Anggota DPRD Sikka Minta Pemkab “Katakan Sejujurnya” Jika Alokasi Pokir Ditiadakan

- Reporter

Monday, 3 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota DPRD Sikka, Nurhayati Bondeng, sumber: tangkapan layar live streaming Tribun Flores.com.

Foto: Anggota DPRD Sikka, Nurhayati Bondeng, sumber: tangkapan layar live streaming Tribun Flores.com.

 

MAUMERE-Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Sikka meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka memberikan kepastian mengenai alokasi anggaran untuk pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD dalam APBD Tahun Anggaran 2027.

Jika memang kondisi fiskal daerah membuat Pokir tidak lagi diakomodasi, pemerintah diminta menyampaikan hal tersebut secara terbuka dan jujur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permintaan itu mengemuka dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun anggaran 2027 di DPRD Kabupaten Sikka, Senin (3/8/2026) pagi.

Anggota DPRD Sikka dari Fraksi PKB, Nurhayati Bonda, menyoroti belum dialokasikannya anggaran Pokir meski pemerintah menyebut program dan kegiatannya telah dimasukkan dalam dokumen KUA-PPAS dan akan dibahas lebih lanjut bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan kepastian agar tidak menimbulkan harapan yang pada akhirnya tidak terealisasi.

“Terkait pokok-pokok pikiran DPRD, memang belum dialokasikan anggarannya, namun program kegiatan telah termuat dalam KUA-PPAS 2027 dan nanti dibahas bersama tim anggaran. Usul konkret saja, daripada ini hanya sekadar rumusan, karena tahun 2026 juga belum ada kejelasan, ditambah lagi penjelasan pemerintah bahwa belum dialokasikan. Kata lain bahwa kalau memang Pokir ditiadakan, katakan sejujurnya, bahwa tidak usah ada juga tidak apa-apa. Kami siap. Daripada mengharap tapi jadinya bertiarap,” tegas Nurhayati.

Pernyataan senada disampaikan anggota DPRD Sikka dari Fraksi Perindo, Marten Luther Adji. Ia mengingatkan bahwa pengalaman pada APBD Tahun Anggaran 2026 menunjukkan sejumlah Pokir yang telah disepakati bersama DPRD dan ditetapkan dalam APBD justru tidak direalisasikan.

Menurut Marten, penghapusan atau perubahan program yang telah dianggarkan tidak seharusnya dilakukan secara sepihak tanpa melalui mekanisme pembahasan resmi bersama DPRD.

“Contoh tahun anggaran 2026 yang kita sudah sama-sama bahas dalam ruangan ini dan sudah ditetapkan dalam APBD, namun ada begitu banyak program kegiatan yang untuk kepentingan kesejahteraan rakyat tidak terealisasi. Contoh seperti Pokir pada DPRD yang sudah dianggarkan dalam APBD, itu seenaknya saja dirubah atau dihilangkan oleh pemerintah tanpa melalui forum yang resmi dalam DPRD ini. Ini sangat disayangkan. Tadi ada pertanyaan Fraksi Perindo bahwa itu Pokir-Pokir dihilangkan tanpa melalui mekanisme paripurna. Ini sangat disayangkan,” tegasnya.

Selain menyoroti kepastian anggaran Pokir, Nurhayati juga memberikan catatan terhadap target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam KUA-PPAS APBD 2027.

Ia mengapresiasi komitmen pemerintah dalam mendorong digitalisasi tata kelola pendapatan, namun mengingatkan bahwa keberhasilan fiskal tidak hanya diukur dari penerapan sistem digital.

“Pertama, kami mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menetapkan target PAD serta mendorong digitalisasi tata kelola pendapatan pada KUA-PPAS APBD 2027. Namun, keberhasilan fiskal tidak ditentukan oleh seberapa canggih sistem yang dibangun, melainkan oleh sejauh mana digitalisasi mampu menghasilkan basis data yang valid, memperluas objek dan subjek pajak secara terukur, menutup kebocoran penerimaan, serta mengubah potensi menjadi realisasi PAD yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan apakah rendahnya penerimaan daerah selama ini disebabkan oleh keterbatasan potensi riil atau justru belum optimalnya kemampuan pemerintah dalam mengidentifikasi dan mengelola potensi tersebut.

“Kami juga mengapresiasi penyusunan target PAD tahun 2027. Namun satu pertanyaan yang layak dijawab adalah apakah selama ini yang terbatas adalah potensi riil daerah atau justru kemampuan pemerintah dalam mengidentifikasi, mengukur, dan mengoptimalkan potensi tersebut menjadi penerimaan yang nyata,” katanya.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Beatus Djogo Pertanyakan Ruas Jalan Nangablo-Hagarahu yang Dua Kali Masuk APBD tapi Tak Pernah Direalisasikan
Pilkades Serentak Ditunda, Anggaran Pilkades Rp 3,34 Miliar Dialihkan, BPKAD Sikka Rencana Pakai Bayar Utang Daerah, Rehab Kantor dan Beberapa Belanja Prioritas
Anggota DPRD Sikka: Kita Omong Efisiensi Anggaran, Tapi Saya Temukan Ada OPD Gemuk, Ada yang Mau Dibantai, dan Ada OPD yang Kering Total
Satgas Optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor Berhenti “Jaga” di SPBU Selama Sepekan, Bapenda Sikka Akui Tak Ada Anggaran
Pemkab Sikka Siapkan Rp 5,5 Miliar untuk 75 Rumah Terima Kunci pada 2027, DPRD Soroti Ranperda RP3KP Belum Juga Diajukan Sejak Dibahas 7 Bulan Lalu
Gedung SPKT Baru Polres Sikka Mulai Dibangun, Anggaran Capai Rp 3,68 Miliar
​Pemkab Sikka Alokasikan Rp 5,4 Miliar untuk Program Beasiswa Pendidikan pada APBD 2027, Program 1 KK Miskin 1 Sarjana Disiapkan Rp 4 Miliar
Fraksi Gerindra Minta Bupati Sikka Jangan Kejar Pajak Rakyat untuk Tutup Defisit Fiskal, Fokus Pacu Investasi
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 3 August 2026 - 22:23 WITA

Beatus Djogo Pertanyakan Ruas Jalan Nangablo-Hagarahu yang Dua Kali Masuk APBD tapi Tak Pernah Direalisasikan

Monday, 3 August 2026 - 22:20 WITA

Pilkades Serentak Ditunda, Anggaran Pilkades Rp 3,34 Miliar Dialihkan, BPKAD Sikka Rencana Pakai Bayar Utang Daerah, Rehab Kantor dan Beberapa Belanja Prioritas

Monday, 3 August 2026 - 13:51 WITA

Anggota DPRD Sikka: Kita Omong Efisiensi Anggaran, Tapi Saya Temukan Ada OPD Gemuk, Ada yang Mau Dibantai, dan Ada OPD yang Kering Total

Monday, 3 August 2026 - 11:17 WITA

Satgas Optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor Berhenti “Jaga” di SPBU Selama Sepekan, Bapenda Sikka Akui Tak Ada Anggaran

Monday, 3 August 2026 - 09:52 WITA

Pemkab Sikka Siapkan Rp 5,5 Miliar untuk 75 Rumah Terima Kunci pada 2027, DPRD Soroti Ranperda RP3KP Belum Juga Diajukan Sejak Dibahas 7 Bulan Lalu

Berita Terbaru