MAUMERE-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (10/10/2026) pagi.
Kali ini, bantuan air bersih menyasar puluhan kepala keluarga di RT 10, Dusun Eha, tepatnya di Kampung Siku. Sehari sebelumnya, Jumat (9/10/2026), PMI Sikka juga menyalurkan bantuan serupa kepada warga Dusun Legar, desa yang sama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedatangan mobil tangki berlogo PMI disambut antusias oleh warga. Mereka berbondong-bondong membawa jeriken dan ember untuk menampung air dari bak penampung umum yang disediakan maupun langsung dari mobil tangki.
Tampak dua relawan PMI Sikka Arnol Lado dan Etus yang hadir membawa bantuan air bersih dari PMI Sikka.

Bantuan ini menjadi angin segar bagi warga yang selama tiga bulan terakhir mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sejumlah sumber air yang selama ini diandalkan warga mengalami penurunan debit secara drastis.
Laurensius Laka, warga RT 10, Dusun Eha, mengatakan krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat sejak Juli 2026. Saat itu, warga masih berharap pada dua mata air, yakni Kaki Wair dan Wairret, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, memasuki Oktober, debit kedua mata air tersebut terus menyusut hingga hampir tidak lagi mencukupi kebutuhan warga.
“Warga kemudian harus mengambil air dari gunung pakai motor, sehingga ini menjadi kesulitan kami. Karena debit air kecil, biasanya setiap hari, kami menunggu berjam-jam sehingga warga mulai ambil air jam 4 subuh, kadang ada warga yang bermalam karena menunggu air,” ungkap Lorens.
Kondisi tersebut membuat warga harus mengatur waktu dan menghabiskan banyak tenaga hanya untuk mendapatkan air bagi kebutuhan rumah tangga. Air yang sebelumnya relatif mudah diperoleh kini menjadi kebutuhan yang harus diperjuangkan setiap hari.
Di tengah kesulitan itu, penyaluran bantuan dari PMI Sikka disambut baik oleh warga. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama ketika sumber air yang tersedia tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Lorens menyampaikan terima kasih kepada PMI Sikka yang telah membantu warga mendapatkan air bersih di tengah situasi sulit tersebut.
“Harapan kami, bantuan ini bukan hanya kali ini, tetapi masih berlanjut karena banyak warga yang kesulitan mendapatkan air bersih di Wolomotong,” ungkap Lorens.
Ia berharap penyaluran air bersih dapat terus dilakukan selama warga masih mengalami kesulitan mengakses sumber air. Bagi masyarakat Wolomotong, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang berpengaruh langsung terhadap aktivitas sehari-hari.










