Senator AWK Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Wolomotong, Sikka yang Sudah Tiga Bulan Krisis Air Bersih

- Reporter

Saturday, 10 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAUMERE-Warga Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima bantuan air bersih dari Anggota DPD RI, Angelius Wake Kako (AWK), yang juga menjabat Wakil Ketua I Komite II DPD RI.

Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi warga yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Krisis yang diperparah oleh kemarau panjang dan dampak gempa Flores pada pertengahan Agustus 2026 itu telah memaksa warga mencari air hingga ke kali dan menunggu berjam-jam untuk mendapatkan beberapa jerigen.

Perwakilan Anggota DPD RI, AWK, Mario WP Sina, mengatakan bantuan air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika warga mengalami kesulitan mendapatkan air, apalagi sampai berbulan-bulan, kondisi ini tentu membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga Desa Wolomotong,” kata Mario WP Sina.

Menurut Mario, persoalan air bersih yang dialami warga tidak boleh dipandang sebagai masalah biasa. Ketersediaan air sangat menentukan keberlangsungan aktivitas rumah tangga, terlebih ketika sumber air semakin terbatas.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu warga melewati masa sulit. Dirinya juga mendorong adanya penanganan yang lebih berkelanjutan terhadap sumber air dan infrastruktur penampungan yang mengalami kerusakan.

“Kita berharap ada penanganan yang berkelanjutan, terutama terhadap sumber air dan infrastruktur penampungan yang mengalami kerusakan. Masyarakat membutuhkan kepastian akses terhadap air bersih, bukan hanya ketika ada bantuan,” ujarnya.

720 KK Terdampak Krisis Air


Kepala Desa Wolomotong, Sergius Sareng, mengatakan kondisi krisis air bersih yang paling parah telah berlangsung sekitar tiga bulan dan berdampak terhadap lebih dari 720 kepala keluarga (KK), dengan jumlah penduduk lebih dari 2.000 jiwa.

“Kalau kondisi yang paling parah ini sudah sekitar tiga bulan, mau sementara jalan bulan empat. Ini terjadi di satu dusun, Desa Wolomotong secara keseluruhan berdampak air bersih,” kata Sergius.

Ia menjelaskan, pemerintah desa sebelumnya telah menyurati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka untuk meminta bantuan. Namun, hingga bantuan dari perwakilan Senator AWK tiba, pemerintah desa belum menerima balasan atas surat tersebut.

“Oh, sementara kami buat surat ke BPBD tapi belum ada pembalasan. Yang bantuan ini baru dari PMI. Dan hari ini dari anggota DPD RI Bapak Angelius Wake Kako ya, kami berterima kasih karena sudah memperhatikan masyarakat di Desa Wolomotong dalam memberikan bantuan air,” ujarnya.

Sergius menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, pasokan air tersebut sangat berarti bagi warga yang selama ini harus bersusah payah mencari air untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Warga Harus Berjalan Kaki Cari Air Sejak Pukul 04.00

Kesulitan mendapatkan air bersih juga dirasakan Maria Etrovia Nona Erni, warga RT 10 Desa Wolomotong. Ia mengaku harus bangun dan pergi mencari air sejak sekitar pukul 04.00 pagi agar bisa mendapatkan persediaan untuk kebutuhan rumah tangga.

Dalam sekali mengambil air, Maria bersama warga lainnya dapat menghabiskan waktu sekitar dua jam. Mereka berjalan kaki sambil membawa sejumlah jerigen berukuran lima liter.

“Jam empat sudah ramai. Satu orang dengan lima, enam jerigen itu lumayan,” tutur Maria saat menceritakan kondisi warga yang setiap hari harus mencari air.

Menurutnya, kegiatan mencari air tersebut sudah berlangsung sejak Juli 2026. Warga harus mengatur waktu agar kebutuhan air di rumah tetap terpenuhi, meskipun mereka juga memiliki pekerjaan dan aktivitas lain.

Ia menuturkan, persoalan tidak berhenti pada kebutuhan air minum dan memasak. Untuk mandi dan mencuci, warga terpaksa memanfaatkan kubangan-kubangan air yang masih tersisa di kali.

“Kami harus membagi waktu dan tenaga untuk memperoleh air. Bahkan, anak-anak turut menemani orang tua mencari air sejak pagi, sebelum menjalani aktivitas sekolah,” ungkapnya.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antre Air hingga Dini Hari, Warga Desa Wolomotong Sampaikan Terima Kasih Bantuan Air dari PMI Sikka
BPJS Ketenagakerjaan Sikka Sosialisasikan MLT, Pekerja Bisa Ajukan Kredit Rumah lewat BTN
Wabup Subandi Apresiasi PLN dan Yayasan FREN Dukung Pengembangan Hortikultura di Desa Hoder, Sikka
Dorong Pertanian Hortikultura Berkelanjutan, Yayasan FREN dan PLN Tanam Perdana HORTI THE BEST di Desa Hoder, Sikka
Sumber Air Mengering, Warga Desa Wolomotong, Sikka Alami Krisis Air Bersih
Warga Dobo Kesulitan Air Pascagempa, PMI Sikka Salurkan Air Bersih, Tandon dan Bantuan Kebutuhan Dasar
NPS Peduli Gelar Donor Darah, Cek Kesehatan dan Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Desa Hoder, Sikka
Perpamsi Bantu Lima Perumda Air Minum di NTT Terdampak Gempa Flores
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 07:16 WITA

Senator AWK Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Wolomotong, Sikka yang Sudah Tiga Bulan Krisis Air Bersih

Saturday, 10 October 2026 - 06:42 WITA

Antre Air hingga Dini Hari, Warga Desa Wolomotong Sampaikan Terima Kasih Bantuan Air dari PMI Sikka

Friday, 9 October 2026 - 04:42 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Sikka Sosialisasikan MLT, Pekerja Bisa Ajukan Kredit Rumah lewat BTN

Thursday, 8 October 2026 - 06:49 WITA

Wabup Subandi Apresiasi PLN dan Yayasan FREN Dukung Pengembangan Hortikultura di Desa Hoder, Sikka

Thursday, 8 October 2026 - 06:45 WITA

Dorong Pertanian Hortikultura Berkelanjutan, Yayasan FREN dan PLN Tanam Perdana HORTI THE BEST di Desa Hoder, Sikka

Berita Terbaru