Satgas Optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor Berhenti “Jaga” di SPBU Selama Sepekan, Bapenda Sikka Akui Tak Ada Anggaran

- Reporter

Monday, 3 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sikka yang juga Ketua Satgas Optimalisasi Pajak Daerah, Yosef Benyamin

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sikka yang juga Ketua Satgas Optimalisasi Pajak Daerah, Yosef Benyamin

MAUMERE-Aktivitas Satgas Optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang selama beberapa pekan melakukan pengawasan di sejumlah SPBU di Kabupaten Sikka dihentikan sementara selama sepekan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sikka yang juga Ketua Satgas Optimalisasi Pajak Daerah, Yosef Benyamin, mengatakan penghentian sementara itu dilakukan karena tim sedang mempersiapkan agenda penertiban berikutnya, termasuk operasi tilang bersama aparat terkait.

“Untuk sementara jeda, karena kita nanti fokus pada agenda untuk tilang,” kata Yosef Benyamin kepada wartawan media ini di Kantor DPRD Sikka, Senin (3/8)2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Yosef, jeda operasi Satgas di SPBU baru berlangsung sekitar satu minggu. Dalam waktu tersebut, tim juga mengikuti rapat koordinasi di Kupang sekaligus mempersiapkan tahapan penertiban lanjutan.

“Kan baru… minggu ini kan kita ada rakor di Kupang satu minggu. Jadi kita sementara mempersiapkan agenda berikutnya. Untuk pertama tilang, kemudian kedua penertiban di SPBU dilanjutkan,” ujarnya.

Ia menyebutkan pengawasan di SPBU direncanakan kembali berlangsung mulai pekan depan.

“Rencana mulai minggu depan,” katanya.

Yosef juga mengakui kegiatan Satgas Optimalisasi PKB tidak memiliki alokasi anggaran khusus. Karena itu, seluruh aktivitas lapangan disesuaikan dengan kemampuan yang ada.

“Ya, kita… dengan apa yang ada, kita berdayakan saja,” ujarnya sambil tertawa.

Saat ditanya apakah memang tidak tersedia anggaran operasional untuk kegiatan tersebut, Yosef menjawab singkat, “Tidak ada alokasi anggaran.”

Meski tanpa dukungan anggaran khusus, Satgas tetap melibatkan banyak unsur. Anggotanya terdiri dari Samsat, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Bagian Ekonomi, Bagian SDA, Inspektorat, UPTD Bapenda Provinsi, pengawas SPBU, pemilik SPBU, Pertamina, serta unsur TNI dan Polri yang bertugas melakukan pengamanan.

Yosef menjelaskan, kehadiran aparat keamanan bukan untuk melakukan penilangan di SPBU, melainkan mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.

“Sebenarnya di SPBU itu tidak ada aksi penilangan, tidak ada tilang. Itu hanya pengawasan dan imbauan kepada masyarakat agar dia membayar pajak,” jelasnya.

Keterbatasan anggaran juga membuat durasi pengawasan di SPBU dibatasi hanya sekitar tiga hingga empat jam setiap hari. Para petugas tidak menerima biaya makan maupun minum sehingga jadwal kerja diatur lebih singkat.

“Makan minum apa semua tidak ada, makanya kita sesuaikan dengan jam kerja. Tiga sampai empat jam, kemudian kembali ke kantor lagi. Sore kalau ada waktu kita lanjut lagi di SPBU. Jadi tidak standby pagi sampai malam. Karena memang keterbatasan-keterbatasan itulah yang menjadi penyebab,” ungkap Yosef.

Meski demikian, ia menegaskan keterbatasan anggaran tidak mengurangi upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor.

“Tetap tagih. Tugas kami kan mendata, menetapkan, menagih. Jadi tetap tagih. Kalau anggaran terbatas, ya tetap ditagih. Kan ini juga upaya optimalisasi pendapatan daerah,” tegasnya.

Yosef menambahkan, sejak Satgas Optimalisasi PKB mulai bekerja sekitar dua pekan lalu, tren pembayaran pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Sikka menunjukkan peningkatan.

“Sudah dua minggu lebih,” katanya mengenai masa kerja Satgas. Ketika ditanya apakah tren pembayaran meningkat, Yosef menjawab singkat, “Meningkat.”

Ia menjelaskan, pemerintah kabupaten berkepentingan mendorong pembayaran pajak kendaraan karena kini daerah memperoleh penerimaan langsung melalui skema opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 66 persen dari pokok pajak yang dibayarkan wajib pajak.

“Harus genjot, karena itu target kita. Kita target opsen PKB dan opsen BBNKB. Karena target kita, maka kita juga turut bertanggung jawab untuk berkontribusi untuk peningkatan PAD itu. Masa kita hanya nunggu-nunggu saja?” pungkasnya.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nakes Menumpuk di Kota, Puskesmas Pulau Kekurangan, DPRD Sikka Minta Pemkab Evaluasi Penempatan
Seleksi Sekda Sikka, Femmy Bapa, Putu Botha dan Paul Prasetya Raih Nilai Tertinggi
Di Tengah Puskesmas Kepulauan Kekurangan Nakes, 6 Puskesmas Dekat Kota Maumere Justru Kelebihan, Nakes Muda Menumpuk di Kota
Fasilitas dan Nakes Puskesmas Kojagete Masih Kurang, Kadinkes Sikka: Harus Bersabar, Ini Bertahap
Selain Minim Fasilitas, Puskesmas Kojagete Hanya Punya 15 Nakes, Tak Ada Dokter, Warga Pilih Berobat ke RS Kewapante dan Puskesmas Watubaing
Layani 3 Desa Kepulauan, Puskesmas Kojagete, Sikka Tanpa Ambulans dan Mess Nakes, Listrik Masih Pinjam Genset Warga
Berstatus Desa Tertinggal, Warga Desa Kojagete, Sikka Masih Pakai Lampu Pelita, Kades Malik: Kami Diminta Bersabar oleh Pemerintah
Warga Pulau Dambila, Sikka Harus Seberangi Laut Cari Air, PMI Siapkan Respon Bantu Air Bersih
Berita ini 141 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 7 September 2026 - 23:49 WITA

Nakes Menumpuk di Kota, Puskesmas Pulau Kekurangan, DPRD Sikka Minta Pemkab Evaluasi Penempatan

Monday, 7 September 2026 - 11:26 WITA

Seleksi Sekda Sikka, Femmy Bapa, Putu Botha dan Paul Prasetya Raih Nilai Tertinggi

Monday, 7 September 2026 - 10:24 WITA

Di Tengah Puskesmas Kepulauan Kekurangan Nakes, 6 Puskesmas Dekat Kota Maumere Justru Kelebihan, Nakes Muda Menumpuk di Kota

Monday, 7 September 2026 - 02:54 WITA

Selain Minim Fasilitas, Puskesmas Kojagete Hanya Punya 15 Nakes, Tak Ada Dokter, Warga Pilih Berobat ke RS Kewapante dan Puskesmas Watubaing

Monday, 7 September 2026 - 00:04 WITA

Layani 3 Desa Kepulauan, Puskesmas Kojagete, Sikka Tanpa Ambulans dan Mess Nakes, Listrik Masih Pinjam Genset Warga

Berita Terbaru