos Pulang Saat Ditilang, Anak di Sikka Diduga Dianiaya Oknum Polantas
Buruh Logistik yang Meninggal Jatuh dari Mobil Box di Sikka Ternyata Tulang Punggung Keluarga, Tinggalkan Orang Tua Lansia yang Hidup Sendirian
Buruh Logistik Terjatuh dari Mobil Box di Bolawolon, Sikka, Mengalami Pendarahan Serius di Kepala dan Meninggal Dunia
Saksi Kunci Tak Hadir di Sidang Ketiga Kasus Pembunuhan STN, Kuasa Hukum Nilai Polres Sikka Lalai
Berita ini 4,245 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 14:28 WITA

Soroti Vonis Kasus Pembunuhan Noni, Emanuel Herdiyanto Minta Keluarga Ajukan Banding atau Bukti Baru

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:49 WITA

Ditpolairud Polda NTT Tetapkan Nelayan Parumaan, Sikka DPO Kasus Penangkapan Ikan dengan Bom

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:20 WITA

Dua Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Noni, Bantu Anak Pelaku Kabur ke Ende

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:49 WITA

Muncul Tudingan Suap Rp 5 Juta ke Penyidik dalam Kasus Pembunuhan Noni, Wakapolres Sikka: Saksi Alami Halusinasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:12 WITA

Niat Minta Ongkos Pulang Saat Ditilang, Anak di Sikka Diduga Dianiaya Oknum Polantas

Berita Terbaru