MAUMERE-Kebakaran lahan terjadi di wilayah Dusun Wairbleler, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/8/2026) malam. Kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 18.00 Wita. Api membakar lahan milik warga dengan luas sekitar empat hektare.
Babinsa Desa Hoder, Koramil 1603-02/Talibura, Kopka Yoseph Win Benny, bersama warga Stefanus Thomas Tara mendatangi lokasi untuk melihat secara langsung kebakaran yang terjadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan media ini, api terus membakar lahan yang dipenuhi rumput ilalang kering. Api yang cepat menjalar juga membakar beberapa pohon jati, pohon asam dan mente yang berada di dalam lahan yang terbakar.
Kopka Yoseph Win Benny mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 18.00 Wita. Sekitar pukul 19.00 Wita, ia bersama warga kemudian mengecek lokasi yang diperkirakan berjarak sekitar satu kilometer dari titik awal mereka. Lokasi kebakaran lahan terjadi di wilayah RT 011A, RW 05, Dusun Wairbleler, Desa Hoder.
“Perkiraan luas lahan kebakaran kira-kira empat hektare,” ungkap Kopka Yoseph.
Lahan yang terbakar merupakan lahan milik warga. Di lokasi tersebut terdapat sejumlah tanaman, di antaranya pohon asam, jambu mete, dan jati.
Belum diketahui nilai kerugian akibat kebakaran tersebut. Pendataan kerugian baru akan dilakukan pada Jumat (28/8/2026) pagi karena kondisi lokasi yang gelap.

“Untuk kerugiannya kita belum bisa perkirakan karena ini malam. Mungkin besok pagi baru kita cari keterangan terkait kerugian material,” ujarnya.
Dalam kejadian tersebut, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka.
Upaya pemadaman dilakukan secara manual karena jumlah personel dan peralatan yang terbatas. Petugas bersama warga hanya mengandalkan alat seadanya, termasuk menggunakan daun basah untuk mengurangi kobaran api.
“Di sini memang tempat kesulitan air. Kami dengan warga hanya pakai daun yang basah untuk berusaha memadamkan api,” kata Yoseph.
Namun hingga Kamis malam, api belum sepenuhnya padam. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan alat pemadam dan sulitnya mendapatkan sumber air di sekitar lokasi.
Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Yoseph mengatakan, masyarakat juga belum dapat memastikan siapa atau apa yang menjadi pemicu munculnya api.
Menurut dia, kebakaran lahan di wilayah tersebut bukan kejadian yang sepenuhnya baru. Kebakaran serupa disebut kerap terjadi setiap tahun, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi mengering.
Ia menyebut puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat menjadi salah satu potensi pemicu kebakaran, mengingat banyak lahan dipenuhi ilalang kering.
“Kadang masyarakat lewat buang puntung rokok saja sudah terjadi kebakaran. Karena memang lahan-lahan ilalang yang sudah kering, potensi kebakaran sangat tinggi,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Babinsa dan warga masih berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.









