Kebakaran Lahan Terjadi di Hoder Sikka, Babinsa dan Warga Padamkan Api Pakai Alat Seadanya

- Reporter

Thursday, 27 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Babinsa Kopka Yoseph Win Benny dan seorang warga memadamkan api yang membakar lahan dengan peralatan seadannya, Kamis (27/8/2026) malam.

Keterangan foto: Babinsa Kopka Yoseph Win Benny dan seorang warga memadamkan api yang membakar lahan dengan peralatan seadannya, Kamis (27/8/2026) malam.

 

MAUMERE-Kebakaran lahan terjadi di wilayah Dusun Wairbleler, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/8/2026) malam. Kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 18.00 Wita. Api membakar lahan milik warga dengan luas sekitar empat hektare.

Babinsa Desa Hoder, Koramil 1603-02/Talibura, Kopka Yoseph Win Benny, bersama warga Stefanus Thomas Tara mendatangi lokasi untuk melihat secara langsung kebakaran yang terjadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan media ini, api terus membakar lahan yang dipenuhi rumput ilalang kering. Api yang cepat menjalar juga membakar beberapa pohon jati, pohon asam dan mente yang berada di dalam lahan yang terbakar.

Kopka Yoseph Win Benny mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 18.00 Wita. Sekitar pukul 19.00 Wita, ia bersama warga kemudian mengecek lokasi yang diperkirakan berjarak sekitar satu kilometer dari titik awal mereka. Lokasi kebakaran lahan terjadi di wilayah RT 011A, RW 05, Dusun Wairbleler, Desa Hoder.

“Perkiraan luas lahan kebakaran kira-kira empat hektare,” ungkap Kopka Yoseph.

Lahan yang terbakar merupakan lahan milik warga. Di lokasi tersebut terdapat sejumlah tanaman, di antaranya pohon asam, jambu mete, dan jati.

Belum diketahui nilai kerugian akibat kebakaran tersebut. Pendataan kerugian baru akan dilakukan pada Jumat (28/8/2026) pagi karena kondisi lokasi yang gelap.

Keterangan foto: Babinsa Kopka Yoseph Win Benny dan seorang warga memadamkan api yang membakar lahan dengan peralatan seadannya, Kamis (27/8/2026) malam.

“Untuk kerugiannya kita belum bisa perkirakan karena ini malam. Mungkin besok pagi baru kita cari keterangan terkait kerugian material,” ujarnya.
Dalam kejadian tersebut, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka.

Upaya pemadaman dilakukan secara manual karena jumlah personel dan peralatan yang terbatas. Petugas bersama warga hanya mengandalkan alat seadanya, termasuk menggunakan daun basah untuk mengurangi kobaran api.

“Di sini memang tempat kesulitan air. Kami dengan warga hanya pakai daun yang basah untuk berusaha memadamkan api,” kata Yoseph.

Namun hingga Kamis malam, api belum sepenuhnya padam. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan alat pemadam dan sulitnya mendapatkan sumber air di sekitar lokasi.

Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Yoseph mengatakan, masyarakat juga belum dapat memastikan siapa atau apa yang menjadi pemicu munculnya api.

Menurut dia, kebakaran lahan di wilayah tersebut bukan kejadian yang sepenuhnya baru. Kebakaran serupa disebut kerap terjadi setiap tahun, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi mengering.

Ia menyebut puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat menjadi salah satu potensi pemicu kebakaran, mengingat banyak lahan dipenuhi ilalang kering.

“Kadang masyarakat lewat buang puntung rokok saja sudah terjadi kebakaran. Karena memang lahan-lahan ilalang yang sudah kering, potensi kebakaran sangat tinggi,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Babinsa dan warga masih berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NU Peduli Kemanusiaan Salurkan Sembako untuk 35 KK Terdampak Gempa Flores di Mauloo, Sikka
Jalan Rusak hingga Ban Pecah, Cerita Relawan PMI Sikka Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Pengungsi dan Warga Terdampak Gempa
Dokter Hewan Asal Sikka Jadi Korban Tewas Penembakan di Papua, Bupati Juventus Berduka dan Minta Negara Jangan Diam
PMI Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Family Kit untuk Kelompok Rentan di Pulau Dambila, Sikka
Dana Bantuan Presiden Rp 20 Miliar untuk Bencana Gempa di Sikka Baru Terpakai Rp 300 Juta, Ini Penjelasan Pemkab
HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Sikka: Politik Harus Hadir dengan Kerja dan Solusi
Nakes Menumpuk di Kota, Puskesmas Pulau Kekurangan, DPRD Sikka Minta Pemkab Evaluasi Penempatan
Seleksi Sekda Sikka, Femmy Bapa, Putu Botha dan Paul Prasetya Raih Nilai Tertinggi
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 13 September 2026 - 09:25 WITA

NU Peduli Kemanusiaan Salurkan Sembako untuk 35 KK Terdampak Gempa Flores di Mauloo, Sikka

Friday, 11 September 2026 - 02:52 WITA

Jalan Rusak hingga Ban Pecah, Cerita Relawan PMI Sikka Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Pengungsi dan Warga Terdampak Gempa

Thursday, 10 September 2026 - 11:24 WITA

Dokter Hewan Asal Sikka Jadi Korban Tewas Penembakan di Papua, Bupati Juventus Berduka dan Minta Negara Jangan Diam

Thursday, 10 September 2026 - 09:19 WITA

PMI Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Family Kit untuk Kelompok Rentan di Pulau Dambila, Sikka

Wednesday, 9 September 2026 - 06:34 WITA

HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Sikka: Politik Harus Hadir dengan Kerja dan Solusi

Berita Terbaru