MAUMERE-Partai Golkar menyiapkan 50 ton bantuan kemanusiaan senilai Rp 4 miliar untuk masyarakat terdampak gempa bumi di sembilan kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar itu mencakup bahan pangan, minuman, selimut, serta kebutuhan dasar bagi perempuan dan anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengiriman bantuan dijadwalkan mulai Rabu, 14 Oktober 2026, menggunakan truk dengan titik pemberangkatan dari Maumere, Kabupaten Sikka.
Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Maumere, Selasa (13/10/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri Bendahara DPD I Partai Golkar NTT Restu Dupe, pengurus DPD I Golkar NTT Jimmy Lasa, Ketua Satgas Bencana DPD I Partai Golkar NTT Ferdinandus Naga, serta Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Sikka Nafarete Situ Mekeng.
Restu Dupe menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan DPP Partai Golkar bagi masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa bumi. Penyalurannya dilakukan melalui struktur kepengurusan partai di tingkat provinsi untuk diteruskan kepada warga di daerah sasaran.
“Pada malam hari ini, kami dari DPD Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur menyerahkan bantuan dari DPP Partai Golkar yang dipimpin oleh Bapak Bahlil Lahadalia, untuk kebutuhan masyarakat yang mengalami gempa bumi kemarin, dan hari ini adalah tahapan ke sekian kalinya dari jumlah bantuan yang disalurkan oleh DPP Partai Golkar senilai Rp 4 miliar,” kata Restu.
Ia mengatakan, bantuan yang dipersiapkan tidak hanya berupa bahan makanan dan minuman. Sejumlah perlengkapan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari warga terdampak juga disertakan dalam pengiriman tersebut.
“Malam hari ini kurang lebih ada 50 ton bahan makanan dan juga kebutuhan anak dan perempuan. Ada selimut, ada pampers, ada pembalut dan lain sebagainya, selain produk-produk makan minum yang sudah ada di sini,” ujarnya.
Sembilan Kabupaten Menjadi Sasaran Distribusi

Restu menjelaskan, bantuan tersebut akan disalurkan ke sembilan kabupaten, yakni Sikka, Nagekeo, Ende, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Manggarai, Ngada, Flores Timur, dan Sumba Barat Daya.
Awalnya, distribusi direncanakan menjangkau delapan kabupaten. Namun, rencana tersebut diperluas setelah gempa bumi turut melanda wilayah Pulau Sumba. Kabupaten Sumba Barat Daya kemudian dimasukkan sebagai daerah penerima tambahan.
“Total semuanya ada 50 ton yang akan kami bagi ke sembilan kabupaten. Seharusnya delapan, tapi karena kemarin ada musibah di Sumba, jadi kami alokasikan lagi ke satu kabupaten, yaitu di Sumba Barat Daya. Jadi ada sembilan kloter yang akan berangkat besok,” kata Restu.
Maumere dipilih sebagai titik awal distribusi karena menjadi lokasi pengumpulan bantuan yang sebelumnya dikirim melalui jalur laut dan udara. Dari Kabupaten Sikka, bantuan selanjutnya diangkut menuju daerah-daerah penerima menggunakan truk.
“Pendistribusiannya kita akan menggunakan truk, pengirimannya mulai Rabu, 14 Oktober 2026,” imbuhnya.
Mengenai pembagian logistik, Restu mengatakan, jumlah dan jenis bantuan untuk setiap kabupaten akan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Penyaluran bantuan nanti kami akan sesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat terdampak di masing-masing wilayah,” katanya.

Restu menuturkan, pengumpulan bantuan telah dilakukan tidak lama setelah gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026. Saat itu, DPP Partai Golkar menyampaikan rencana untuk menghimpun bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut dia, bantuan mulai diterima sekitar satu minggu setelah gempa. Logistik tersebut dikirim ke NTT melalui jalur laut dengan transit di Kupang maupun melalui jalur udara, kemudian dikumpulkan di Maumere sebelum didistribusikan ke kabupaten tujuan.
“Penyaluran bantuan ini sebenarnya sudah mulai dilakukan pasca empat atau lima hari setelah bencana. DPP Partai Golkar sampaikan bahwa ada bantuan yang sementara digalang, dan puji Tuhan setelah itu kami terima kurang lebih satu minggu setelah gempa, barang-barang sudah mulai masuk lewat Kupang dan juga lewat udara, lalu langsung ke Maumere,” kata Restu.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan jajaran pengurus pusat atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat NTT.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bahlil Lahadalia dan juga jajaran DPP Partai Golkar atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur yang mengalami musibah gempa,” ujarnya.
Penyaluran Melalui Pengurus Golkar di Daerah
Ketua Satgas Bencana DPD I Partai Golkar NTT, Ferdinandus Naga, mengatakan penyaluran bantuan akan melibatkan pengurus Golkar di tingkat provinsi serta kabupaten/kota.
Koordinasi tersebut dilakukan agar bantuan dapat diteruskan kepada warga yang masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan pascabencana.
“Teknis penyerahannya itu diserahkan oleh Partai Golkar Provinsi dan tingkat dua kabupaten kota ke sembilan kabupaten yang terdampak, selanjutnya akan diserahkan ke bapak/ibu, saudara/saudari kita yang terdampak dan saat ini masih membutuhkan kebutuhan dasar,” kata Ferdinandus.
Sementara itu, Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Sikka, Nafarete Situ Mekeng, mengapresiasi dukungan DPP dan DPD I Partai Golkar NTT bagi masyarakat terdampak gempa. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga selama proses pemulihan.
“Kami Dewan Pimpinan Partai Golkar Kabupaten Sikka mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Pak Ketua Umum Bahlil Lahadalia, yang dengan segala kemampuan sudah membantu kami dan bantuan ini terus berlanjut,” kata Situ Mekeng.
Situ Mekeng juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena terkait mekanisme penyaluran bantuan melalui pemerintah provinsi sebelum diteruskan kepada jajaran Golkar di daerah.
“Kami berterima kasih juga, dan ini yang paling penting, kepada Bapak Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, karena bantuan ini diberikan DPP Partai Golkar ke Pemprov, Pemprov memberikan lagi kepada kami di Golkar untuk menyalurkannya,” ujarnya.










