MAUMERE-TAJUKNTT-Ribuan anggota perguruan bela diri Katolik Tunggal Hati Seminari (THS) dan Tunggal Hati Maria (THM), bersama keluarga dan umat Keuskupan Maumere, menggelar aksi solidaritas dan doa bersama untuk almarhumah Stevania Trisanti Noni (14) pada Rabu (18/3/2026). Siswi SMP MBC Ohe tersebut merupakan korban pembunuhan sadis yang terjadi di Desa Rubit.
Rangkaian acara dimulai dengan misa requiem di Gereja Spiritus Santo Misir, yang dilanjutkan dengan prosesi jalan kaki sejauh 2 kilometer menuju Taman Doa Kristus Raja. Sambil membawa mawar merah dan menyalakan lilin, para peserta melantunkan doa dan lagu rohani sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi Noni, yang ditemukan tak bernyawa di pinggir Kali Napun Koja Gelo pada 23 Februari 2026 lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana haru menyelimuti lokasi saat orang tua korban, Yohanan Maria Nona dan Herman Yosep, tak kuasa menahan tangis di depan foto putri tunggal mereka.
“Tuhan tolong bukakan jalan untuk masalah yang dialami anak saya. Kenapa harus dia yang diambil, kenapa bukan saya. Anak saya anak baik,”. Ucapan lirih sambil tersedu keluar dari mulut ibu kandung Noni, Yohanan Maria Nona seraya melantunkan doa di bawah kaki Patung Kristus Raja.
Tak kuasa menahan haru, ayah Noni, Herman Yosep bahkan beranjak dari tempat duduknya dan naik ke pelataran depan Patung Kristus Raja. Sambil menangis tersedu dirinya memeluk foto almarhumah Noni putri semata wayang kesayangan keluarga.

Di sisi lain, pihak keluarga melalui perwakilannya, Fabianus Beto, mendesak Polres Sikka untuk mendalami kembali kasus ini. Keluarga meyakini adanya keterlibatan pelaku lain dalam dugaan pembunuhan berencana tersebut, mengingat kejinya tindakan yang mustahil dilakukan oleh seorang remaja berusia 16 tahun sendirian.
Dia menegaskan, keluarga menduga ada pelaku-pelaku lain yang terlibat dalam pembunuhan berencana ini dan pelaku-pelaku ini sudah disampaikan pihak keluarga dalam audensi bersama Wakapolres Sikka dan mahasiswa usai demo.
“Namun keluarga mendapat informasi para terduga pelaku hanya diambil keterangan keluarga minta agar mereka diperiksa kembali sebab mustahil seorang anak menjadi pelaku pembunuhan berencana yang sangat keji ini,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Fabianus Betho juga menyampaikan, dari pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada Uskup Maumere, Pastor Paroki Gereja Spiritu Santo Misir, pengurus THM dan THS yang menyelenggarakan misa requem di gereja Misir,
“Keluaga menugucapkan terima kasih kepada Uskup Maumere, Pastor Paroki Gereja Spiritu Santo Misir, pengurus THM dan THS yang menyelenggarakan misa requem di gereja Misir,” ujarnya.








