MAUMERE-Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI sekaligus Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK), menemui warga yang masih bertahan di Posko Pengungsian Gelora Samador, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (28/8/2026) pagi.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pengungsi mengungkapkan alasan mereka belum berani kembali ke rumah meski sebagian kondisi rumah masih dapat ditempati. Mereka mengaku masih dihantui rasa takut, terutama ketika malam tiba dan terjadi gempa susulan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang pengungsi kepada JK mengatakan rumahnya hanya mengalami keretakan ringan. Namun, ia memilih tetap bertahan di posko karena belum merasa aman untuk kembali.
“Kalau kami pulang sebentar, hati kami masih berdebar-debar. Malam terjadi apa-apa,” ujar warga tersebut.
JK kemudian memastikan apakah rasa takut itu masih muncul.
“Takut lagi?” tanya JK.
“Takut lagi, masih,” jawab warga tersebut.
Pengungsi lainnya menjelaskan bahwa ketakutan semakin besar karena di rumah terdapat anak-anak kecil dan bayi.
“Kalau sampai di rumah kami punya hati sudah deg-deg begitu. Malam… kejadian malam,” katanya.
“Malam kembali lagi?” tanya JK.
“Iya, malam. Apalagi ada cucu, anak-anak kecil semua, bayi-bayi. Yang kami takutkan ini,” jawabnya.
JK Minta Pengungsi Bersabar

Dalam pertemuan dengan para pengungsi, JK menyampaikan simpati dan duka cita atas bencana gempa yang melanda Sikka dan sejumlah wilayah di NTT.
Menurut JK, masyarakat di wilayah yang rawan bencana perlu selalu waspada, namun kehidupan juga harus kembali berjalan secara bertahap setelah masa tanggap darurat.
“Yang penting untuk sekarang ini harus rehabilitasi dan juga perbaikan kehidupan, kembali pekerjaan nanti pada waktunya. Anak-anak sekolah tentu kembali ke sekolah, perbaikan-perbaikan semuanya,” kata JK.
JK mengatakan, PMI sejak awal telah terlibat dalam membantu kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Ia juga menyebut adanya bantuan yang dikirim melalui kapal ke wilayah Flores.
“Palang Merah selalu membantu sejak awal dan juga kebutuhan-kebutuhan sehari-hari, apa-apa yang dibutuhkan. Hari ini ada kapal bantuan di Labuan Bajo, disebarkan ke seluruh daerah Flores,” ujarnya.
JK menegaskan bantuan kemanusiaan harus dilakukan secara bersama-sama, baik oleh pemerintah, organisasi sosial maupun masyarakat.
“Karena bagi kita semua sesama manusia, tentu harus selalu sama-sama membantu,” katanya.
Pengungsi Minta Sembako hingga Beasiswa
JK juga berdialog langsung dengan para pengungsi mengenai kebutuhan yang paling mendesak.
“Apa yang dibutuhkan ini yang mendesak? Supaya kembali berdaya,” tanya JK kepada warga.
“Sembako! Sembako, Pak!” jawab para pengungsi serentak.
Selain kebutuhan pokok, warga juga meminta perhatian terhadap pendidikan anak-anak mereka.
“Kebutuhan sekolah… Beasiswa buat anak sekolah… Sembako, Pak! Beasiswa,” ujar warga.
JK kemudian mengatakan kebutuhan masyarakat akan dibantu secara bertahap.
“Karena itu, saya minta kesabaran Ibu-Ibu. Nanti kita selesaikan semuanya bantuan yang ada. Baik tentang materi, tentang pendidikan, dan sebagainya,” kata JK.
Dalam suasana yang lebih cair, JK sempat melontarkan candaan kepada warga dan mengundang tawa para pengungsi.
Pada kesempatan itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengatakan jumlah warga yang masih bertahan di Posko Gelora Samador terus mengalami perubahan seiring proses pemulangan pengungsi.
“Sampai hari ini sekiranya data terakhir dari tadi malam sampai pagi tadi sisa 600-an, 655 jiwa,” kata Juventus.
Menurut dia, pemerintah terus berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi mengenai kondisi gempa dan perkembangan situasi secara akurat.
Juventus meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama informasi yang beredar di media sosial.
“Kami berdasarkan arahan dari BNPB, dari BMKG, untuk terus melakukan komunikasi menyampaikan perihal kondisi riil hari ini dan memberikan kekuatan kepada mereka, seluruh masyarakat kami bahwa tidak perlu percaya yang hoaks, informasi-informasi di sosial media dan lain sebagainya yang bisa kemudian menyesatkan,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat mempercayai informasi resmi yang terus diperbarui BMKG dan disampaikan pemerintah serta PMI.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, minuman dan tempat tidur, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis warga terdampak.
Menurut Bupati Juventus, aktivitas psikososial bagi anak-anak terus dilakukan di lokasi pengungsian dengan melibatkan relawan dari Kementerian Sosial. Pendampingan juga diberikan kepada orang tua.
“Selain kita siapkan kebutuhan makan, minum, dan tidurnya, tetapi aktivitas psikososial untuk anak-anak… kami terus-menerus melakukan pendampingan ini, baik pada anak-anak maupun pada orang tua,” katanya.
Juventus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan hingga PMI Kabupaten Sikka.
“Kita semua sejak awal sampai hari ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Untuk diketahui, kunjungan JK ke Gelora Samador menjadi bagian dari kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sikka setelah bertolak dari Surabaya dan tiba di Bandara Frans Seda, Maumere pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 09.35 Wita.









