PT FTF Globalindo Bantah Isu Gaji Rendah, Pastikan Kesejahteraan Jukir di Sikka Terjamin

- Reporter

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE-TAJUKNTT-Manajemen PT FTF Globalindo angkat bicara guna menepis isu miring terkait besaran upah yang diberikan kepada para petugas juru parkir di Kota Maumere, Kabupaten Sikka. Pihak perusahaan menegaskan bahwa informasi mengenai gaji sebesar Rp 1,5 juta yang beredar di masyarakat adalah tidak benar.

Perwakilan PT FTF Globalindo, Jones Jensen, dalam wawancara pada Rabu (6/5/2026) pagi, merincikan secara transparan skema penggajian dan fasilitas layanan yang diterima karyawan. Ia menjelaskan bahwa standar kesejahteraan yang diterapkan perusahaan telah mengikuti regulasi yang jelas dan terukur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gaji pokok yang kami berikan adalah sebesar Rp 1.800.000 per bulan. Jadi, isu yang menyebut angka 1,5 juta itu sama sekali tidak benar,” tegas Jones Jensen.

Lebih lanjut, Jones Jensen menjelaskan bahwa para karyawan terlebih dahulu akan menjalani masa training selama tiga bulan. Setelah dinyatakan lolos dari masa percobaan tersebut, perusahaan menjamin penyediaan fasilitas BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan bagi setiap karyawan. Terkait manajemen waktu kerja, pihak perusahaan menetapkan durasi tujuh jam kerja dalam sehari, di mana setiap karyawan berhak mendapatkan satu hari libur dalam seminggu.

Jones Jensen juga menambahkan bahwa kesejahteraan karyawan menjadi prioritas, yang dibuktikan dengan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar satu bulan gaji setiap hari raya Natal. Selain itu, bagi karyawan yang bekerja melebihi waktu yang ditetapkan, perusahaan telah menyiapkan perhitungan upah lembur yang disesuaikan dengan aturan internal perusahaan.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Perhubungan secara resmi menggandeng PT FTF Globalindo untuk mengelola retribusi parkir di tepi jalan umum di Kota Maumere. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menata kesemrawutan lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Yohanes Emil Satriawan mengungkapkan bahwa saat ini pengelolaan telah tersebar di 24 titik strategis, mulai dari kawasan pusat kota, area pertokoan, pasar, hingga fasilitas publik lainnya. Penetapan titik-titik ini merupakan hasil kajian bersama agar pengelolaan lebih profesional, transparan, dan tertib. Dalam pelaksanaannya, setiap juru parkir resmi wajib mengenakan atribut lengkap berupa rompi dan tanda pengenal, serta dibekali sistem karcis digital guna meminimalisir kebocoran retribusi.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, turut memberikan dukungan penuh terhadap digitalisasi sistem ini. Menurutnya, pengelolaan modern oleh PT FTF Globalindo akan memberikan dampak bagi pembangunan daerah.

“Dengan sistem yang lebih modern, kami yakin retribusi parkir bisa berkontribusi lebih besar bagi pembangunan Sikka. Selain itu, lalu lintas kota juga akan jauh lebih tertib,” ujar Bupati Juventus.

Pemerintah Kabupaten Sikka juga mengimbau warga agar tetap memarkirkan kendaraan di titik-titik resmi dan membayar sesuai tarif Perda. Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan ke Dinas Perhubungan jika menemukan praktik pungutan liar (pungli) di luar 24 titik yang telah disepakati.

 

 

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dosen Fakultas Hukum Unipa: Salah Tangkap Kasus Narkotika di Sikka Patut Dipertanyakan
Hasil Test Lab Negatif Narkoba, Dua Pemuda Pembawa Gula Halus yang Diamankan Polda NTT di Maumere Dipulangkan
Laporan Informasi dan Surat Perintah Penyelidikan Ditresnarkoba Polda NTT Berujung Salah Tangkap Pemuda Pembawa Gula Halus di Maumere
Demi Layanan Maksimal, RSUD Tc Hillers Maumere Usulkan Perbaikan Gedung IGD dan Instalasi Air ke Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir
Polda NTT Klarifikasi Video Viral Penangkapan di Maumere, Serbuk Putih Ternyata Bukan Narkoba
Jauh-Jauh dari Kupang, Tim Polda NTT Diduga Salah Target, Malah Tangkap Pelaku yang Bawa Gula Halus
Gedung IGD RSUD Tc Hillers Maumere Bocor, Lantai 2 dan 3 Dibiarkan Kosong Bertahun-Tahun
Data DTSEN Catat 10.873 Anak Tidak Sekolah dan Putus Sekolah di Sikka, Dinsos Akan Verifikasi untuk Program Sekolah Rakyat
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:43 WITA

Dosen Fakultas Hukum Unipa: Salah Tangkap Kasus Narkotika di Sikka Patut Dipertanyakan

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:41 WITA

Hasil Test Lab Negatif Narkoba, Dua Pemuda Pembawa Gula Halus yang Diamankan Polda NTT di Maumere Dipulangkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:42 WITA

Laporan Informasi dan Surat Perintah Penyelidikan Ditresnarkoba Polda NTT Berujung Salah Tangkap Pemuda Pembawa Gula Halus di Maumere

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:33 WITA

Demi Layanan Maksimal, RSUD Tc Hillers Maumere Usulkan Perbaikan Gedung IGD dan Instalasi Air ke Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:28 WITA

Jauh-Jauh dari Kupang, Tim Polda NTT Diduga Salah Target, Malah Tangkap Pelaku yang Bawa Gula Halus

Berita Terbaru