
Jakarta- tajukntt.id – Menjelang masa cuti bersama dan libur Lebaran, BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan. Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diminta segera melakukan Skrining Riwayat Kesehatan guna mendeteksi risiko penyakit sejak dini.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizky Anugerah, mengatakan skrining kesehatan menjadi langkah penting untuk mengetahui potensi penyakit kronis yang sering kali tidak disadari masyarakat.
“Skrining Riwayat Kesehatan penting untuk mendeteksi risiko penyakit kronis yang mungkin saja dialami masyarakat. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula dapat diantisipasi dan ditangani,” ujarnya di Jakarta, Selasa (10/03/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Rizky, skrining dapat dilakukan dengan mudah melalui berbagai kanal digital, seperti Aplikasi Mobile JKN, layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, situs resmi BPJS Kesehatan, maupun dengan mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar.
Dalam proses skrining, peserta JKN hanya perlu menjawab sejumlah pertanyaan singkat terkait gaya hidup, riwayat penyakit pribadi, serta kondisi kesehatan keluarga. Proses tersebut rata-rata hanya memakan waktu sekitar 5 hingga 10 menit.
Data BPJS Kesehatan menunjukkan, sepanjang Januari hingga Februari 2026, sebanyak 22,68 juta peserta JKN telah melakukan skrining kesehatan. Dari jumlah itu, sekitar 7,1 juta peserta atau 39 persen terindikasi memiliki risiko penyakit kronis seperti hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.
Karena itu, BPJS Kesehatan mendorong peserta yang memiliki risiko agar segera memeriksakan diri ke FKTP untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan dari dokter.
Selain skrining kesehatan, masyarakat juga diingatkan untuk memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif agar tidak mengalami kendala saat membutuhkan layanan kesehatan.
“Selagi masih sehat, sempatkan memeriksa status kepesertaan JKN. Jika statusnya aktif, peserta tidak perlu khawatir karena pembiayaan layanan kesehatan akan dijamin BPJS Kesehatan,” kata Rizky.
BPJS Kesehatan berharap budaya pencegahan penyakit dan deteksi dini semakin menjadi kebiasaan masyarakat, sehingga kualitas kesehatan publik dapat terus meningkat.
Penulis : TajukNTT.id
Editor : TajukNTT.id
Sumber Berita : Rilis








