Sumber Air Mengering, Warga Desa Wolomotong, Sikka Alami Krisis Air Bersih

- Reporter

Monday, 5 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAUMERE-Krisis air bersih melanda warga Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama hampir tiga bulan, warga harus mencari air hingga ke kali yang debitnya semakin kecil.

Sebagian warga bahkan terpaksa bangun pada dini hari untuk mendapatkan air. Mereka harus menunggu beberapa jam hanya untuk membawa pulang sekitar 5 hingga 10 liter air.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Wolomotong, Sergius Sareng, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena hampir seluruh mata air yang selama ini menjadi sumber kebutuhan warga mulai mengering.

“Kalau kita melihat kondisi ini sudah agak parah karena kekurangan air bersih ini sudah tiga bulan. Semua mata air hampir semuanya kering,” kata Sergius, Senin (5/10/2026) di Kantor Desa Wolomotong.

Menurut dia, saat ini masih ada satu titik kecil di Wair Et yang menjadi tempat warga mengambil air. Karena debitnya sangat terbatas, warga harus menunggu sejak tengah malam hingga pagi.

“Masyarakat sementara duduk di situ tunggu, dan mereka tunggu itu dari jam 2 sampai dengan pagi,” ujarnya.

Selain Wair Et, warga juga mencari air di Kali Wair Re’et dan Kali Kaki Wair. Namun, air yang mengalir di kedua lokasi tersebut sangat sedikit.

Warga Desa Wolomotong, Laurensius Laka, mengatakan kondisi tersebut membuat warga harus mengatur waktu untuk mencari air sejak dini hari.

“Debit air sangat kecil sehingga ada warga yang tunggu dari jam 2 dini hari hingga pagi jam 6,” kata Laurensius.

Setelah menunggu selama berjam-jam, air yang dibawa pulang juga tidak banyak. Warga rata-rata hanya mendapatkan sekitar 5 sampai 10 liter karena sumber air tersebut harus digunakan bersama warga lainnya.

Menurut Laurensius, tiga wilayah yang mengalami kesulitan air paling parah adalah Dusun Eha, Dusun Wolomotong dan Dusun Maget.

“Yang paling parah itu tiga dusun, yakni Dusun Eha, Wolomotong dan Maget,” ujarnya.

Bak Penampungan Retak Akibat Gempa.

Kepala Desa Wolomotong, Sergius Sareng,

Krisis air tersebut diperparah oleh kerusakan bak penampungan di mata air Wair Matan Gete. Bak penampungan mengalami keretakan setelah gempa Flores pada pertengahan Agustus 2026.

Sergius mengatakan, sebelum rusak, bak tersebut digunakan untuk menampung air dari mata air Wair Matan Gete. Namun, setelah mengalami keretakan, air tidak lagi dapat tertampung.

“Bak tampungnya bocor sehingga air tidak bisa tertampung di bak. Itu salah satunya saat gempa, baknya bocor,” kata Sergius.

Menurut dia, kerusakan tersebut cukup parah sehingga air keluar melalui bagian bak yang retak.

“Retaknya cukup besar. Jadi airnya keluar semua,” ujarnya.

Pemerintah desa telah mendokumentasikan kerusakan tersebut dan melaporkannya kepada pihak terkait, termasuk Pamsimas. Namun, hingga kini belum ada penanganan terhadap bak penampungan tersebut.

Selain fasilitas air, gempa juga menyebabkan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum mengalami keretakan, termasuk sekolah dan Polindes.

Pemdes Minta Bantuan Air

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Wolomotong telah menyurati BPBD Kabupaten Sikka untuk meminta bantuan air bersih.

Surat permohonan tersebut disampaikan pada 29 September 2026. Pemerintah desa juga telah bersurat kepada PMI untuk meminta dukungan.

“Kami sudah membuat laporan ke BPBD Sikka pada tanggal 29 September untuk bantuan air,” kata Sergius.

Ia mengatakan pihaknya telah dua kali mendatangi kantor BPBD Sikka. Namun, karena tidak bertemu petugas, pemerintah desa kemudian menghubungi Sekretaris BPBD melalui WhatsApp.

“BPBD itu sudah dua kali kami ke sana, tapi kantornya kosong. Setelah itu ke PMI kami sudah bersurat ke sana. Tadi saya sudah kirim lewat WA ke Sekretaris BPBD-nya,” ujarnya.

Desa Wolomotong memiliki 2.724 jiwa atau 720 kepala keluarga. Menurut Sergius, seluruh masyarakat ikut terdampak kesulitan air.

“Penduduknya 2.700 lebih. Semua terdampak,” katanya.

Harga Air Tangki Capai Rp 500-600 Ribu

Bagi warga yang memiliki kemampuan ekonomi, membeli air dari mobil tangki menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, harga air tidak murah. Untuk pengiriman ke wilayah Wolomotong, harga air tangki berkisar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu, tergantung lokasi.

“Ini kadang-kadang juga ada yang ke Wolomotong itu mungkin Rp 600 ribu, kalau di sekitar ini Rp 500 ribu. Rata-rata Rp 500 ribu,” kata Sergius.

Warga yang tidak mampu membeli sendiri biasanya memilih patungan untuk mendapatkan air.

Sementara untuk wilayah yang berada di lokasi lebih tinggi, kendaraan pengangkut air juga menghadapi kendala karena biaya pengiriman menjadi lebih mahal.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Desa Wolomotong berharap Pemkab Sikka dan pihak lainnya segera memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat.

“Dengan penuh hormat kami Pemerintah Desa Wolomotong memohon bantuan air minum bersih atau air layak konsumsi untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sergius.

Bantuan tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, mulai dari air minum, memasak hingga kebutuhan rumah tangga lainnya selama sumber air belum kembali normal.

“Kami berharap permohonan ini dapat memperoleh perhatian dan dukungan, sehingga kebutuhan air minum masyarakat dapat terpenuhi selama kondisi kekeringan masih berlangsung,” katanya.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Dobo Kesulitan Air Pascagempa, PMI Sikka Salurkan Air Bersih, Tandon dan Bantuan Kebutuhan Dasar
NPS Peduli Gelar Donor Darah, Cek Kesehatan dan Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Desa Hoder, Sikka
Perpamsi Bantu Lima Perumda Air Minum di NTT Terdampak Gempa Flores
NU Care-LAZISNU Sikka Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Mekeng Detung
PMI Malaka Seberangi Laut Bawa Pengobatan Gratis dan Sembako, Warga Pulau Dambila-Pangabatang Berterima Kasih
Ekspedisi Kemanusiaan PMI Malaka, Baksos Kesehatan dan Bagi Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Desa Koja Doi, Sikka
Jokowi Beri Bantuan 4.000 Sak Semen, 3.000 Lembar Seng, dan 100 Tandon Air untuk Korban Gempa Palue
Walaupun Tanpa Dokter, Puskesmas Palue, Sikka Jadi Tumpuan Warga Pascagempa, Tangani 15 Korban dan Rujuk 7 Pasien
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 11:16 WITA

Sumber Air Mengering, Warga Desa Wolomotong, Sikka Alami Krisis Air Bersih

Monday, 28 September 2026 - 13:12 WITA

Warga Dobo Kesulitan Air Pascagempa, PMI Sikka Salurkan Air Bersih, Tandon dan Bantuan Kebutuhan Dasar

Monday, 28 September 2026 - 04:24 WITA

NPS Peduli Gelar Donor Darah, Cek Kesehatan dan Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Desa Hoder, Sikka

Thursday, 24 September 2026 - 03:40 WITA

NU Care-LAZISNU Sikka Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Mekeng Detung

Tuesday, 22 September 2026 - 09:44 WITA

PMI Malaka Seberangi Laut Bawa Pengobatan Gratis dan Sembako, Warga Pulau Dambila-Pangabatang Berterima Kasih

Berita Terbaru